Senin, 20 November 2017 | 20.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Julianto Sudrajat Korban Teror Order Fiktif Go-Food Resmi Lapor Polisi

Julianto Sudrajat Korban Teror Order Fiktif Go-Food Resmi Lapor Polisi

Reporter : Yudi Andriansyah | Sabtu, 8 Juli 2017 - 16:23 WIB

IMG-23911

Driver gojek terima order fiktif dari seorang wanita yang diduga jatuh cinta kepada pagawai Bank Danamon, Matraman, Jakarta timur (Facebook Erwis Riswani)

JAKARTA, kini.co.id – Julianto Sudrajat, korban teror order fiktif Go-Food yang diduga dilakukan oleh perempuan yang bernama Sugiharti remsi melaporkan peritiwa yang menimpanya kepada Polres Metro Jakarta Tmur.

Setelah membuat BAP di Satkrimsus Polres Metro Jakarta Timur, Julianto mengatakan saat ini kasusnya tengah dilakukan penyidikan sehingga belum bisa menyampaikan perkembangan kepada awak media.

“Iya saya telah membuat laporan, tapi kasus ini dalam tahap penyidikan. Kalau penyidikan selesai baru nanti saya akan memberi keterangan lagi” ujar Julianto kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Timur, Sabtu(8/7).

Sebelumnya viral dimedia sosial, Julianto Sudrajat menerima teror pesanan Go-Food dari seorang wanita yang konon disebutkan cintanya ditolak.

Julianto yang merasa tidak melakukan order tersebut merasa bingung, sedangkan order terus berdatangan, tak ayal rekan-rekan sekantor Julianto pun ikut patungan menalangi orderan makanan fiktif yang ditujukan kepada Julianto. Ia pun rugi hingga jutaan unutk membayar semua tagihan itu.

Belum lagi ia juga diberhentikan sementara ditempat kerja di Bnak Danamon, Matraman, Jakarta Timur akibat peristiwa tersebut.

Tudingan pun mengarah kepada sosok nama Sugiharti, perempuan yang diduga menjadi biang kerok order fiktif makanan karena sakit hati karena ditolak cintanya.Saat ini kepolisian Metro Jakarta Timur tengah menyidiki peristiwa tersebut.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...