Senin, 20 November 2017 | 04.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ternyata Penyimpan Tas yang Diduga Berisi Bom di Depok Adalah Orang Gila

Ternyata Penyimpan Tas yang Diduga Berisi Bom di Depok Adalah Orang Gila

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 13:18 WIB

IMG-24132

Tim penjinak bom sterilisasi lokasi penemuan tas mencurigakan di Terminal Depok, Senin (3/7). Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso.

DEPOK, kini.co.id – Aparat Kepolisian Polresta Depok selesai melakukan pemeriksaan terhadap Daseng Rustana, pelaku penyimpan tas di Trotoar depan ITC Depok Jl. Margonda Raya Depok pada awal Juli lalu yang sempat membuat geger dikira berisi bom.

Berdasarkan hasil test pemeriksaan kejiwaan, ternyata pelaku mengalami gangguan jiwa alias orang gila.

Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus kepada wartawan, Senin (17/7), mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaam tim kedokteran dari Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur Daseng mengalami gangguan Skizofrenia atau gangguan jiwa.

Dikatakannya, pelaku tidak mampu memahami nilai dan resiko tindak pidana yang diduga dilakukannya.

Pelaku membutuhkan perawatan dan pengobatan Psikiatri serta pengawasan ketat karena adanya resiko perilaku yang membahayakan diri dan orang lain atau lingkungannya.

Selanjutnya, kata Firdaus, pelaku telah dipulangkan dari Rumah Sakit dan telah dikembalikan kepada orang tuanya untuk pengobatan kejiwaan lebih lanjut.

Masih dijelaskan Firdaus, Ppada Senin (3/7) lalu sekitar jam 08.00 WIB. Daseng berangkat dari rumah ayah tirinya, Idang Suparmandi Parung Bogor untuk pulang ke Bandung dengan membawa tas gemblok berisi pakaian serta membawa tas slempang kecil.

Namun sesampainya di Terminal Depok Daseng turun dari angkot kemudian berjalan dan menaruh tas gemblok maupun tas slempang yang di trotoar depan ITC kemudian ditinggal pergi kearah utara.

Setelah Daeng meletakan dua tasnya tersebut kemudian pergi begitu saja warga yang mengira tas itu berisi bom akhirnya geger dan menghubungi aparat kepolisan.

Polisi pun bergerak mengamankan tas dan mensterilkan lokasi penemuan tas dan menjadi tontonan.

Saat dilakukan pemeriksaan, dari dalam tas ada HP berbunyi yang memanggil yakni dari keluarga Daseng, disebutkan bahwa pemilik tas adalah Daseng dan saat itu ada di Parung dirumah ayahnya.

Ia pulang tanpa alas kaki dan kelelahan, akhirnya Polisi pun menjemput untuk dimintai keterangan.

Namun, saat dimintai keterangan oleh polisi, jawaban Daseng tidak nyambung dengan pertanyaan, seperti orang linglung, pandangannya pun kosong.

Setelah diperiksakan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan tes kejiwaan dan diobservasi selama 10 hari dokter menyatakan Daseng mengalami gangguan jiwa. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...