Senin, 11 Desember 2017 | 09.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fahri Hamzah: Penganggaran Parlemen Belum Independen

Fahri Hamzah: Penganggaran Parlemen Belum Independen

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 10 Agustus 2017 - 19:24 WIB

IMG-24991

Kepala Badan Keahlian, Jhonson Rajagukguk, Kepala Biro BKSP Endah Tjahjani Dwirini dan Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah Wakil alam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk âÄúPresentasi Hasil Survey Lembaga Parlemen Se-Asean di ruang pressroom Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8). KiniNews/Bayu Putra.

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamza menilai proses dan tahapan penganggaran yang dilakukan DPR sudah transparan, namun anggaran untuk parlemen itu sendiri belum bisa berdiri secara independen. Karena selama ini DPR ‚Äėminta‚Äô anggaran kepada Kementrian Keuangan.

‚ÄúSekarang sedang ramai tentang anggaran DPR ada satu lembar soal anggaran DPR dan kita transparan saja, memang ada yang sakit perut dan kita hadapi saja,‚ÄĚ ujar Fahri dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‚ÄúPresentasi Hasil Survey Lembaga Parlemen Se-Asean di ruang pressroom Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8).

Fahri mengatakan, BURT sebagai urusan rumah tangga diminta untuk lupa dengan rool comition yang selalu ada di seluruh parlemen di dunia.

“Kalau bicara rumah tangga, bisa dibilang parlemen di negara demokrasi belum independen, karena seharusnya kita lebih independen,‚ÄĚ paparnya.

Masih menurut Fahri, DPR yang masih minta anggaran di Kementrian Keuangan sebetulnya punya kekuatan bugeting, namun pada kenyataannya hanya sebatas membahas karena proposal di tingkat awal berasal dari bendahara keuangan Negara yaitu Menteri Keuangan.

Dia pun menuturkan, sekitar bulan April di paripurnakan dan bulan Mei keluar pagu indikatif dari Bapenas dan Menkeu berdasarkan serapan dari tahun sebelumnya.

‚ÄúJadi, usulan karena pagu indikatif lalu sekitar bulan Juni-Juli keluarlah pagu anggarannya yang sudah disepakati,‚ÄĚ sambungnya.

Sementara itu, Kepala Biro badan kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Endah Retno mengaku pada tahun 2015 sudah berhasil diselesaikan Survei Parlementary Budgeting dan Transparansy In Asean Member State.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...