Selasa, 20 Februari 2018 | 08.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Tumbuh Besar di Media, Najwa Shihab Dinilai Memadai Duduki Mensos

Tumbuh Besar di Media, Najwa Shihab Dinilai Memadai Duduki Mensos

Reporter : Yudi Andriansyah | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:31 WIB

IMG-25046

Najwa Shihab. Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Isu santer keluarnya Najwa Shihab dari Metro TV dan program Mata Najwa diduga disiapkan Partai NasDem untuk masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK.

Najwa dikabarkan akan menggantikan posisi Mentri Sosial, Khofifah Indar Parawansa yang rencananya akan maju di Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang.

Walaupun Najwa bukan anggota partai NasDem, tetapi pemilik Grup Media yang membesarkan nama Najwa merupakan penyokong utama pemerintahan Jokowi-JK saat ini.

Kepada media, Najwa mengungkapkan keinginannya untuk bisa tetap berkarir di dunia jurnalistik meski tak lagi bergabung dengan Metro TV.

“Saya masih sangat cinta pada dunia jurnalistik,” ungkap Najwa. “Tidak mungkin terlalu jauh dari dunia kewartawanan,” tambahnya.

Kabar hengkangnya Najwa dari Metro TV dan digadang-gadang sebagai Mentri Sosial, menurut pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno tidak terlalu mengejutkan.

Adi mengatakan, Najwa Shihab tentu akan mudah beradaptasi dengan suasana batin kebangsaan pemerintah. Sebab, dengan bingkai latar belakang Najwa dengan pemerintah sudah sehati.

Yang akan menjadi pertanyaan publik adalah, dengan miniminya Najwa di pemerintahan apakah dinilai cakap.

“Harus diakui Najwa tumbuh besar di lingkungan media, bukan birokra, tetapi dengan pengalamannya di media selama 17 tahun tersebut cukup memadai sebagai bekal menjadi Mensos,” ungkap Adi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (12/8).

Adi menegaskan, akan menjadi pertaruhan kredibilitas bukan hanya untuk Najwa pribadi. Tetapi kesuksesannya sebagai pembantu Presiden nanti dimata publik adalah mempersentasikan kaum perempuan.

“Repsentatif dari keterwakilan kaum perempuan yang duduk sebagai pembantu Presiden, jadi saya kira bukan hanya kredibilitas pribadi semata,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...
KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:20 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah itu berkaitan dengan kasus dugaan ...
Bupati Nganjuk Segera Diadili
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:10 WIB

Bupati Nganjuk Segera Diadili

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman tak lama lagi akan duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.Pasalnya penyidik Komisi ...
Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:07 WIB

Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meminta agar semua institusi penegak hukum mentaati aturan hukum yang ada. Hal ini ...