Senin, 20 November 2017 | 04.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Polemik PPP Kubu Romy-Djan Faridz Kembali Memanas

Polemik PPP Kubu Romy-Djan Faridz Kembali Memanas

Reporter : Yudi Andriansyah | Minggu, 16 Juli 2017 - 15:29 WIB

IMG-24119

Suasana paska penyerangan atau pengambil alihan kantor DPP PPP oleh kubu Romy. Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Dualisme kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara kubu M Romahurmuziy dan Djan Faridz kembali memanas dengan adanya insiden upaya pengambil alihan Kantor DPP PPP Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7) malam yang dilakukan oleh organisasi sayap PPP Kubu Romy, yakni Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dan lainnya.

Kubu PPP Djan Faridz menilai pengambil alihan tersebut merupakan bentuk penyerangan, pasalnya pengakuan memenangkan putusan Peninjau Kembali (PK) oleh kubu Romy adalah klaim semata.

Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat mengatkan klaim kemenangan pihak Romy adalah bohong dan hanya kabar burung belaka.

Karena sampai saat ini Mahkamah Agung belum mengeluarkan putusan resmi kepada Pengadilan Negeri, sehingga sangat tidak mungkin pihak yang berperkara mengetahui isinya secara pasti kecuali kubu Romy menggunakan jasa “calo” perkara.

“Ini perlu diinvestigasi dari mana mereka bisa tahu isi putusan, padahal pengadilan di bawahnya belum mendapat salinan putusan,” katanya.

Menurutnya, kalaupun benar putusan PK itu ada kemudian mencederai keadilan, maka sesuai dengan Surat Ederan MA Nomor 4/2016 masih terbuka diajukan PK kembali.

Untuk itu, kata Humphrey, kader dan simpatisan PPP jangan sampai terkecoh dengan berita atau tafsiran hukum yang diberikan oleh pihak yang tidak jelas.

“Kita sudah menyampaikan surat kepada Presiden Jokowi menjelaskan sengketa hukum dan posisi PPP saat ini,” katanya

Atas upaya penyerangan kantor DPP yang dilakukan kubu Romy, Humprey pun mengaku akan menindaklanjuti proses hukum dengan melaporkan kepada piak Polda Metro Jaya.

Sementara itu Sekretaris Jendral (Sekjen) PPP kubu M Romahurmuzy, Asrul Sani tak menampik jika organisasi sayapnya, AMK, GPK melakukan penyerangan ke Kantor DPP PPP.

Namun, kata Asrul aksi itu bukan penyerangan akan tetapi upaya pengambil alihan kantor oleh organisasi sayap.

“Iya saya dapat laporan jika ada akar rumput yang mau ambil alih kantor DPP. Saya baru tau shubuh,” kata Asrul usai menghadiri diskusi Solusi Akurat di Puang Oca, Senayan, Jakarta, Minggu (16/7).

Oleh karenanya Asrul meminta kepada kubu Djan Faridz agar menghormati putusan PK No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016 yang membatalkan putusan kasasi Mahkamah Agung 601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015.

“Kalau pemilik yang sah mengambil masa ga boleh, lantas apa legalitas pelapor yang mengaku penyerangan itu, masa mau ambil alih kok ga boleh,” ujarnya.

Asrul pun mengaku heran dengan kubu Djan Faridz yang hingga saat ini masih bersikukuh menempati kantor DPP, yang akhirnya berujung upaya pengambil alihan namun disebut kubu djan Farid penyerangan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...