Friday, 20 July 2018 | 02.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tolak Cinta, Pria Ini Malah Diteror Lewat Order Fiktif Go-Food Hingga Jutaan Rupiah

Tolak Cinta, Pria Ini Malah Diteror Lewat Order Fiktif Go-Food Hingga Jutaan Rupiah

Reporter : Yudi Andriansyah | Saturday, 8 July 2017 - 14:24 WIB

IMG-23908

Driver gojek terima order fiktif dari seorang wanita yang diduga jatuh cinta kepada pagawai Bank Danamon, Matraman, Jakarta timur (Facebook Erwis Riswani)

JAKARTA, kini.co.id – Julianto Sudrajat, karyawan Bank Danamon Cabang Matraman, Jakarta Timur, mendapat teror lewat orderan fiktif Go-Food yang dilakukan seseorang terhadapnya. Dirinya terpaksa membayar pesanan tersebut padahal tidak pernah memesannya.

Kisah Julianto ini kini ramai diperbincangkan di media sosial sejak beberapa hari lalu. Julianto sendiri sudah membuat pernyataan klarifikasi atas tuduhan order fiktif yang dialamatkan kepadanya.

Dalam akun Facebooknya, Kamis (6/7) Julianto menuliskan bahwa order fiktif Go-Food tersebut dilakukan oleh seseorang yang tidak suka kepadanya. Dirinya pun sudah melaporkan order fiktif tersebut ke kantor PT Go-Jek dan Polres Jakarta Timur.

Berikut pernyataan lengkap Julianto:

Assalamu’alaikum wr. wb. Saya Julianto Sudrajat (Jajat)

Pada hari ini tgl 6 juli 2017 melalui status FB ini saya ingin mengklarifikasi masalah yg terjadi sama saya. Akhir2 ini banyak sekali pemesanan GOFOOD yg dialamatkan ke saya. Saya sama sekali tidak pernah melakukan pemesanan GOFOOD dan merugikan GoJek.

Seseorang yg tidak suka sama saya yang melakukan order fiktif tersebut dan ditujukan ke saya. Sehingga hal ini mengakibatkan kerugian di pihak GoJek atau Driver GoJek. Saya mohon maaf atas kejadian ini. Sekali lagi saya jelaskan utk order fiktif yg terjadi akhir2 ini bukan dari saya, melainkan oleh seseorang yg tdk suka dgn saya. Kejadian ini sudah saya laporkan ke kantor polisi dan kantor PT GO-JEK dgn laporan ID 19497686. Mudah2an pelakunya dapat tertangkap dgn cepat sehingga tdk ada lagi orang yg dirugikan seperti saya. Sekian klarifikasi yg saya buat dgn penuh kesadaran. Sekali lagi saya mohon maaf yg sebesar2nya. Terima kasih. Wa Alaikum salam wr. wb.

Menurut keterangan salah satu rekan Julianto, Alfand Riyadi Hasyim mengatakan tersebut berawal dari kisah cinta antara Julianto dengan seorang perempuan berinisial S dengan nama panggila A. Kisah asmara ini berawal dari pertemuan antara Julianto dengan S alias A pada tanggal 1 Juli 2017 di Gramedia Matraman, Jakarta Timur. Saat pertemuan diceritakan bahwa S meminta Julianto untuk menjadi pacarnya, namun Julianto menolak.

“Mas jajat kenal perempuan itu di Gramedia Matraman. Dua hari berikutnya dia ribut di Facebook dan bilang sedang hamil. Terus nyebar tulisan di media sosial bahwa mas jajat tidak bertanggungjawab. Habis itu, mas jajat jadi target operasi semua ojol (ojek online) Go-Food,” ceritanya.

“Kami temen-temen merasa geram dengan ulah perempuan tersebut, mas jajat juga sudah membuat laporan kepada pihak ojek oline. Yang jelas kami support mas jajat, apalagi denga kejadian tersebut membuat mas jajat dipecat,” tuturnya kepada kini.co.id

Sementara itu perempuan yang diduga ditolak cintanya tidak bisa dihubungi, hanya sejak Jumat (7/7) malam, perempuan yang bernama Sugiharti itu dalam status twitetrnya @Sugihar47144062 sejak muncul tudingan dirinya adalah yang membuat ulah order palsu tersebut melakukan klarifikasi kepada pihak Go-Jek.

Dalam statusnya perempuan berkerudung itu menyebut status facebook Julianto Sudrajat melakukan pencemaran nama baik.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...