Sabtu, 23 September 2017 | 07.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ternyata Penyimpan Tas yang Diduga Berisi Bom di Depok Adalah Orang Gila

Ternyata Penyimpan Tas yang Diduga Berisi Bom di Depok Adalah Orang Gila

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 13:18 WIB

IMG-24132

Tim penjinak bom sterilisasi lokasi penemuan tas mencurigakan di Terminal Depok, Senin (3/7). Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso.

DEPOK, kini.co.id – Aparat Kepolisian Polresta Depok selesai melakukan pemeriksaan terhadap Daseng Rustana, pelaku penyimpan tas di Trotoar depan ITC Depok Jl. Margonda Raya Depok pada awal Juli lalu yang sempat membuat geger dikira berisi bom.

Berdasarkan hasil test pemeriksaan kejiwaan, ternyata pelaku mengalami gangguan jiwa alias orang gila.

Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus kepada wartawan, Senin (17/7), mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaam tim kedokteran dari Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur Daseng mengalami gangguan Skizofrenia atau gangguan jiwa.

Dikatakannya, pelaku tidak mampu memahami nilai dan resiko tindak pidana yang diduga dilakukannya.

Pelaku membutuhkan perawatan dan pengobatan Psikiatri serta pengawasan ketat karena adanya resiko perilaku yang membahayakan diri dan orang lain atau lingkungannya.

Selanjutnya, kata Firdaus, pelaku telah dipulangkan dari Rumah Sakit dan telah dikembalikan kepada orang tuanya untuk pengobatan kejiwaan lebih lanjut.

Masih dijelaskan Firdaus, Ppada Senin (3/7) lalu sekitar jam 08.00 WIB. Daseng berangkat dari rumah ayah tirinya, Idang Suparmandi Parung Bogor untuk pulang ke Bandung dengan membawa tas gemblok berisi pakaian serta membawa tas slempang kecil.

Namun sesampainya di Terminal Depok Daseng turun dari angkot kemudian berjalan dan menaruh tas gemblok maupun tas slempang yang di trotoar depan ITC kemudian ditinggal pergi kearah utara.

Setelah Daeng meletakan dua tasnya tersebut kemudian pergi begitu saja warga yang mengira tas itu berisi bom akhirnya geger dan menghubungi aparat kepolisan.

Polisi pun bergerak mengamankan tas dan mensterilkan lokasi penemuan tas dan menjadi tontonan.

Saat dilakukan pemeriksaan, dari dalam tas ada HP berbunyi yang memanggil yakni dari keluarga Daseng, disebutkan bahwa pemilik tas adalah Daseng dan saat itu ada di Parung dirumah ayahnya.

Ia pulang tanpa alas kaki dan kelelahan, akhirnya Polisi pun menjemput untuk dimintai keterangan.

Namun, saat dimintai keterangan oleh polisi, jawaban Daseng tidak nyambung dengan pertanyaan, seperti orang linglung, pandangannya pun kosong.

Setelah diperiksakan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan tes kejiwaan dan diobservasi selama 10 hari dokter menyatakan Daseng mengalami gangguan jiwa. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:22 WIB

Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V Tahun 2017, yang ...
Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:02 WIB

Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang

Lelang barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) selesai digelar, Jumat (22/9) sore ...
Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut
Hukum - Sabtu, 23 September 2017 - 00:08 WIB

Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Chepy Iskandar menolak eksepsi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan ...
Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 23:59 WIB

Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menuding Panglima TNI memaksa anggotanya untuk nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.Panglima TNI Jenderal ...
Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 21:05 WIB

Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK

Seluruh permohonan yang diajukan tim penasehat hukum Setya Novanto dijawab tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan praperadilan ...
Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 20:46 WIB

Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat

Manajemen Citilink Indonesia menyebutkan penyebab ribuan lebah nemempel disayap pesawat tujuan Batam- Kualanamu diduga karea habitat atau sarang lebah terganggu ...