Senin, 20 November 2017 | 04.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 16:26 WIB

IMG-24139

Kapolri Jendral Tito Karnavian. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan usulan penutupan aplikasi Telegram oleh Kominfo dilatarbelakangi permintaan pihaknya. Pasalnya tercatat 17 kasus terorisme dirancang melalui komunikasi dengan aplikasi tersebut.

Tito menyebutkan, temuan tersebut merupakan hasil investigasi Tim Densus 88 yang mana Telegram banyak digunakan oleh jarangin terorisme dalam berkomunikasi karena dianggap memiliki kelebihan dari aplikasi lain.

“Telegram ini memiliki enkripsi yg tidak bisa disadap kemudian dapat bikin grup obrolan super besar mencapai 10.000 anggota tanpa ketahuan adminnya dan tidak ketahuan nomor teleponnya. Komunikasinya memang bisa bersifat sangat private, tapi kalau digunakan di tangan yang tidak benar akan membahayakan keamanan negara,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Dijelaskan Tito, Kominfo sebenarnya sudah meminta kepada pihak Telegram agar memberikan akses khusus untuk penanganan atas rekomendasi pihak kepolisian. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak provider Telegram.

“Kami awalnya tidak ingin menutup tapi meminta akses untuk pelaku teror tapi tidak ditanggapi, sehingga pemerintah kami rasa harus unjuk gigi untuk menutup Telegram. Tapi saya dengar dari Menkominfo Telegram kemarin ingin negosiasi. Ke depan akses khusus kepada yang mengancam keamanan negara mudah mudahan bisa diakses kepolisian,” ujarnya.

Masih dijelaskan Tito, pola pelaku terorisme sudah bergeser yang sebelumnya bersifat terorganisir. Namun, saat ini berkembang ‘lone wolf,’ teroris bergerak sendiri karena teradikalisasi secara online.

Pelaku, kata Tito mempelajari pembuatan bom atau melakukan serangan secara online dari internet.

Untuk itu, pihaknya sudah memperkuat bidang siber Polri di antaranya dibentuknya Direktorat Kriminal Khusus Patroli Internet dan menaikan Subdit Siber di Bareskrim menjadi Direktorat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...