Selasa, 12 Desember 2017 | 11.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Ormas yang Akan Dibubarkan Setelah HTI

Ini Ormas yang Akan Dibubarkan Setelah HTI

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 11 Agustus 2017 - 13:46 WIB

IMG-25016

Massa FPI di depan Polda Metro Jaya.KiniNews/Rakisa

JAKARTA, kini.co.id – Pemerintah memastikan kembali ada ormas yang akan dibubarkan, setelah mencabut status badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berdasarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

Kepastian pembubaran ormas tersebut disampaikan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, di Kantornya, Kamis (10/8) kemarin.

Menurut Tjahjo ormas tersebut tengah dan plototin pemerintah. Hanya sedikit berbeda dengan HTI yang memiliki jaringan nasional, ormas itu level kecil yang hanya terdaftar di daerah.

“Tapi dibeberapa provinsi mereka bikin kegiatan. Berdirinya sekitar dua tahun lebih,” kata Tjahjo.

Disinggung didaerah mana, Tjahjo enggan membeberkan lebih jauh lokasinya.

Namun dia mengisyaratkan bahwa ormas yang disasar bukanlah yang beraliran keagamaan. Tetapi lebih mirip dengan HTI.

Saat ini, kata Tjaho pihaknya masih melakukan pendalaman dan penambahan alat bukti. Karena, sebelum memutuskan untuk mencabut status badan hukum ormas tersebut, pemerintah membutuhkan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Misalnya foto, video, atau bukti visual lain yang terkait dengan kegiatan ormas itu.

Tjaho pun masih belum bisa memastikan kapan rencana pembubaran ormas tersebut.

“Nanti, Menkopolhukam yang akan mengumumkan, tunggu tanggal mainnya,” tegasnya.

Sementara itu berdasarkan analisa ormas yang akan disasar untuk dibubarkan itu berdiri sekitar 2014 di Bekasi.

Isyarat itu jauh-jauh hari dibeberkan mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai bahwa ormas itu menolak Islamic State tetapi dinyatakan sebagai ormas pendukung terorisme.

Siapakah ormas itu, kita lihat langkah pemerintah untuk mengumumkan ormas tersebut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...
Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:30 WIB

Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin mengaku tak masalah jika dirinya batal menjadi ketua DPR.Rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini menyerahkan ...