Sabtu, 23 September 2017 | 07.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 16:26 WIB

IMG-24139

Kapolri Jendral Tito Karnavian. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan usulan penutupan aplikasi Telegram oleh Kominfo dilatarbelakangi permintaan pihaknya. Pasalnya tercatat 17 kasus terorisme dirancang melalui komunikasi dengan aplikasi tersebut.

Tito menyebutkan, temuan tersebut merupakan hasil investigasi Tim Densus 88 yang mana Telegram banyak digunakan oleh jarangin terorisme dalam berkomunikasi karena dianggap memiliki kelebihan dari aplikasi lain.

“Telegram ini memiliki enkripsi yg tidak bisa disadap kemudian dapat bikin grup obrolan super besar mencapai 10.000 anggota tanpa ketahuan adminnya dan tidak ketahuan nomor teleponnya. Komunikasinya memang bisa bersifat sangat private, tapi kalau digunakan di tangan yang tidak benar akan membahayakan keamanan negara,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Dijelaskan Tito, Kominfo sebenarnya sudah meminta kepada pihak Telegram agar memberikan akses khusus untuk penanganan atas rekomendasi pihak kepolisian. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak provider Telegram.

“Kami awalnya tidak ingin menutup tapi meminta akses untuk pelaku teror tapi tidak ditanggapi, sehingga pemerintah kami rasa harus unjuk gigi untuk menutup Telegram. Tapi saya dengar dari Menkominfo Telegram kemarin ingin negosiasi. Ke depan akses khusus kepada yang mengancam keamanan negara mudah mudahan bisa diakses kepolisian,” ujarnya.

Masih dijelaskan Tito, pola pelaku terorisme sudah bergeser yang sebelumnya bersifat terorganisir. Namun, saat ini berkembang ‘lone wolf,’ teroris bergerak sendiri karena teradikalisasi secara online.

Pelaku, kata Tito mempelajari pembuatan bom atau melakukan serangan secara online dari internet.

Untuk itu, pihaknya sudah memperkuat bidang siber Polri di antaranya dibentuknya Direktorat Kriminal Khusus Patroli Internet dan menaikan Subdit Siber di Bareskrim menjadi Direktorat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:22 WIB

Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V Tahun 2017, yang ...
Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:02 WIB

Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang

Lelang barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) selesai digelar, Jumat (22/9) sore ...
Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut
Hukum - Sabtu, 23 September 2017 - 00:08 WIB

Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Chepy Iskandar menolak eksepsi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan ...
Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 23:59 WIB

Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menuding Panglima TNI memaksa anggotanya untuk nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.Panglima TNI Jenderal ...
Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 21:05 WIB

Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK

Seluruh permohonan yang diajukan tim penasehat hukum Setya Novanto dijawab tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan praperadilan ...
Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 20:46 WIB

Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat

Manajemen Citilink Indonesia menyebutkan penyebab ribuan lebah nemempel disayap pesawat tujuan Batam- Kualanamu diduga karea habitat atau sarang lebah terganggu ...