Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polri Sudah Kantongi Data Sejumlah Ormas yang Akan Dibubarkan

Polri Sudah Kantongi Data Sejumlah Ormas yang Akan Dibubarkan

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 01:48 WIB

IMG-24126

Kapolri Jendral Tito Karnavian , Kadiv Humas Polri Irjen Setya Wasisto. FOTO: Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jendral Tito Karnavian menyatakan sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah organisasi kemasyarakatan atau ormas yang akan dibubarkan.

Data nama-nama ormas tersebut sudah disampaikan Polri kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto.

“Ada beberapa ormas yang kita sudah ada datanya dan kita sampaikan ke Menko,” kata Tito seusai peresmian Akademi Bela Negara Partai Nasdem, di Jakarta, Minggu (16/7).

Tito mengatakan sejumlah instansi terkait memang terus berkoordinasi untuk melakukan pendataan mengenai ormas-ormas anti-Pancasila dan layak dibubarkan. Koordinasi dilakukan di bawah Menko Polhukam.

“Ada dari BIN (Badan Intelijen Negara), dari kejaksaan, yang perlu kita kumpulkan bersama, dari TNI (Tentara Nasional Indonesia), dari yang lain,” papar dia.

Nantinya, lanjut Kapolri, pembubaran terhadap ormas tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Hukum dan HAM.

Hal ini sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017.

Perppu itu mengubah aturan dalam UU Nomor 17 Tahun 2013 sehingga pemerintah tak harus menempuh jalur pengadilan untuk membubarkan suatu ormas.

Perppu tersebut diterbitkan setelah pemerintah mengumumkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dianggap anti-Pancasila.

“Saya pikir pembubaran ormas bertentangan dengan Pancasila itu tindakan yang perlu kita lakukan. Pro dan kontra itu biasa, tapi kalau sudah bicara Pancasila, NKRI, apa pun, harus kita hadapi,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...