Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Kapolri Sebut Ada 17 Kasus Terorisme Dibalik Penutupan Telegram

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 17 Juli 2017 - 16:26 WIB

IMG-24139

Kapolri Jendral Tito Karnavian. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan usulan penutupan aplikasi Telegram oleh Kominfo dilatarbelakangi permintaan pihaknya. Pasalnya tercatat 17 kasus terorisme dirancang melalui komunikasi dengan aplikasi tersebut.

Tito menyebutkan, temuan tersebut merupakan hasil investigasi Tim Densus 88 yang mana Telegram banyak digunakan oleh jarangin terorisme dalam berkomunikasi karena dianggap memiliki kelebihan dari aplikasi lain.

“Telegram ini memiliki enkripsi yg tidak bisa disadap kemudian dapat bikin grup obrolan super besar mencapai 10.000 anggota tanpa ketahuan adminnya dan tidak ketahuan nomor teleponnya. Komunikasinya memang bisa bersifat sangat private, tapi kalau digunakan di tangan yang tidak benar akan membahayakan keamanan negara,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Dijelaskan Tito, Kominfo sebenarnya sudah meminta kepada pihak Telegram agar memberikan akses khusus untuk penanganan atas rekomendasi pihak kepolisian. Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh pihak provider Telegram.

“Kami awalnya tidak ingin menutup tapi meminta akses untuk pelaku teror tapi tidak ditanggapi, sehingga pemerintah kami rasa harus unjuk gigi untuk menutup Telegram. Tapi saya dengar dari Menkominfo Telegram kemarin ingin negosiasi. Ke depan akses khusus kepada yang mengancam keamanan negara mudah mudahan bisa diakses kepolisian,” ujarnya.

Masih dijelaskan Tito, pola pelaku terorisme sudah bergeser yang sebelumnya bersifat terorganisir. Namun, saat ini berkembang ‘lone wolf,’ teroris bergerak sendiri karena teradikalisasi secara online.

Pelaku, kata Tito mempelajari pembuatan bom atau melakukan serangan secara online dari internet.

Untuk itu, pihaknya sudah memperkuat bidang siber Polri di antaranya dibentuknya Direktorat Kriminal Khusus Patroli Internet dan menaikan Subdit Siber di Bareskrim menjadi Direktorat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...