Sabtu, 23 September 2017 | 07.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Blokir Telegram adalah Tindakan Kebodohan

Blokir Telegram adalah Tindakan Kebodohan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 15 Juli 2017 - 16:58 WIB

IMG-24102

Telegram. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pengamat Terorisme Al Chaidar mengatakan, pemerintah Republik Indonesia semestinya mengajak kerjasama pihak media sosial Telegram dalam memberantas terorisme. Bukan seperti saat ini, pemerintah resmi memblokirnya.

“Pemerintah memblokir Telegram adalah tindakan kebodohan. Padahal, Telegram sudah sangat kooperatif untuk memerangi terorisme,” ucap Al Chaidar, Sabtu (15/7).

Bahkan, Telegram menurutnya sudah menutup chanel teroris pada setiap bulannya. Itu artinya, Telegram menunjukkan sikap yang kooperatif.

“Hanya saja, pemerintah seakan sudah tidak bisa berpikir jernih dalam menangani terorisme. Semua ide para akademia ditolak mentah-mentah tanpa peduli akibatnya,” ujar Chaidar.

Dia sangat kesal dengan sikap pemerintah yang sudah memblokir Telegram. Sehingga penelitian dan rekomendasi para akademisi tentang penanganan terorisme jadi tak berarti.

“Yang sangat disayangkan adalah bahwa Telegram dipakai oleh begitu banyak orang untuk mentransmisikan informasi dan pesan serta akses lainnya. Umumnya untuk kebutuhan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Diketahui, Kementerian Kominfo Jumat (14/7) kemarin telah meminta Internet Service Provider (ISP) melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik situs aplikasi percakapan Telegram. Kementerian Kominfo menyatakan pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, dan paham kebencian.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:22 WIB

Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V Tahun 2017, yang ...
Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:02 WIB

Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang

Lelang barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) selesai digelar, Jumat (22/9) sore ...
Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut
Hukum - Sabtu, 23 September 2017 - 00:08 WIB

Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Chepy Iskandar menolak eksepsi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan ...
Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 23:59 WIB

Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menuding Panglima TNI memaksa anggotanya untuk nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.Panglima TNI Jenderal ...
Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 21:05 WIB

Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK

Seluruh permohonan yang diajukan tim penasehat hukum Setya Novanto dijawab tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan praperadilan ...
Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 20:46 WIB

Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat

Manajemen Citilink Indonesia menyebutkan penyebab ribuan lebah nemempel disayap pesawat tujuan Batam- Kualanamu diduga karea habitat atau sarang lebah terganggu ...