Minggu, 23 Juli 2017 | 05.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPA dan AMAN Sulsel Minta Hentikan Praktek Ilegal PTPN XIV

KPA dan AMAN Sulsel Minta Hentikan Praktek Ilegal PTPN XIV

Reporter : Yudi Andriansyah | Sabtu, 15 Juli 2017 - 15:41 WIB

IMG-24099

Lahan rakyat yang diserobot oleh PTPN XIV di Kabupaten Enkerang Sulawesi Selatan. Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Praktek ilegal usaha yang dilakukan PTPN XIV selama puluhan tahun dengan merampas lahan rakyat tidak boleh dibiarkan begitu saja, rakyat menderita tanpa ada penyelesaian oleh Negara melalui Pemerintah Kabupaten, BPN, Kepolisian bahkan Kementerian BUMN.

Konflik PTPN XIV di Kabupaten Wajo dan Enrekang diatas total lahan seluas 17.500 Ha telah melanggengkan ketimpangan agraria yang begitu besar. Negara melalui PTPN XIV menguasai ribuan Ha tanah sementara ada ribuan petani yang hanya memiliki lahan yang sempit dan bahkan tidak memiliki lahan (landless).

Konflik yang bersifat kronik, massif, sistemik dan berdampak luas seharusnya menjadi prioritas penyelesaian oleh Presiden Jokowi tanpa mengulur-ulur waktu. Program Reforma Agraria yang didengung-dengungkan dalam Nawacita Jokowi tidak akan berhasil jika konflik PTPN XIV selaku BUMN yang terjadi hampir diseluruh Indonesia hanya sekedar wacana belaka. Konflik yang terjadi di Kabupaten Wajo dan Enrekang hanya mewakili dan memperlihatkan situasi Agraria yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Demikian hal itu disampaikan oleh Rizki Anggriana Arimbi, Koordinator Wilayah KPA Sulawesi Selatan dalam keterangan resminya, Sabtu (15/7).

Rizki meminta agar persoalan yang menyangkut kehidupan ribuan petani ini segera diselesaikan. Selama ini Negara telah melakukan kekerasan terhadap rakyatnya. Ribuan petani di Kabupaten Wajo dan Enrekang telah kehilangan sumber-sumber agraria mereka. Negara melalui BUMN yaitu PTPN XIV telah merampas hak penghidupan rakyat.

Dijelaskan Rizki penguasaan lahan oleh PTPN XIV juga terjadi di Kabupaten Luwu Timur yaitu PKS 1 Luwu dengan luas HGU 9.037 ha. Pabrik Gula Bone, di Kabupaten Bone, dengan luas areal HGU 7.771.

Kemudian Pabrik Gula Camming, di Kabupaten Bone, dengan luas areal HGU 9.837. Pabrik Gula Takalar, di Kabupaten Takalar, dengan luas areal HGU 7.970 hektar. Unit Sidrap dengan luas areal HGU 5.090 hektar di Kabupaten Sidrap. Unit Sakkoli dengan luas areal HGU 4.583 hektar di Kabupaten Wajo. Kebun Jeneponto (kapas) dengan luas areal HGU 145 hektar di Kabupaten Jeneponto. Kebun Kalosi (kopi) dengan luas areal HGU 26 hektar di Kabupaten Enrekang.Perkebunan Sawit di Kecamatan Mappideceng Kabupaten Luwu Utara seluas 3.102,75 Ha.

“Total penguasaan lahan di Sulawesi Selatanoleh PTPN XIV adalah 64.912,75 Ha. Jika setengah saja dari total luasan konsesi PTPN XIV dikembalikan ke masyarakat dengan alokasi 2 Ha per KK maka akan 16.000 KK atau sedikitnya sekitar 64.000 jiwa keluarga petani yang bisa mendapatkan manfaat dari lahan tersebut. Pertimbangan ini harus menjadi salah satu langkah dalam penyelesaian konflik yang berkepanjangan ini. Sudah seharusnya UU Pokok Agraria dijalankan demi terwujudnya keadilan agraria sesuai mandat UU Dasar dan Pancasila,” tegas Rizki.

Syafruddin dari AMAN Sulawesi Selatan menegaskan kegiatan usaha yang dijalankan oleh PTPN XIV sangat jelas menyengsarakan masyarakat adat yang ada di sekitar wilayah yang dikuasai. Masyarakat adat di dua wiayah ini sudah lama ditindas oleh pengusaha dengan cara mengambil tanah masyarakat dan bentuk-bentuk intimidasi yang dilakukan.

“Seharusnya pemerintah setempat jeli dalam melihat persoalan ini, karena ini bukan hal baru yang terjadi tetapi sudah puluhan tahun terjadi. Sudah sangat jelas bahwa PTPN ini berusaha secara ilegal, seharusnya dengan mudah pemerintah mengambil tindakan, bukan dibiarkan begitu saja. Yang mengalami kerugian itu masyarakat, kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun harus hilang karena adanya kegiatan perusahaan diwilayah mereka,” tegas Syafruddin.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...