Jumat, 27 April 2018 | 15.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 16:26 WIB

IMG-24139

Kapolri Jendral Tito Karnavian. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan usulan penutupan aplikasi Telegram oleh Kominfo dilatarbelakangi permintaan pihaknya. Pasalnya tercatat 17 kasus terorisme dirancang melalui komunikasi dengan aplikasi tersebut.

Tito menyebutkan, temuan tersebut merupakan hasil investigasi Tim Densus 88 yang mana Telegram banyak digunakan oleh jarangin terorisme dalam berkomunikasi karena dianggap memiliki kelebihan dari aplikasi lain.

“Telegram ini memiliki enkripsi yg tidak bisa disadap kemudian dapat bikin grup obrolan super besar mencapai 10.000 anggota tanpa ketahuan adminnya dan tidak ketahuan nomor teleponnya. Komunikasinya memang bisa bersifat sangat private, tapi kalau digunakan di tangan yang tidak benar akan membahayakan keamanan negara,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Dijelaskan Tito, Kominfo sebenarnya sudah meminta kepada pihak Telegram agar memberikan akses khusus untuk penanganan atas rekomendasi pihak kepolisian. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak provider Telegram.

“Kami awalnya tidak ingin menutup tapi meminta akses untuk pelaku teror tapi tidak ditanggapi, sehingga pemerintah kami rasa harus unjuk gigi untuk menutup Telegram. Tapi saya dengar dari Menkominfo Telegram kemarin ingin negosiasi. Ke depan akses khusus kepada yang mengancam keamanan negara mudah mudahan bisa diakses kepolisian,” ujarnya.

Masih dijelaskan Tito, pola pelaku terorisme sudah bergeser yang sebelumnya bersifat terorganisir. Namun, saat ini berkembang ‘lone wolf,’ teroris bergerak sendiri karena teradikalisasi secara online.

Pelaku, kata Tito mempelajari pembuatan bom atau melakukan serangan secara online dari internet.

Untuk itu, pihaknya sudah memperkuat bidang siber Polri di antaranya dibentuknya Direktorat Kriminal Khusus Patroli Internet dan menaikan Subdit Siber di Bareskrim menjadi Direktorat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...