Kamis, 18 Januari 2018 | 04.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usai Diperiksa KPK, Mahasiswa Teriaki Setya Novanto

Usai Diperiksa KPK, Mahasiswa Teriaki Setya Novanto

Reporter : Fadilah | Jumat, 14 Juli 2017 - 17:18 WIB

IMG-24086

Aksi SPRI mendesak KPK usut dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus e-KTP. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi tersangka kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan kompleks Gedung KPK.

Setnov tidak banyak memberikan komentar saat memasuki gedung KPK maupun seusai diperiksa.

“Seperti fakta di dalam persidangan,” kata Setnov singkat sambil berjalan ke arah mobil meninggalakn gedung KPK, Jumat (14/7).

Namun saat mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO, Ketua Umum Partai Golkar itu dicegat oleh puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Gedung KPK.

Mahasiswa juga sempat meneriakan menangkap Setya Novanto.

“Tangkap, tangkap, tangkap Novanto tangkap Novanto sekarang juga,” teriak massa di Gedung KPK.

Aksi unjuk rasa bersama antara mahasiswa dan alumni UI tersebut digelar saat Setya Novanto tengah diperiksa penyidik.

Para demonstran menolak tegas intervensi pada proses penegakan hukum yang tengah berjalan di KPK baik dari pemerintah, DPR maupun partai politik.

Pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang telah dicegah bepergian ke luar negeri ini, merupakan rangkaian dari pemeriksaan terhadap para politisi seperti Melchias Marcus Mekeng, Ganjar Pranowo dan Ade Komarudin, yang dilakukan oleh KPK.

Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa Setnov berperan aktif dalam proyek tersebut. Bahkan ia bersama Andi Narogong disebut mendapat bagian yang cukup besar dari proyek tersebut yakni sebesar 11% atau Rp 574 miliar.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fredrich Yunadi melawan, ajukan gugatan praperadilan
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 00:13 WIB

Fredrich Yunadi melawan, ajukan gugatan praperadilan

Advokat Fredrich Yunadi akan mengajukan gugatan praperadilan pada Kamis (18/1) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Fredrich sebelumnya telah ditetapkan tersangka ...
Demi independensi, tiga dokter tolak jadi saksi ringankan  Bimanesh
Hukum - Rabu, 17 Januari 2018 - 22:37 WIB

Demi independensi, tiga dokter tolak jadi saksi ringankan Bimanesh

Tiga dokter menolak menjadi saksi meringankan untuk Bimanesh Sutarjo, tersangka tindak pidana merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP ...
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...