Minggu, 23 Juli 2017 | 05.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 16:26 WIB

IMG-24139

Kapolri Jendral Tito Karnavian. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan usulan penutupan aplikasi Telegram oleh Kominfo dilatarbelakangi permintaan pihaknya. Pasalnya tercatat 17 kasus terorisme dirancang melalui komunikasi dengan aplikasi tersebut.

Tito menyebutkan, temuan tersebut merupakan hasil investigasi Tim Densus 88 yang mana Telegram banyak digunakan oleh jarangin terorisme dalam berkomunikasi karena dianggap memiliki kelebihan dari aplikasi lain.

“Telegram ini memiliki enkripsi yg tidak bisa disadap kemudian dapat bikin grup obrolan super besar mencapai 10.000 anggota tanpa ketahuan adminnya dan tidak ketahuan nomor teleponnya. Komunikasinya memang bisa bersifat sangat private, tapi kalau digunakan di tangan yang tidak benar akan membahayakan keamanan negara,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Dijelaskan Tito, Kominfo sebenarnya sudah meminta kepada pihak Telegram agar memberikan akses khusus untuk penanganan atas rekomendasi pihak kepolisian. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak provider Telegram.

“Kami awalnya tidak ingin menutup tapi meminta akses untuk pelaku teror tapi tidak ditanggapi, sehingga pemerintah kami rasa harus unjuk gigi untuk menutup Telegram. Tapi saya dengar dari Menkominfo Telegram kemarin ingin negosiasi. Ke depan akses khusus kepada yang mengancam keamanan negara mudah mudahan bisa diakses kepolisian,” ujarnya.

Masih dijelaskan Tito, pola pelaku terorisme sudah bergeser yang sebelumnya bersifat terorganisir. Namun, saat ini berkembang ‘lone wolf,’ teroris bergerak sendiri karena teradikalisasi secara online.

Pelaku, kata Tito mempelajari pembuatan bom atau melakukan serangan secara online dari internet.

Untuk itu, pihaknya sudah memperkuat bidang siber Polri di antaranya dibentuknya Direktorat Kriminal Khusus Patroli Internet dan menaikan Subdit Siber di Bareskrim menjadi Direktorat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...