Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Ormas yang Akan Dibubarkan Setelah HTI

Ini Ormas yang Akan Dibubarkan Setelah HTI

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 11 Agustus 2017 - 13:46 WIB

IMG-25016

Ilustrasi ormas. KiniNews/Dok

JAKARTA, kini.co.id – Pemerintah memastikan kembali ada ormas yang akan dibubarkan, setelah mencabut status badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berdasarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

Kepastian pembubaran ormas tersebut disampaikan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, di Kantornya, Kamis (10/8) kemarin.

Menurut Tjahjo ormas tersebut tengah dan plototin pemerintah. Hanya sedikit berbeda dengan HTI yang memiliki jaringan nasional, ormas itu level kecil yang hanya terdaftar di daerah.

“Tapi dibeberapa provinsi mereka bikin kegiatan. Berdirinya sekitar dua tahun lebih,” kata Tjahjo.

Disinggung didaerah mana, Tjahjo enggan membeberkan lebih jauh lokasinya.

Namun dia mengisyaratkan bahwa ormas yang disasar bukanlah yang beraliran keagamaan. Tetapi lebih mirip dengan HTI.

Saat ini, kata Tjaho pihaknya masih melakukan pendalaman dan penambahan alat bukti. Karena, sebelum memutuskan untuk mencabut status badan hukum ormas tersebut, pemerintah membutuhkan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Misalnya foto, video, atau bukti visual lain yang terkait dengan kegiatan ormas itu.

Tjaho pun masih belum bisa memastikan kapan rencana pembubaran ormas tersebut.

“Nanti, Menkopolhukam yang akan mengumumkan, tunggu tanggal mainnya,” tegasnya.

Sementara itu berdasarkan analisa ormas yang akan disasar untuk dibubarkan itu berdiri sekitar 2014 di Bekasi.

Isyarat itu jauh-jauh hari dibeberkan mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai bahwa ormas itu menolak Islamic State tetapi dinyatakan sebagai ormas pendukung terorisme.

Siapakah ormas itu, kita lihat langkah pemerintah untuk mengumumkan ormas tersebut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...