Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Polemik PPP Kubu Romy-Djan Faridz Kembali Memanas

Polemik PPP Kubu Romy-Djan Faridz Kembali Memanas

Reporter : Yudi Andriansyah | Minggu, 16 Juli 2017 - 15:29 WIB

IMG-24119

Suasana paska penyerangan atau pengambil alihan kantor DPP PPP oleh kubu Romy. Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Dualisme kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara kubu M Romahurmuziy dan Djan Faridz kembali memanas dengan adanya insiden upaya pengambil alihan Kantor DPP PPP Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7) malam yang dilakukan oleh organisasi sayap PPP Kubu Romy, yakni Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dan lainnya.

Kubu PPP Djan Faridz menilai pengambil alihan tersebut merupakan bentuk penyerangan, pasalnya pengakuan memenangkan putusan Peninjau Kembali (PK) oleh kubu Romy adalah klaim semata.

Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat mengatkan klaim kemenangan pihak Romy adalah bohong dan hanya kabar burung belaka.

Karena sampai saat ini Mahkamah Agung belum mengeluarkan putusan resmi kepada Pengadilan Negeri, sehingga sangat tidak mungkin pihak yang berperkara mengetahui isinya secara pasti kecuali kubu Romy menggunakan jasa “calo” perkara.

“Ini perlu diinvestigasi dari mana mereka bisa tahu isi putusan, padahal pengadilan di bawahnya belum mendapat salinan putusan,” katanya.

Menurutnya, kalaupun benar putusan PK itu ada kemudian mencederai keadilan, maka sesuai dengan Surat Ederan MA Nomor 4/2016 masih terbuka diajukan PK kembali.

Untuk itu, kata Humphrey, kader dan simpatisan PPP jangan sampai terkecoh dengan berita atau tafsiran hukum yang diberikan oleh pihak yang tidak jelas.

“Kita sudah menyampaikan surat kepada Presiden Jokowi menjelaskan sengketa hukum dan posisi PPP saat ini,” katanya

Atas upaya penyerangan kantor DPP yang dilakukan kubu Romy, Humprey pun mengaku akan menindaklanjuti proses hukum dengan melaporkan kepada piak Polda Metro Jaya.

Sementara itu Sekretaris Jendral (Sekjen) PPP kubu M Romahurmuzy, Asrul Sani tak menampik jika organisasi sayapnya, AMK, GPK melakukan penyerangan ke Kantor DPP PPP.

Namun, kata Asrul aksi itu bukan penyerangan akan tetapi upaya pengambil alihan kantor oleh organisasi sayap.

“Iya saya dapat laporan jika ada akar rumput yang mau ambil alih kantor DPP. Saya baru tau shubuh,” kata Asrul usai menghadiri diskusi Solusi Akurat di Puang Oca, Senayan, Jakarta, Minggu (16/7).

Oleh karenanya Asrul meminta kepada kubu Djan Faridz agar menghormati putusan PK No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016 yang membatalkan putusan kasasi Mahkamah Agung 601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015.

“Kalau pemilik yang sah mengambil masa ga boleh, lantas apa legalitas pelapor yang mengaku penyerangan itu, masa mau ambil alih kok ga boleh,” ujarnya.

Asrul pun mengaku heran dengan kubu Djan Faridz yang hingga saat ini masih bersikukuh menempati kantor DPP, yang akhirnya berujung upaya pengambil alihan namun disebut kubu djan Farid penyerangan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...