Senin, 20 November 2017 | 20.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usai Diperiksa KPK, Mahasiswa Teriaki Setya Novanto

Usai Diperiksa KPK, Mahasiswa Teriaki Setya Novanto

Reporter : Fadilah | Jumat, 14 Juli 2017 - 17:18 WIB

IMG-24086

Aksi SPRI mendesak KPK usut dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus e-KTP. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi tersangka kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan kompleks Gedung KPK.

Setnov tidak banyak memberikan komentar saat memasuki gedung KPK maupun seusai diperiksa.

“Seperti fakta di dalam persidangan,” kata Setnov singkat sambil berjalan ke arah mobil meninggalakn gedung KPK, Jumat (14/7).

Namun saat mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO, Ketua Umum Partai Golkar itu dicegat oleh puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Gedung KPK.

Mahasiswa juga sempat meneriakan menangkap Setya Novanto.

“Tangkap, tangkap, tangkap Novanto tangkap Novanto sekarang juga,” teriak massa di Gedung KPK.

Aksi unjuk rasa bersama antara mahasiswa dan alumni UI tersebut digelar saat Setya Novanto tengah diperiksa penyidik.

Para demonstran menolak tegas intervensi pada proses penegakan hukum yang tengah berjalan di KPK baik dari pemerintah, DPR maupun partai politik.

Pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang telah dicegah bepergian ke luar negeri ini, merupakan rangkaian dari pemeriksaan terhadap para politisi seperti Melchias Marcus Mekeng, Ganjar Pranowo dan Ade Komarudin, yang dilakukan oleh KPK.

Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa Setnov berperan aktif dalam proyek tersebut. Bahkan ia bersama Andi Narogong disebut mendapat bagian yang cukup besar dari proyek tersebut yakni sebesar 11% atau Rp 574 miliar.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...