Thursday, 19 July 2018 | 20.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Teror Kepada Novel Baswedan; Satu Mata Dihilangkan, Jutaan Mata Menyoroti

Teror Kepada Novel Baswedan; Satu Mata Dihilangkan, Jutaan Mata Menyoroti

Reporter : Fadilah | Wednesday, 9 August 2017 - 14:26 WIB

IMG-24941

Aksi teatrikal terkait teror kepada Novel Baswedan. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Pemuda pemudi antikorupsi yang tergabung dalam Sekolah Anti Korupsi (Sakti) mengadakan aksi teatrikal usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (9/8/2017).

Pantauan tim redaksi dilokasi, mereka mengenakan topeng dengan satu mata dihilangkan. Ada yang menggunakan wajah Novel Baswedan, Tito Karnavian dan juga wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aksi teatrikal tersebut dilakukan untuk mengingatkan kepada Jokowi bahwa aparat Kepolisian masih belum menemukan tersangka penyiraman air keras dan aktor intelektual dari penyiraman tersebut. Padahal hari ini merupakan hari ke-120.

“Serangan yang dialami Novel Baswedan adalah contoh nyata dari serangan koruptor terhadap lembaga, organisasi, penegak hukum yang sedang mengusut kasus korupsi yang semakin menggurita. Ini semakin menunjukkan bahwa negara telah abai dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ucap Orator.

Sakti berpendapat, peristiwa ini tidak bisa dilihat sebagai tindak kriminal biasa. Namun, harus dilihat dari apa yang sedang dilakukan oleh Novel Baswedan.

Saat kejadian berlangsung Novel sedang menyidik kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Persitiwa ini dinilainya merupakan perlawanan balik koruptor terhadap secara institusi maupun Novel sebagai individu.

“Sayangnya, hal ini tak pernah bisa dilakukan oleh penegak hukum. Oleh karena itu, hal yang wajar jika publik menganggap bahwa negara dan aparat penegak hukum tidak memiliki komitmen serius dalam pemberantasan korupsi,” katanya.

Meski demikian lanjut Orator, Novel tidak sendirian, saat ini ada jutaaan mata menyoroti kasus ini. Masyarakat di berbagai daerah sedang menunggu keseriusan pemerintah dan penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

“Tak hanya itu, masyarakat juga menunggu sikap tegas dari Presiden Joko Widodo untuk mendorong dan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini memberikan deadline kepada kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini,” tegasnya.

Mata masyarakat Indonesia terus memantau kasus ini. Ketidakseriusan, pembiaran, bahkan kesengajaan yang dilakukan oleh pemerintah dan penegak hukum akan melahirkan kekecewaan dan kemarahan ya nantinya bisa menjadi pertawanan yang semakin kuat serta terorganisir.

“Kita tidak pernah menutup mata dan diam untuk terus memantau serta berteriak atas praktik korupsi yang terjadi di bumi pertiwi, Indonesia,” kata dia.

Adapun Sekolah Anti Korupsi(SAKTI), ICW 2017 menuntut agar Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Keberadaan TGPF ini diyakini menjadi penting agar penegak penyelidikan yang dilakukan langsung di bawah supervisi Presiden dan bisa diisi oleh gabungan penegak hukum serta masyarakat sipil.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...