Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kajari Pamekasan Diperiksa KPK Untuk Mencocokan Suara yang Ada di Sadapan

Kajari Pamekasan Diperiksa KPK Untuk Mencocokan Suara yang Ada di Sadapan

Reporter : Fadilah | Rabu, 9 Agustus 2017 - 16:05 WIB

IMG-24943

Kajari Pamekasan di KPK. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan, Rudy Indra Prasetya yang telah menjadi tersangka penerima suap terkait pulbaket dugaan penyelewengan dana desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu, (9/8/2017).

Rudy menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam.

Kuasa Hukum Rudy yaitu Ade Yuliawan mengakui, dalam pemeriksaan ini, kliennya hanya dicocokan suaranya atas rekaman suara hasil sadapan penyidik KPK.

“Hari terkait pemeriksaan sebagai tersangka untuk saksi, tapi lebih ke pencocokan suara. Mungkin suaranya nanti dicocokan dengan hasil telepon yang disadap oleh KPK,” ujar Ade di Gedung KPK.

Hanya saja, ia belum mau menyebutkan apa isi dari percakapan tersebut. Ia berdalih tak mendampingi saat pemeriksaan tadi.

“Saat pemeriksaan tidak didampingi oleh pengacara karena masih diperiksa sebagai saksi,” pungkasnya.

Pada hari ini, penyidik KPK melakukan pemeriksaan silang terhadap para tersangka kasus tersebut. Dimana Rudy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Achmad Syafii, kemudian Noer Salehhoeddin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Agus Mulyadi, Sutjipto Utomo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Agus Mulyadi, Agus Mulyadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Achmad Syafi’i, dan Achmad Syafi’i diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rudy Indra Prasetya.

Adapun Rudy sendiri dalam kasus ini berperan sebagai penerima suap. Ia menerima suap dari sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebesar Rp 250 juta. Suap tersebut untuk mengamankan pulbaket dugaan penyelewengan dana desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur,

Akibat perbuatannya itu, Rudy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...