Rabu, 17 Januari 2018 | 19.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ternyata Penyimpan Tas yang Diduga Berisi Bom di Depok Adalah Orang Gila

Ternyata Penyimpan Tas yang Diduga Berisi Bom di Depok Adalah Orang Gila

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 13:18 WIB

IMG-24132

Tim penjinak bom sterilisasi lokasi penemuan tas mencurigakan di Terminal Depok, Senin (3/7). Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso.

DEPOK, kini.co.id – Aparat Kepolisian Polresta Depok selesai melakukan pemeriksaan terhadap Daseng Rustana, pelaku penyimpan tas di Trotoar depan ITC Depok Jl. Margonda Raya Depok pada awal Juli lalu yang sempat membuat geger dikira berisi bom.

Berdasarkan hasil test pemeriksaan kejiwaan, ternyata pelaku mengalami gangguan jiwa alias orang gila.

Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus kepada wartawan, Senin (17/7), mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaam tim kedokteran dari Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur Daseng mengalami gangguan Skizofrenia atau gangguan jiwa.

Dikatakannya, pelaku tidak mampu memahami nilai dan resiko tindak pidana yang diduga dilakukannya.

Pelaku membutuhkan perawatan dan pengobatan Psikiatri serta pengawasan ketat karena adanya resiko perilaku yang membahayakan diri dan orang lain atau lingkungannya.

Selanjutnya, kata Firdaus, pelaku telah dipulangkan dari Rumah Sakit dan telah dikembalikan kepada orang tuanya untuk pengobatan kejiwaan lebih lanjut.

Masih dijelaskan Firdaus, Ppada Senin (3/7) lalu sekitar jam 08.00 WIB. Daseng berangkat dari rumah ayah tirinya, Idang Suparmandi Parung Bogor untuk pulang ke Bandung dengan membawa tas gemblok berisi pakaian serta membawa tas slempang kecil.

Namun sesampainya di Terminal Depok Daseng turun dari angkot kemudian berjalan dan menaruh tas gemblok maupun tas slempang yang di trotoar depan ITC kemudian ditinggal pergi kearah utara.

Setelah Daeng meletakan dua tasnya tersebut kemudian pergi begitu saja warga yang mengira tas itu berisi bom akhirnya geger dan menghubungi aparat kepolisan.

Polisi pun bergerak mengamankan tas dan mensterilkan lokasi penemuan tas dan menjadi tontonan.

Saat dilakukan pemeriksaan, dari dalam tas ada HP berbunyi yang memanggil yakni dari keluarga Daseng, disebutkan bahwa pemilik tas adalah Daseng dan saat itu ada di Parung dirumah ayahnya.

Ia pulang tanpa alas kaki dan kelelahan, akhirnya Polisi pun menjemput untuk dimintai keterangan.

Namun, saat dimintai keterangan oleh polisi, jawaban Daseng tidak nyambung dengan pertanyaan, seperti orang linglung, pandangannya pun kosong.

Setelah diperiksakan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk dilakukan tes kejiwaan dan diobservasi selama 10 hari dokter menyatakan Daseng mengalami gangguan jiwa. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...