Selasa, 17 Oktober 2017 | 14.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Darmin Bantah Ekonomi Indonesia Loyo

Darmin Bantah Ekonomi Indonesia Loyo

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 8 Agustus 2017 - 22:26 WIB

IMG-24924

Mentri Koordinator Perekonomian, Darmin nasution. Foto Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Anggapan adanya pelemahan ekonomi Indonesia oleh sejumlah pihak dibantah tegas Mentri Koordinator Perekonomian, Darmin nasution.

Darmin menilai anggapan tersebut tanpa dasar, pasalnya pertumbuhan ekonomi triwulan II 2017 tidak jelek namun juga tidak terlalu bagus.

“Ukuran yang digunakan adalah pada bulan Juni, yang merupakan akhir bulan puasa, menjelang Lebaran yang memang orang menyimpan dulu uangnya di bank dan saat Lebaran dan setelahnya baru membelanjakannya,” kata Darmin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/8).

Darmin menyebutkan komposisi angka-angka dalam mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup seimbang mulai dari konsumsi, investasi, serta dan ekspor impor.

Lanjutnya, dilihat dari sektornya, pertanian, jasa, semuanya bagus sehingga sebenarnya kalau dilihat kondisi ekonomi berjalan cukup baik. Walaupun ada yang mengatakan melambat tetapi saat ini masih kuartal II.

“Target kita 5,2 persen kan satu tahun,” katanya.

Ia juga mengingatkan daya beli masyarakat juga harus diukur dengan indikator yang benar.

“Kalau cuma dari para peritel ya kurang akurat,” katanya.

Darmin menegaskan perdanganan dalam jaringan ada yang masuk dan ada yang tidak dalam perhitungan daya beli masyarakat.

“Harusnya masuk ke dalam national payment gateway dan bisa meng-capture perdagangan elektronik kita tetapi kita belum sampai. Jadi banyak sirkuit internasional perdagangan belum ada yang tahu,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year).

Pertumbuhan itu didukung oleh PMTB yang tumbuh 5,35 persen, konsumsi rumah tangga 4,95 persen, ekspor 3,36 persen, impor 0,55 persen dan konsumsi LNPRT 8,49 persen.

Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93 persen karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun 2016.

Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I 2017 tercatat mencapai 5,01 persen.

Sementara itu, pemerintah dalam APBNP 2017 menetapkan asumsi dasar makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...
Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:30 WIB

Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Senin (16/10) malam, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan pertemuan dengan President Fujitrans Corporation ...
Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK

Dipanggil terkait kasus suap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Budi Karya datang ke gedung KPK, Selasa (17/10/2017).Berbaju batik cokelat, Budi tiba ...
Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:26 WIB

Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Uno, ...