Rabu, 17 Januari 2018 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Jokowi: Etos Kerja Masih Menjadi Masalah Kemajuan

Jokowi: Etos Kerja Masih Menjadi Masalah Kemajuan

Minggu, 16 Juli 2017 - 14:33 WIB

IMG-24117

Presiden Jokowi membuka Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7). KiniNews/Wahyu.

JAKARTA, kini.co.id – Presiden Jokowi menilai sikap dan etos keras masih menjadi masalah yang dibutuhkan demi mencapai kemajuan.

Jokowi juga menekankan perlunya perubahan pola pikir, sikap dan etos kerja untuk menuju bangsa dan negara yang maju.

“Infrastruktur bisa dibangun dengan cepat, tetapi hal yang berkaitan dengan nilai, karakter, kalau tidak diubah maka tidak ada artinya pembangunan infrastruktur itu,” kata Jokowi ketika memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (16/7).

“Masih sangat kurang dalam menghargai kerja keras sebagai sesuatu yang luhur, juga disiplin dan patuh pada nilai-nilai atau aturan,” katanya.

Ia mencontohkan hal-hal kecil seperti ketika berlalu lintas di jalan raya seperti keharusan berdisiplin dan antre di jalan umum.

“Dibandingkan negara lain bisa maju tanpa sumber daya alam, rasanya sulit mengejar mereka kalau disiplin dan etos kerja masih seperti saat ini,” katanya.

Terkait pendirian ABN Partai NasDem, Presiden Jokowi menyambut gembira pendirian lembaga pendidikan yang bertujuan menumbuhkan semangat patriotisme dan membangun solidaritas anak bangsa dengan semangat gotong royong.

Menurut Jokowi, tantangan persaingan antarbangsa saat ini sangat kelihatan sekali. Semua negara bersaing memperebutkan kue ekonomi global atau internasional. Semua berlomba dalam bidang perdagangan, investasi dan lainnya.

“Semua negara menatap ke depan dengan inovasi baru. Misal pembangunan mobil listrik, ruang angkasa, sistem pembayaran dan lainnya. Perubahan sangat cepat, kita jangan terjebak pada pola pikir yang tidak produktif seperti demo yang tidak produktif,” tegas Jokowi.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...