Minggu, 23 Juli 2017 | 05.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Blokir Telegram adalah Tindakan Terburu-buru

Blokir Telegram adalah Tindakan Terburu-buru

Reporter : Rakisa | Senin, 17 Juli 2017 - 19:56 WIB

IMG-24154

Telegram. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, pemblokiran media sosial Telegram tak ubah seperti masyarakat komunis Korea Utara.

“Mestinya pemerintah tahu cara baru mencegah radikalisme. Cara canggih daripada blokir, membubarkan dan meminta masyarakat Indonesia bersikap seperti rakyat Korea Utara,”ucap Hendri, Senin (17/7).

Hendri menyatakan memblokir merupakan cara paling mudah dalam mencegah. Tapi upaya itu hanya bersifat sementara.

Karena, pada dasarnya, mencegah radikalisme itu adalah kewajiban pemerintah dan pemblokiran Telegram merupakan tindakan terburu-buru. Hanya menunjukkan lemahnya fungsi dan perencanaan negara menghadapi radikalisme.

Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jumat (14/7) lalu memblokir media sosial Telegram dengan alasan membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan terorisme.

Bahkan pemerintah menyebutkan, Telegram bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...