Sabtu, 19 Agustus 2017 | 07.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Jonan Minta Inspektur Migas Tingkatkan Kompetensi

Jonan Minta Inspektur Migas Tingkatkan Kompetensi

Reporter : Sindi Violinda | Kamis, 10 Agustus 2017 - 14:29 WIB

IMG-24972

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta agar para Inspektur Migas meningkatkan kompetensinya dalam arahannya, Kamis (10/8) di Ditjen Migas. KiniNews/Humas Ditjen Migas.

JAKARTA, kini.co.id – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta agar para Inspektur Migas meningkatkan kompetensinya dengan memperbanyak pelatihan di lapangan sehingga sosok yang ahli di bidangnya (profesional).

Demikian hal itu disampaikan Jonan saat mengunjungi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kamis (10/8) pagi. Dalam kunjungan ini, Jonan juga melakukan pertemuan dengan pejabat Eselon I, III, III dan IV di lingkungan Ditjen Migas.

“Inspektur itu harusnya level bukan kompetensi, (melainkan) levelnya profisiensi. Begini, kalau Anda kursus bahasa atau sekolah teknik, (maka) kalau diuji dan memperoleh ijazah, itu namanya kompentensi. Kalau profisiensi, (merupakan) ahli profesional. Kalau misalnya sekolah penerbang, maka yang boleh terbang itu kalau levelnya profisiensi,” ujar Jonan dalam keterangan tertulis Dirjen Migas, Kamis (10/8).

Jonan menegaskan, agar Inspektur Migas menjadi profisiensi, harus diberikan pelatihan atau magang di lapangan dan perusahaan migas, untuk jangka waktu tertentu. Sehingga pengetahuan yang dimiliki tidak terbatas tertulis semata, melainkan juga pengetahuan di lapangan.

Jonan juga meminta agar para pegawai Dirjen Migas agar bersemangat dalam bekerja dan tidak mudah menyerah. Dia mencontohkan Jack Ma, pendiri Alibaba.com. Dengan berbekal semangat tinggi, Jack Ma mampu menjalankan bisnisnya.

Hal lain yang menjadi kunci sukses adalah semangat untuk mengikuti perkembangan jaman.

“Dunia ini berubah. Banyak hal bisa dicapai berbagai cara, dengan berbagai tujuan, (asalkan) orang itu tidak mudah menyerah,” tegas Jonan.

Ia menekankan perlunya pengembangan izin secara online yang tidak mudah diretas (hacked) guna mempermudah kegiatan usaha stakeholder migas.

Terakhir, Jonan meminta perlunya dilakukan penyederhanaan sertifikasi teknik migas.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:04 WIB

Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang alias OSO menggelar syukuran ulang tahun yang ke-67 di kediamannya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ...
Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel

Menindaklanjuti pengaduan ratusan calon jamaah umroh korban penipuan First Travel, lembaga DPR menegaskan akan mengusut gagalnya perusahaan yang memberangkatkan umrah ...
Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:47 WIB

Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh

Ratusan korban jamaah umroh First Travel yang mengadukan nasibnya ke DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8) siang. Pada pertemuan itu mereka ...
China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 22:29 WIB

China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia

Investasi China ke Indonesia akan joran-joran seiring dengan sejumlah proyek insfrastruktur yang dibiayainya di tanah air, seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya ...
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...