Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Teror Kepada Novel Baswedan; Satu Mata Dihilangkan, Jutaan Mata Menyoroti

Teror Kepada Novel Baswedan; Satu Mata Dihilangkan, Jutaan Mata Menyoroti

Reporter : Fadilah | Rabu, 9 Agustus 2017 - 14:26 WIB

IMG-24941

Aksi teatrikal terkait teror kepada Novel Baswedan. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Pemuda pemudi antikorupsi yang tergabung dalam Sekolah Anti Korupsi (Sakti) mengadakan aksi teatrikal usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (9/8/2017).

Pantauan tim redaksi dilokasi, mereka mengenakan topeng dengan satu mata dihilangkan. Ada yang menggunakan wajah Novel Baswedan, Tito Karnavian dan juga wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aksi teatrikal tersebut dilakukan untuk mengingatkan kepada Jokowi bahwa aparat Kepolisian masih belum menemukan tersangka penyiraman air keras dan aktor intelektual dari penyiraman tersebut. Padahal hari ini merupakan hari ke-120.

“Serangan yang dialami Novel Baswedan adalah contoh nyata dari serangan koruptor terhadap lembaga, organisasi, penegak hukum yang sedang mengusut kasus korupsi yang semakin menggurita. Ini semakin menunjukkan bahwa negara telah abai dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ucap Orator.

Sakti berpendapat, peristiwa ini tidak bisa dilihat sebagai tindak kriminal biasa. Namun, harus dilihat dari apa yang sedang dilakukan oleh Novel Baswedan.

Saat kejadian berlangsung Novel sedang menyidik kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Persitiwa ini dinilainya merupakan perlawanan balik koruptor terhadap secara institusi maupun Novel sebagai individu.

“Sayangnya, hal ini tak pernah bisa dilakukan oleh penegak hukum. Oleh karena itu, hal yang wajar jika publik menganggap bahwa negara dan aparat penegak hukum tidak memiliki komitmen serius dalam pemberantasan korupsi,” katanya.

Meski demikian lanjut Orator, Novel tidak sendirian, saat ini ada jutaaan mata menyoroti kasus ini. Masyarakat di berbagai daerah sedang menunggu keseriusan pemerintah dan penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

“Tak hanya itu, masyarakat juga menunggu sikap tegas dari Presiden Joko Widodo untuk mendorong dan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini memberikan deadline kepada kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini,” tegasnya.

Mata masyarakat Indonesia terus memantau kasus ini. Ketidakseriusan, pembiaran, bahkan kesengajaan yang dilakukan oleh pemerintah dan penegak hukum akan melahirkan kekecewaan dan kemarahan ya nantinya bisa menjadi pertawanan yang semakin kuat serta terorganisir.

“Kita tidak pernah menutup mata dan diam untuk terus memantau serta berteriak atas praktik korupsi yang terjadi di bumi pertiwi, Indonesia,” kata dia.

Adapun Sekolah Anti Korupsi(SAKTI), ICW 2017 menuntut agar Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Keberadaan TGPF ini diyakini menjadi penting agar penegak penyelidikan yang dilakukan langsung di bawah supervisi Presiden dan bisa diisi oleh gabungan penegak hukum serta masyarakat sipil.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...