Minggu, 25 Februari 2018 | 18.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fahri Sebut Praktik Hukum KPK Mirip Kopkamtib

Fahri Sebut Praktik Hukum KPK Mirip Kopkamtib

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 8 Agustus 2017 - 22:46 WIB

IMG-24926

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (KiniNews/Bayu Putra)

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah kembali melontarkan serangannya terhadap lembaga anti rasuah dengan plesetan bahwa KPK kepanjangan dari Kantor Pemberitaan Korupsi.

Fahri menyatakan hal itu lantaran KPk dinilai semakin intens menggelar konferensi pers kepada media dengan mengumumkan orang-orang yang masuk target lembaga antirasuah itu.

“Harus diam-diam sajalah. Kalau terus bikin opini kan repot,” kata Fahri saat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8).

Fahri juga menyindir pernyataan penyidik senior KPK Novel Baswedan yang dinilainya kontroversial.

“Novel bikin opini dari Singapura, tembak sana tembak sini. Disuruh diperiksa nggak mau. Ini apa ini, kok negara ini jadi milik KPK,” kata Fahri.

Untuk itu, Fahri mendesak KPK agar kembali ke jalan yang benar dan diminta diam sejenak tidak terus menebar opini.

Terlebih KPK, kata Fahri banyak bermasalah berdasarkan hasil temuan Pansus Angket DPR untuk KPK yang tidak sesuai dengan aturan main, misalnya memutuskan perkara secara sepihak, menetapkan tersangka tanpa alat bukti, dan memakai media untuk mengintimidasi.

Ia menyebutkan langkah KPK dalam pelaksanaannya dianggap kelewatan dan dianggap sama dengan Kopkamtib (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) era orde baru atau Gestapu.

“Praktek hukum yang dijalankan KPK menurut saya mirip dengan Kopkamtib zaman orde baru atau Gestapu zaman Hitler,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...
TGB: Kualitas Siswa Jebolan Pesantren Tak Kalah dari Sekolah Umum
Pendidikan - Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:49 WIB

TGB: Kualitas Siswa Jebolan Pesantren Tak Kalah dari Sekolah Umum

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberi semangat kepada ...