Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Reporter : Bayu Putra | Minggu, 13 Agustus 2017 - 20:35 WIB

IMG-25060

Gedung KPK Kuningan, Jakarta Seltan. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyatakan kekecewaan almarhum Johannes Marliem, saksi e-KTP yang berada di Amerika Serikat terhadap KPK menguatkan dugaan hasil pemeriksaannya telah dibocorkan oleh KPK.

Fahri menyebutkan dengan sepak terjang KPK yang lebih aktif terutama juru bicara KPk yang kadang sering beropini dinilai membuat jurnalisme KPK.

“Jadi ada dugaan kuat pemeriksaan Johanes Marliem oleh KPK telah kepada sebuah media. Inilah Jurnalisme KPK,” tulis Fahri dalam akun twitternya.

Fahri megaku banyak mendengar berita lain yang lebih tajam. Bahwa Pembocoran itu memiliki maksud yang lebih teknis.

“Nanti, semua akan terungkap tetapi yang penting adalah JurnalismeKPK harus segera dihentikan sebab korban sudah banyak,” kata Fahri.

Menurut Fahri, sejak lama KPK telah mempraktikkan upaya menjadikan KPK tidak saja sebagai lembaga penegak hukum tetapi pembentuk opini.

Pressroom KPK jauh lebih aktif dari pressroom istana. jubir KPK yg pindah ke istana pun hilang ditelan Jubir KPK. Tidak saja itu KPK terlibat banyak sekali kasus Pembocoran dokumen kepada media.

Mulai dari potongan percakapan, potongan video, sampai bocoran dokumen pemeriksaan.

“Ada satu modus yang nanti harus dibuktikan bahwa ada Oknum di pressroom KPK langsung mendapat bocoran. Lalu, banyak saksi sehabis diperiksa kaget sebab apa yang ditanya di atas ternyata di bawah sudah ditanya wartawan,” terangnya.

Pembocoran seperti ini, kata Fahri adalah skandal besar. Dan sayangnya hal ini dianggap biasa.

Di Indonesia orang yang diperiksa tidak mendapatkan perlindungan nama baik dan privacy. Bahkan KPK sengaja mengundang media untuk dieksploitasi. Ratusan orang diperiksa sebagai saksi untuk 1 atau 2 tersangka tanpa perlu dirahasiakan. Bahkan sering ikut dihancurkan.

“Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) yang justru kita bentuk untuk itu malah takut sekali kepada KPK,” ungkapnya.

“Karena itu, kasus Niko dan JM yang kita saksikan adalah puncak gunung es dari malpraktik hukum dan JurnalismeKPK. Ini tantangan besar bagi Pansus KPK untuk membuka semua kejanggalan ini,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...