Thursday, 19 July 2018 | 20.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sindikat Penjual Bayi di Simalungun, Ini Kata Komnas Anak

Sindikat Penjual Bayi di Simalungun, Ini Kata Komnas Anak

Reporter : Nur Fatimah | Wednesday, 9 August 2017 - 08:20 WIB

IMG-24929

Perdagangan bayi di Simalungun. (Kininews/Ist)

Medan, kini.co.id – Sindikat penjualan bayi di Simalungun, Sumatera Utara terbongkar. 14 orang yang terlibat dalam perdagangan bayi tersebut telah diringkus Polsek Tanah Jawa Simalungun.

Terkait ini Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mengecam pelaku penjualan bayi tersebut.

Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait bahkan menyebut perdagangan bayi di Simalungun merupakan tragedi kemanusiaan yang di luar akal sehat.

Ia meminta para pelaku dikenakan UU Perlindungan Anak dengan hukuman 15 tahun penjara.

“Demi keadilan bagi korban, para pelaku kejahatan kemanusiaan dan moralitas ini dengan ketentuan pasal 68 junto pasal 83 UU No. 35 Tahun 2014 tentang petubahan UURI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo. Psal 51 ayat ke 1 KUHPidana dan UU N. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Polres Simalungun menjerat dengan ancaman 15 tahun pidana penjara dan dapat ditambahkan dengan pidana tambahan sepertiga dari pidana pokok jika dilakukan oleh orangtua kandung korban,” ucapnya.

Untuk mengawal proses hukum tragedi kemanusiaan ini, ujarnya, Komnas Anak menugaskan LPA Siantar dan Simalungun dan Quick Investigator Komnas Anak Tim Medan untuk mengawal proses hukum yang dilakukan Polres Simalungun.

Ia juga mendesak Dinas Sosial Kabupaten Simalungun untuk melakukan intervensi dan evakuasi terhadap korban dan melibatkan partisipasi masyarakat untuk membangun gerakan perlindungan Anak sekampung di seluruh desa atau kampung di Simalungun.

Sebelumnya, 8 bayi menjadi korban perdagangan manusia di Simalungun, Sumut.

Bayi-bayi tersebut dijual dengan melibatkan bidan dan dukun beranak. Tak hanya diseputaran Simalungun, bayi-bayi itu juga dijual ke Jakarta, Batam, Asahan, Pekanbaru dengan harga jual bayi bervariasi antara 15-20 Juta rupiah per seorang bayi.

Hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan Polres Simalungun ditemukan fakta hukum bahwa telah terjadi perdagangan bayi yang dilakukan terduga pelaku 14 orang dengan korban 8 orang bayi berusia 0-8 bulan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...