Sabtu, 19 Agustus 2017 | 07.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Darmin Bantah Ekonomi Indonesia Loyo

Darmin Bantah Ekonomi Indonesia Loyo

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 8 Agustus 2017 - 22:26 WIB

IMG-24924

Mentri Koordinator Perekonomian, Darmin nasution. Foto Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Anggapan adanya pelemahan ekonomi Indonesia oleh sejumlah pihak dibantah tegas Mentri Koordinator Perekonomian, Darmin nasution.

Darmin menilai anggapan tersebut tanpa dasar, pasalnya pertumbuhan ekonomi triwulan II 2017 tidak jelek namun juga tidak terlalu bagus.

“Ukuran yang digunakan adalah pada bulan Juni, yang merupakan akhir bulan puasa, menjelang Lebaran yang memang orang menyimpan dulu uangnya di bank dan saat Lebaran dan setelahnya baru membelanjakannya,” kata Darmin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/8).

Darmin menyebutkan komposisi angka-angka dalam mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup seimbang mulai dari konsumsi, investasi, serta dan ekspor impor.

Lanjutnya, dilihat dari sektornya, pertanian, jasa, semuanya bagus sehingga sebenarnya kalau dilihat kondisi ekonomi berjalan cukup baik. Walaupun ada yang mengatakan melambat tetapi saat ini masih kuartal II.

“Target kita 5,2 persen kan satu tahun,” katanya.

Ia juga mengingatkan daya beli masyarakat juga harus diukur dengan indikator yang benar.

“Kalau cuma dari para peritel ya kurang akurat,” katanya.

Darmin menegaskan perdanganan dalam jaringan ada yang masuk dan ada yang tidak dalam perhitungan daya beli masyarakat.

“Harusnya masuk ke dalam national payment gateway dan bisa meng-capture perdagangan elektronik kita tetapi kita belum sampai. Jadi banyak sirkuit internasional perdagangan belum ada yang tahu,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year).

Pertumbuhan itu didukung oleh PMTB yang tumbuh 5,35 persen, konsumsi rumah tangga 4,95 persen, ekspor 3,36 persen, impor 0,55 persen dan konsumsi LNPRT 8,49 persen.

Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93 persen karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun 2016.

Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I 2017 tercatat mencapai 5,01 persen.

Sementara itu, pemerintah dalam APBNP 2017 menetapkan asumsi dasar makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:04 WIB

Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang alias OSO menggelar syukuran ulang tahun yang ke-67 di kediamannya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ...
Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel

Menindaklanjuti pengaduan ratusan calon jamaah umroh korban penipuan First Travel, lembaga DPR menegaskan akan mengusut gagalnya perusahaan yang memberangkatkan umrah ...
Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:47 WIB

Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh

Ratusan korban jamaah umroh First Travel yang mengadukan nasibnya ke DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8) siang. Pada pertemuan itu mereka ...
China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 22:29 WIB

China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia

Investasi China ke Indonesia akan joran-joran seiring dengan sejumlah proyek insfrastruktur yang dibiayainya di tanah air, seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya ...
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...