Minggu, 23 Juli 2017 | 05.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Blokir Telegram adalah Tindakan Kebodohan

Blokir Telegram adalah Tindakan Kebodohan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 15 Juli 2017 - 16:58 WIB

IMG-24102

Telegram. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pengamat Terorisme Al Chaidar mengatakan, pemerintah Republik Indonesia semestinya mengajak kerjasama pihak media sosial Telegram dalam memberantas terorisme. Bukan seperti saat ini, pemerintah resmi memblokirnya.

“Pemerintah memblokir Telegram adalah tindakan kebodohan. Padahal, Telegram sudah sangat kooperatif untuk memerangi terorisme,” ucap Al Chaidar, Sabtu (15/7).

Bahkan, Telegram menurutnya sudah menutup chanel teroris pada setiap bulannya. Itu artinya, Telegram menunjukkan sikap yang kooperatif.

“Hanya saja, pemerintah seakan sudah tidak bisa berpikir jernih dalam menangani terorisme. Semua ide para akademia ditolak mentah-mentah tanpa peduli akibatnya,” ujar Chaidar.

Dia sangat kesal dengan sikap pemerintah yang sudah memblokir Telegram. Sehingga penelitian dan rekomendasi para akademisi tentang penanganan terorisme jadi tak berarti.

“Yang sangat disayangkan adalah bahwa Telegram dipakai oleh begitu banyak orang untuk mentransmisikan informasi dan pesan serta akses lainnya. Umumnya untuk kebutuhan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Diketahui, Kementerian Kominfo Jumat (14/7) kemarin telah meminta Internet Service Provider (ISP) melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik situs aplikasi percakapan Telegram. Kementerian Kominfo menyatakan pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, dan paham kebencian.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...