Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Indonesia Berencana Import BBM, EWI: Menggelikan

Indonesia Berencana Import BBM, EWI: Menggelikan

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 10 Agustus 2017 - 14:39 WIB

IMG-24975

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Ferdinand Hutahaean selaku Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia (EWI) mengatakan, rencana pemerintah yang akan import bahan bakar minyak dengan alasan untuk memenuhi standard Euro IV merupakan hal yang menggelikan.

“Indonesia import BBM memang sudah dari dulu. Tapi, kalau alasan import BBM karena untuk memenuhi standar Euro IV adalah sesuatu yang lucu dan menjengkelkan,” tandas Ferdinand saat dihubungi di Jakarta,(10/08).

Kalau rencana itu di realisasikan, sama saja Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat tidak memiliki prinsip, Lanjutnya.

“Kita ini kapan akan menjadi bangsa yang punya sikap sendiri? Mestinya kita harus tahu kapan kita untuk mengikuti sebuah trend global. Jangan memaksakan diri jika memang belum waktunya,” tegasnya.

Ferdinand mengungkapkan, sebaiknya untuk mengikuti standard tersebut pemerintah harus segera melakukan langkah konkret untuk mengupgrade kilang minyak yang belum optimal.

“Karena saat ini baru kilang Cilacap yang mampu produksi dengan standar Euro IV sehingga memang akan sangat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Maka itu perlu segera upgrade kilang dan atau bangun kilang dengan kapasitas menengah dibeberapa daerah untuk memenuhi kebutuhan standar Euro IV kedepan,” ujarnya.

“Sementara jika belum bisa, ya tidak usah dulu ikut-ikutan Euro IV, pakai dulu yang ada yang bisa diproduksi kilang kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengatakan, kemungkinan seratus persen Indonesia akan melakukan import BBM. Hal itu terjadi karena Indonesia belum memiliki BBM yang berstandard Euro IV.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...