Rabu, 20 September 2017 | 20.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usai Diperiksa KPK, Mahasiswa Teriaki Setya Novanto

Usai Diperiksa KPK, Mahasiswa Teriaki Setya Novanto

Reporter : Fadilah | Jumat, 14 Juli 2017 - 17:18 WIB

IMG-24086

Aksi SPRI mendesak KPK usut dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus e-KTP. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi tersangka kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan kompleks Gedung KPK.

Setnov tidak banyak memberikan komentar saat memasuki gedung KPK maupun seusai diperiksa.

“Seperti fakta di dalam persidangan,” kata Setnov singkat sambil berjalan ke arah mobil meninggalakn gedung KPK, Jumat (14/7).

Namun saat mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO, Ketua Umum Partai Golkar itu dicegat oleh puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Gedung KPK.

Mahasiswa juga sempat meneriakan menangkap Setya Novanto.

“Tangkap, tangkap, tangkap Novanto tangkap Novanto sekarang juga,” teriak massa di Gedung KPK.

Aksi unjuk rasa bersama antara mahasiswa dan alumni UI tersebut digelar saat Setya Novanto tengah diperiksa penyidik.

Para demonstran menolak tegas intervensi pada proses penegakan hukum yang tengah berjalan di KPK baik dari pemerintah, DPR maupun partai politik.

Pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang telah dicegah bepergian ke luar negeri ini, merupakan rangkaian dari pemeriksaan terhadap para politisi seperti Melchias Marcus Mekeng, Ganjar Pranowo dan Ade Komarudin, yang dilakukan oleh KPK.

Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa Setnov berperan aktif dalam proyek tersebut. Bahkan ia bersama Andi Narogong disebut mendapat bagian yang cukup besar dari proyek tersebut yakni sebesar 11% atau Rp 574 miliar.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:44 WIB

Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi menyanyangkan sikap stasiun TV swasta yang tak merespon ajakan pemutaran film G30SPKI dari ...
Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi
Hukum - Rabu, 20 September 2017 - 16:31 WIB

Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Ida Jaka Mulyana menilai tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak berdasar.Dikatakannya tuduhan kliennya ...
Uber diduga suap Polisi Indonesia
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:21 WIB

Uber diduga suap Polisi Indonesia

Perusahaan aplikasi layanan transportasi online, Uber, tengah menjadi sorotan karena diduga melakukan tindakan ilegal dalam memuluskan perizinan operasional mereka ...
Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 16:08 WIB

Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan

Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk desa yang ...
PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:58 WIB

PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK

Fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba mencopot Masinton Pasaribu dari Pansus Angket KPK. Dalam surat Fraksi PDIP bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 tertanggal 19 September ...
PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:01 WIB

PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo ...