Jumat, 27 April 2018 | 15.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Polemik PPP Kubu Romy-Djan Faridz Kembali Memanas

Polemik PPP Kubu Romy-Djan Faridz Kembali Memanas

Reporter : Yudi Andriansyah | Minggu, 16 Juli 2017 - 15:29 WIB

IMG-24119

Suasana paska penyerangan atau pengambil alihan kantor DPP PPP oleh kubu Romy. Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Dualisme kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara kubu M Romahurmuziy dan Djan Faridz kembali memanas dengan adanya insiden upaya pengambil alihan Kantor DPP PPP Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7) malam yang dilakukan oleh organisasi sayap PPP Kubu Romy, yakni Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dan lainnya.

Kubu PPP Djan Faridz menilai pengambil alihan tersebut merupakan bentuk penyerangan, pasalnya pengakuan memenangkan putusan Peninjau Kembali (PK) oleh kubu Romy adalah klaim semata.

Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat mengatkan klaim kemenangan pihak Romy adalah bohong dan hanya kabar burung belaka.

Karena sampai saat ini Mahkamah Agung belum mengeluarkan putusan resmi kepada Pengadilan Negeri, sehingga sangat tidak mungkin pihak yang berperkara mengetahui isinya secara pasti kecuali kubu Romy menggunakan jasa “calo” perkara.

“Ini perlu diinvestigasi dari mana mereka bisa tahu isi putusan, padahal pengadilan di bawahnya belum mendapat salinan putusan,” katanya.

Menurutnya, kalaupun benar putusan PK itu ada kemudian mencederai keadilan, maka sesuai dengan Surat Ederan MA Nomor 4/2016 masih terbuka diajukan PK kembali.

Untuk itu, kata Humphrey, kader dan simpatisan PPP jangan sampai terkecoh dengan berita atau tafsiran hukum yang diberikan oleh pihak yang tidak jelas.

“Kita sudah menyampaikan surat kepada Presiden Jokowi menjelaskan sengketa hukum dan posisi PPP saat ini,” katanya

Atas upaya penyerangan kantor DPP yang dilakukan kubu Romy, Humprey pun mengaku akan menindaklanjuti proses hukum dengan melaporkan kepada piak Polda Metro Jaya.

Sementara itu Sekretaris Jendral (Sekjen) PPP kubu M Romahurmuzy, Asrul Sani tak menampik jika organisasi sayapnya, AMK, GPK melakukan penyerangan ke Kantor DPP PPP.

Namun, kata Asrul aksi itu bukan penyerangan akan tetapi upaya pengambil alihan kantor oleh organisasi sayap.

“Iya saya dapat laporan jika ada akar rumput yang mau ambil alih kantor DPP. Saya baru tau shubuh,” kata Asrul usai menghadiri diskusi Solusi Akurat di Puang Oca, Senayan, Jakarta, Minggu (16/7).

Oleh karenanya Asrul meminta kepada kubu Djan Faridz agar menghormati putusan PK No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016 yang membatalkan putusan kasasi Mahkamah Agung 601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015.

“Kalau pemilik yang sah mengambil masa ga boleh, lantas apa legalitas pelapor yang mengaku penyerangan itu, masa mau ambil alih kok ga boleh,” ujarnya.

Asrul pun mengaku heran dengan kubu Djan Faridz yang hingga saat ini masih bersikukuh menempati kantor DPP, yang akhirnya berujung upaya pengambil alihan namun disebut kubu djan Farid penyerangan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...