Minggu, 23 Juli 2017 | 05.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan dan Luka Anak Jeremy Thomas

Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan dan Luka Anak Jeremy Thomas

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 17 Juli 2017 - 16:38 WIB

IMG-24141

Axel Matthew, Putra Jeremy Thomas yang mengalami luka akibat pergumulan dengan polisi. Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Polisi yang sempat mengamankan anak lelaki aktor senior Jeremy Thomas, Axel Matthew diduga terkait dengan transaksi narkoba berjenis Happy Five.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan Axel diamankan berawal dari adanya seseorang berinisial JV yang membawa 1.118 strip happy five imasukkan ke dalam kotak obat melalui terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

“Jadi begini, Jumat (14/7) di terminal 3, Bea Cukai mengontak, ada dari Kuala Lumpur yang membawa 1.118 strip Happy five dimasukkan kotak panadol. Dari Soekarno Hatta, ada datang ke terminal 3 untuk mengecek. Di sana ditemukan satu orang, diamankan namanya JV,” jelas Argo, Senin (17/7/2017).

Selain JV, satu orang lainnya berinisial DRW juga ditetapkan sebagai tersangka pembeli dan pemilik. Keduanya merupakan Warga Indonesia yang baru saja kembali dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pengembangan polisi kemudian menemukan adanya lima orang pemesan dan salah satunya diduga merupakan putra dari Jeremy Thomas.

“Ada pemesan lima orang, salah satunya anak Jeremy Thomas itu, sudah transfer semua, inisialnya AMT,” tambah Argo.

Menurut Argo, ke 1.118 strip Happpy Five tersebut akan dibagi-bagi kepada para pemesan.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan atas tersangka JV, polisi mengetahui bahwasanya pemesan telah mentransfer uang sebesar Rp1,5 juta untuk membeli Happy Five ketika JV masih berada di Malaysia.

Polisi pun telah menemukan barang bukti berbentuk bukti transfer.

Terkait luka lebam yang dialami Axel, menurut Argo, hal tersebut terjadi saat pihak anggota kepolisian dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan penangkapan di Hotel Crystal, Kemang, Jakarta Selatan.

Namun, Axel berusaha melarikan diri sehingga terjadi pergumulan antara polisi dengan Alex.

“Anggota dari Soekarno-Hatta melakukan penangkapan di hotel itu. Nah, kemudian terjadi, karena dia lari, kita kejar. Nah, terjadi pergumulan itu. Pergumulan di sana. Akhirnya orang tua ini datang membawa anaknya . Jadi dengan seperti itu, bergumul, pasti adalah [luka] di situ,” tegasnya.

Menanggapi tindakan yang akan diambil oleh pihak Jeremy Thomas yang mengambil jalur hukum terkait masalah lebam di tubuh putranya dengan melaporkan pihak yang diduga menganiaya ke Prompam Polda Metro Jaya.

Argo mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut, karena dengan adanya laporan itu bisa menjadi sarana bagi kedua belah pihak untuk saling mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...