Thursday, 19 July 2018 | 20.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Reporter : Bayu Putra | Sunday, 13 August 2017 - 20:35 WIB

IMG-25060

Gedung KPK Kuningan, Jakarta Seltan. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyatakan kekecewaan almarhum Johannes Marliem, saksi e-KTP yang berada di Amerika Serikat terhadap KPK menguatkan dugaan hasil pemeriksaannya telah dibocorkan oleh KPK.

Fahri menyebutkan dengan sepak terjang KPK yang lebih aktif terutama juru bicara KPk yang kadang sering beropini dinilai membuat jurnalisme KPK.

“Jadi ada dugaan kuat pemeriksaan Johanes Marliem oleh KPK telah kepada sebuah media. Inilah Jurnalisme KPK,” tulis Fahri dalam akun twitternya.

Fahri megaku banyak mendengar berita lain yang lebih tajam. Bahwa Pembocoran itu memiliki maksud yang lebih teknis.

“Nanti, semua akan terungkap tetapi yang penting adalah JurnalismeKPK harus segera dihentikan sebab korban sudah banyak,” kata Fahri.

Menurut Fahri, sejak lama KPK telah mempraktikkan upaya menjadikan KPK tidak saja sebagai lembaga penegak hukum tetapi pembentuk opini.

Pressroom KPK jauh lebih aktif dari pressroom istana. jubir KPK yg pindah ke istana pun hilang ditelan Jubir KPK. Tidak saja itu KPK terlibat banyak sekali kasus Pembocoran dokumen kepada media.

Mulai dari potongan percakapan, potongan video, sampai bocoran dokumen pemeriksaan.

“Ada satu modus yang nanti harus dibuktikan bahwa ada Oknum di pressroom KPK langsung mendapat bocoran. Lalu, banyak saksi sehabis diperiksa kaget sebab apa yang ditanya di atas ternyata di bawah sudah ditanya wartawan,” terangnya.

Pembocoran seperti ini, kata Fahri adalah skandal besar. Dan sayangnya hal ini dianggap biasa.

Di Indonesia orang yang diperiksa tidak mendapatkan perlindungan nama baik dan privacy. Bahkan KPK sengaja mengundang media untuk dieksploitasi. Ratusan orang diperiksa sebagai saksi untuk 1 atau 2 tersangka tanpa perlu dirahasiakan. Bahkan sering ikut dihancurkan.

“Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) yang justru kita bentuk untuk itu malah takut sekali kepada KPK,” ungkapnya.

“Karena itu, kasus Niko dan JM yang kita saksikan adalah puncak gunung es dari malpraktik hukum dan JurnalismeKPK. Ini tantangan besar bagi Pansus KPK untuk membuka semua kejanggalan ini,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...