Sabtu, 19 Agustus 2017 | 06.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Teror Kepada Novel Baswedan; Satu Mata Dihilangkan, Jutaan Mata Menyoroti

Teror Kepada Novel Baswedan; Satu Mata Dihilangkan, Jutaan Mata Menyoroti

Reporter : Fadilah | Rabu, 9 Agustus 2017 - 14:26 WIB

IMG-24941

Aksi teatrikal terkait teror kepada Novel Baswedan. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Pemuda pemudi antikorupsi yang tergabung dalam Sekolah Anti Korupsi (Sakti) mengadakan aksi teatrikal usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (9/8/2017).

Pantauan tim redaksi dilokasi, mereka mengenakan topeng dengan satu mata dihilangkan. Ada yang menggunakan wajah Novel Baswedan, Tito Karnavian dan juga wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aksi teatrikal tersebut dilakukan untuk mengingatkan kepada Jokowi bahwa aparat Kepolisian masih belum menemukan tersangka penyiraman air keras dan aktor intelektual dari penyiraman tersebut. Padahal hari ini merupakan hari ke-120.

“Serangan yang dialami Novel Baswedan adalah contoh nyata dari serangan koruptor terhadap lembaga, organisasi, penegak hukum yang sedang mengusut kasus korupsi yang semakin menggurita. Ini semakin menunjukkan bahwa negara telah abai dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ucap Orator.

Sakti berpendapat, peristiwa ini tidak bisa dilihat sebagai tindak kriminal biasa. Namun, harus dilihat dari apa yang sedang dilakukan oleh Novel Baswedan.

Saat kejadian berlangsung Novel sedang menyidik kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Persitiwa ini dinilainya merupakan perlawanan balik koruptor terhadap secara institusi maupun Novel sebagai individu.

“Sayangnya, hal ini tak pernah bisa dilakukan oleh penegak hukum. Oleh karena itu, hal yang wajar jika publik menganggap bahwa negara dan aparat penegak hukum tidak memiliki komitmen serius dalam pemberantasan korupsi,” katanya.

Meski demikian lanjut Orator, Novel tidak sendirian, saat ini ada jutaaan mata menyoroti kasus ini. Masyarakat di berbagai daerah sedang menunggu keseriusan pemerintah dan penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

“Tak hanya itu, masyarakat juga menunggu sikap tegas dari Presiden Joko Widodo untuk mendorong dan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini memberikan deadline kepada kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini,” tegasnya.

Mata masyarakat Indonesia terus memantau kasus ini. Ketidakseriusan, pembiaran, bahkan kesengajaan yang dilakukan oleh pemerintah dan penegak hukum akan melahirkan kekecewaan dan kemarahan ya nantinya bisa menjadi pertawanan yang semakin kuat serta terorganisir.

“Kita tidak pernah menutup mata dan diam untuk terus memantau serta berteriak atas praktik korupsi yang terjadi di bumi pertiwi, Indonesia,” kata dia.

Adapun Sekolah Anti Korupsi(SAKTI), ICW 2017 menuntut agar Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Keberadaan TGPF ini diyakini menjadi penting agar penegak penyelidikan yang dilakukan langsung di bawah supervisi Presiden dan bisa diisi oleh gabungan penegak hukum serta masyarakat sipil.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:04 WIB

Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang alias OSO menggelar syukuran ulang tahun yang ke-67 di kediamannya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ...
Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel

Menindaklanjuti pengaduan ratusan calon jamaah umroh korban penipuan First Travel, lembaga DPR menegaskan akan mengusut gagalnya perusahaan yang memberangkatkan umrah ...
Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:47 WIB

Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh

Ratusan korban jamaah umroh First Travel yang mengadukan nasibnya ke DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8) siang. Pada pertemuan itu mereka ...
China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 22:29 WIB

China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia

Investasi China ke Indonesia akan joran-joran seiring dengan sejumlah proyek insfrastruktur yang dibiayainya di tanah air, seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya ...
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...