Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kunjungan Menteri Susi ke NTB Dihadang Nelayan dan Mahasiswa

Kunjungan Menteri Susi ke NTB Dihadang Nelayan dan Mahasiswa

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:13 WIB

IMG-25024

Nelayan dan Mahasiswa hadang kedatangan Menteri Susi. (KiniNews/Ist)

Mataram, kini.co.id – Kunjungan Mentri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti ke NTB mendapat penolakan dari sejumlah nelayan setempat.

Aksi penolakan dimotori oleh Gerbang Tani NTB yang diikuti oleh ratusan nelayan asal Ekas, Awang, Sekotong, Mawun, kute dan Ampenan ini menuntut pencabutan Permen No.21 tahun 2015 yang dinilai telah menghancurkan sumber pendapatan nelayan NTB.

Nelayan yang sebelumnya mendapatkan keuntungan besar dari penangkapan dan penjualan lobster, selain itu terbitnya Permen tersebut juga dinilai telah mengkriminalisasi banyak nelayan dan pengusaha kecil perikanan khususnya lobster.

“Aksi ini merupakan ekspresi dari nelayan NTB atas kebijakan anti rakyat yang dikeluarkan menteri perikanan dan kelautan yaitu Permen no. 21 tahun 2015 yang merupakan kebijakan yang lahir untuk menyelamatkan kepentingan project blue economy imperialism AS yang telah menelan banyak korban kriminalisasi baik nelayan maupun pengusaha perikanan skala kecil di NTB” ungkap Viken Koorlap aksi penolakan dalam keterangan tertulisnya di Lombok, Jumat (11/8).

“Sejak pertama kelahiranya, permen tersebut telah banyak diprotes oleh nelayan lobster di NTB akan tetapi pemerintah seolah tidak peduli dengan aksi dan protes yang disampaikan, permen tersebut tetap berjalan hingga saat ini” tambahnya.

Selain itu, Azwar wathoni dari perwakilan FPR NTB yang turut serta di dalam aksi tersebut juga menyampaikan Permen adalah bentuk keberpihakan rezim jokowi hanya pada pengusaha besar perikanan tetapi mematikan bagi nelayan.

“Nelayan yang sehari-hari bertahan hidup dari laut dan tangkapan ikanya, oleh karenanya permen ini harus segera di cabut,” ungkapnya.

Senada salah seorang perwakilan nelayan meminta agar membebaskan nelayan untuk menangkap bibit lobster, kepiting dan rajungan seperti sedia kala tanpa ancaman penangkapan sebaagaimana yang banyak terjadi saat ini.

Tak hanya di Lombok tengah, aksi penolakan kunjungan Menteri Susi juga berlangsung di Mataram, tepatnya di depan kampus Universitas Islam Mataram, aksi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang tergabung di dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR NTB) dengan tuntutan sama.

Dalam aksinya mereka meminta agar 30 nelayan awang yang di tangkap untuk dibebaskan dan laksanakan reforma Agraria Sejati.

“Kebijakan maritim presiden Jokowi maupun TGB di NTB adalah kebijakan anti rakyat yang hanya akan berakibat pada semakin sempitnya hak rakyat atas laut dan pesisirnya,” ungkap Lalu Arin.

Ia menilai bahwa Kebijakan Jokowi yang mendudukan NTB sebagai daerah pariwisata yang kemudian dilanjutkan oleh TGB dengan konsep pariwisata halal/syariah dinilai telah gagal mensejahterakan rakyat NTB.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...