Senin, 20 November 2017 | 04.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan dan Luka Anak Jeremy Thomas

Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan dan Luka Anak Jeremy Thomas

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 17 Juli 2017 - 16:38 WIB

IMG-24141

Axel Matthew, Putra Jeremy Thomas yang mengalami luka akibat pergumulan dengan polisi. Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Polisi yang sempat mengamankan anak lelaki aktor senior Jeremy Thomas, Axel Matthew diduga terkait dengan transaksi narkoba berjenis Happy Five.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan Axel diamankan berawal dari adanya seseorang berinisial JV yang membawa 1.118 strip happy five imasukkan ke dalam kotak obat melalui terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

“Jadi begini, Jumat (14/7) di terminal 3, Bea Cukai mengontak, ada dari Kuala Lumpur yang membawa 1.118 strip Happy five dimasukkan kotak panadol. Dari Soekarno Hatta, ada datang ke terminal 3 untuk mengecek. Di sana ditemukan satu orang, diamankan namanya JV,” jelas Argo, Senin (17/7/2017).

Selain JV, satu orang lainnya berinisial DRW juga ditetapkan sebagai tersangka pembeli dan pemilik. Keduanya merupakan Warga Indonesia yang baru saja kembali dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pengembangan polisi kemudian menemukan adanya lima orang pemesan dan salah satunya diduga merupakan putra dari Jeremy Thomas.

“Ada pemesan lima orang, salah satunya anak Jeremy Thomas itu, sudah transfer semua, inisialnya AMT,” tambah Argo.

Menurut Argo, ke 1.118 strip Happpy Five tersebut akan dibagi-bagi kepada para pemesan.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan atas tersangka JV, polisi mengetahui bahwasanya pemesan telah mentransfer uang sebesar Rp1,5 juta untuk membeli Happy Five ketika JV masih berada di Malaysia.

Polisi pun telah menemukan barang bukti berbentuk bukti transfer.

Terkait luka lebam yang dialami Axel, menurut Argo, hal tersebut terjadi saat pihak anggota kepolisian dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan penangkapan di Hotel Crystal, Kemang, Jakarta Selatan.

Namun, Axel berusaha melarikan diri sehingga terjadi pergumulan antara polisi dengan Alex.

“Anggota dari Soekarno-Hatta melakukan penangkapan di hotel itu. Nah, kemudian terjadi, karena dia lari, kita kejar. Nah, terjadi pergumulan itu. Pergumulan di sana. Akhirnya orang tua ini datang membawa anaknya . Jadi dengan seperti itu, bergumul, pasti adalah [luka] di situ,” tegasnya.

Menanggapi tindakan yang akan diambil oleh pihak Jeremy Thomas yang mengambil jalur hukum terkait masalah lebam di tubuh putranya dengan melaporkan pihak yang diduga menganiaya ke Prompam Polda Metro Jaya.

Argo mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut, karena dengan adanya laporan itu bisa menjadi sarana bagi kedua belah pihak untuk saling mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...