Rabu, 13 Desember 2017 | 10.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pakar Hukum Sebut Pertanda Setnov Jadi ‘Pesakitan’ KPK Sudah Jelas

Pakar Hukum Sebut Pertanda Setnov Jadi ‘Pesakitan’ KPK Sudah Jelas

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 10 Agustus 2017 - 13:19 WIB

IMG-24969

Setya Novanto. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Sampai sekarang Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, masih menghirup udara bebas, meski telah menjadi tersangka kasus dugaan rasuah Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17 Juli lalu.

Pakar hukum tata negara Universitas Indonesia (UI), Chudry Sitompul, hal tersebut terjadi karena “tradisi” KPK saat akan menahan seorang tersangka yang bersangkutan terlebih dahulu harus ‘digarap’ beberapa kali.

“Karena sudah diperiksa KPK beberapa kali, baru ditahan,” ujarnya melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (9/8).

(Baca juga: Rampung Diperiksa KPK, Mekeng Irit Bicara)

Seringnya mangkir ketika dipanggil, juga menjadi kebiasaan komisi antirasuah untuk menahan seorang tersangka.

Dugaan peran sentral Setnov pada kasus tersebut dan adanya upaya untuk menghilangkan ‘jejak’, kata Chudry, bisa juga menjadi dasar untuk menahan Ketua DPR RI itu.

“Tapi, ini kan tergantung diskresi, kebijakan dari KPK,” sambungnya.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), perintah penahanan terhadap seorang tersangka dilakukan dengan tiga pertimbangan subjektif.

(Baca juga: Buktikan Keterlibatan Setnov, KPK Panggil Enam Saksi)

Yakni, keadaan yang menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, bakal merusak atau menghilangkan barang bukti, dan adanya mengulangi tindak pidana.

Adapun pertimbangan objektifnya sesuai Pasal 21 ayat (4) KUHAP, yaitu tindak pidana yang dilakukan tersangka diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih.

Untuk diketahui, dalam menetapkan Setnov sebagai tersangka KPK mengenakan Pasal Pasal 3 atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

Dia pun telah dicegah tangkal (cekal) untuk berpergian keluar negeri selama enam bulan sebelum menjadi tersangka atau pada 10 April 2017.

Sejak ditetapkan menjadi tersangka, sejumlah pihak terkait perkara e-KTP, baik dari DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, maupun swasta, telah dipanggil sebagai saksi terkait Setnov

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:19 WIB

Masih Pakai Rompi Oranye, Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang terletak di Jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, Rabu, (13/12/2017).Dia akan ...
Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 10:16 WIB

Ini yang Janggal Dalam Dakwaan Novanto Menurut Pengacara

Pengacara Ketua DPR RI, Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat dakwaan Jaksa KPK terhadap kliennya. ...
Kuasa Hukum Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:10 WIB

Kuasa Hukum Novanto Tiba di Pengadilan Tipikor

Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Firman tiba ...
Susunan Majelis Hakim yang Sidangkan Perkara Novanto
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 08:29 WIB

Susunan Majelis Hakim yang Sidangkan Perkara Novanto

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat telah menetapkan susunan Majelis Hakim dalam perkara korupsi pengadaan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis ...
Pimpinan KPK Pantau Sidang Novanto
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 08:26 WIB

Pimpinan KPK Pantau Sidang Novanto

Sidang kasus dugaan korupsi megaproyek pengadaan e-KTP, dengan tersangka Setya Novanto, akan mulai digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 13 ...
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...