Senin, 19 Februari 2018 | 10.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Darmin Bantah Ekonomi Indonesia Loyo

Darmin Bantah Ekonomi Indonesia Loyo

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 8 Agustus 2017 - 22:26 WIB

IMG-24924

Mentri Koordinator Perekonomian, Darmin nasution. Foto Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Anggapan adanya pelemahan ekonomi Indonesia oleh sejumlah pihak dibantah tegas Mentri Koordinator Perekonomian, Darmin nasution.

Darmin menilai anggapan tersebut tanpa dasar, pasalnya pertumbuhan ekonomi triwulan II 2017 tidak jelek namun juga tidak terlalu bagus.

“Ukuran yang digunakan adalah pada bulan Juni, yang merupakan akhir bulan puasa, menjelang Lebaran yang memang orang menyimpan dulu uangnya di bank dan saat Lebaran dan setelahnya baru membelanjakannya,” kata Darmin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/8).

Darmin menyebutkan komposisi angka-angka dalam mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup seimbang mulai dari konsumsi, investasi, serta dan ekspor impor.

Lanjutnya, dilihat dari sektornya, pertanian, jasa, semuanya bagus sehingga sebenarnya kalau dilihat kondisi ekonomi berjalan cukup baik. Walaupun ada yang mengatakan melambat tetapi saat ini masih kuartal II.

“Target kita 5,2 persen kan satu tahun,” katanya.

Ia juga mengingatkan daya beli masyarakat juga harus diukur dengan indikator yang benar.

“Kalau cuma dari para peritel ya kurang akurat,” katanya.

Darmin menegaskan perdanganan dalam jaringan ada yang masuk dan ada yang tidak dalam perhitungan daya beli masyarakat.

“Harusnya masuk ke dalam national payment gateway dan bisa meng-capture perdagangan elektronik kita tetapi kita belum sampai. Jadi banyak sirkuit internasional perdagangan belum ada yang tahu,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year).

Pertumbuhan itu didukung oleh PMTB yang tumbuh 5,35 persen, konsumsi rumah tangga 4,95 persen, ekspor 3,36 persen, impor 0,55 persen dan konsumsi LNPRT 8,49 persen.

Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93 persen karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun 2016.

Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I 2017 tercatat mencapai 5,01 persen.

Sementara itu, pemerintah dalam APBNP 2017 menetapkan asumsi dasar makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...