Selasa, 20 Februari 2018 | 08.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>Bela Negara Lewat Teknologi Siber

Bela Negara Lewat Teknologi Siber

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:36 WIB

IMG-25048

Seminar bela negara di SMA Plus PGRI Cibinong. (KiniNews/Bayu Putra)

Cibinong, kini.co.id – Dunia maya seringkali disalahgunakan dan merugikan persatuan bangsa. Untuk itu perlu disadari manfaat dari aktifitas siber dapat lebih berguna bahkan bisa membela negara.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMA plus PGRI Cibinong Drs. Basyarudin Thayib dalam seminar yang diadakan Yayasan Program Instal Kesadaran Bela Negara  (Pro Isabera) bersama SMA plus PGRI Cibinong, Sabtu (12/8/2017).

Seminar itu bertema: BELA NEGARA ” Cyber untuk perdamaian dan Memperkokoh NKRI”.

“Kegiatan ini kita buat salah satunya adalah dalam rangka program mewujudkan nasionalismenya SMA plus PGRI Cibinong. ditambah yang kedua karna bulan ini adalah bulan kemerdekaan kita maka sangat layak kegiatan ini di isi salah satunya dengan seminar bela negara,” jelasnya.

Sementara M. Qudrat Nugraha selaku Sekjen PGRI juga mengklaim bahwa baru kali ini dan pertama kali acara seminar Bela Negara diadakan bersama para pelajar sekolah.

“Ini mungkin seminar pertama di indonesia yang ber ensensi bela negara cyber, bagaimana peran cyber untuk membela negara, mungkin juga kami yayasan pertama yang menyelenggarakan seminar ini dengan sekolah SMA plus PGRI Cibinong,” ujarnya saat diwawancarai.

Pakar Hukum Cyber dari Universitas Binus Dr. Bambang Pratama mengatakan bahwa tidak selalu Cyber itu adalah bentuk Kejahatan.

“Saya menggambarkan bahwa sebelum kita bisa mewujudkan Bela negara kita harus memahami apa itu cyber ada potensi yang tidak pernah di lihat bahwa ada potensi dari Cyber itu  sendiri dan tidak melulu selalu jadi tindak pidana. Cyber itu ada banyak ada cyber ekonomi, cyber bisnis, Cyber inovasi dan sebagainya. dan adapun Cyber yang merusak nilai negara seperti Cyber Bullying,” ungkapnya kepada KiniNews.

Dari pihak Kostrad Kolonel Sunarto sendiri pun memberi kan pengertian tentang arti Bela Negara yang dimana menjadi pembeda antara yang setia dengan yang khianat.

“Cinta negara sama dengan cinta NKRI menghindari pengkhianat negara bela negara itu ada dua. Konvensional (fisik) dan non Konvesional (non fisik)  bela negara itu bukanlah suatu perlawanan tapi penalaran pembeda antara yang setia dan pengkhianat NKRI ”

Tidak hanya membahas soal seminar saja, agar audiens tidak jenuh acara inipun di isi hiburan dengan band akustik, musikalisasi puisi dan pembacaan puisi tentang tanah air yang semuanya itu adalah murid murid dari SMA plus PGRI Cibinong sendiri.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...
KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:20 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah itu berkaitan dengan kasus dugaan ...
Bupati Nganjuk Segera Diadili
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:10 WIB

Bupati Nganjuk Segera Diadili

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman tak lama lagi akan duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.Pasalnya penyidik Komisi ...
Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:07 WIB

Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meminta agar semua institusi penegak hukum mentaati aturan hukum yang ada. Hal ini ...