Sabtu, 19 Agustus 2017 | 07.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Reporter : Bayu Putra | Minggu, 13 Agustus 2017 - 20:35 WIB

IMG-25060

Gedung KPK Kuningan, Jakarta Seltan. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyatakan kekecewaan almarhum Johannes Marliem, saksi e-KTP yang berada di Amerika Serikat terhadap KPK menguatkan dugaan hasil pemeriksaannya telah dibocorkan oleh KPK.

Fahri menyebutkan dengan sepak terjang KPK yang lebih aktif terutama juru bicara KPk yang kadang sering beropini dinilai membuat jurnalisme KPK.

“Jadi ada dugaan kuat pemeriksaan Johanes Marliem oleh KPK telah kepada sebuah media. Inilah Jurnalisme KPK,” tulis Fahri dalam akun twitternya.

Fahri megaku banyak mendengar berita lain yang lebih tajam. Bahwa Pembocoran itu memiliki maksud yang lebih teknis.

“Nanti, semua akan terungkap tetapi yang penting adalah JurnalismeKPK harus segera dihentikan sebab korban sudah banyak,” kata Fahri.

Menurut Fahri, sejak lama KPK telah mempraktikkan upaya menjadikan KPK tidak saja sebagai lembaga penegak hukum tetapi pembentuk opini.

Pressroom KPK jauh lebih aktif dari pressroom istana. jubir KPK yg pindah ke istana pun hilang ditelan Jubir KPK. Tidak saja itu KPK terlibat banyak sekali kasus Pembocoran dokumen kepada media.

Mulai dari potongan percakapan, potongan video, sampai bocoran dokumen pemeriksaan.

“Ada satu modus yang nanti harus dibuktikan bahwa ada Oknum di pressroom KPK langsung mendapat bocoran. Lalu, banyak saksi sehabis diperiksa kaget sebab apa yang ditanya di atas ternyata di bawah sudah ditanya wartawan,” terangnya.

Pembocoran seperti ini, kata Fahri adalah skandal besar. Dan sayangnya hal ini dianggap biasa.

Di Indonesia orang yang diperiksa tidak mendapatkan perlindungan nama baik dan privacy. Bahkan KPK sengaja mengundang media untuk dieksploitasi. Ratusan orang diperiksa sebagai saksi untuk 1 atau 2 tersangka tanpa perlu dirahasiakan. Bahkan sering ikut dihancurkan.

“Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) yang justru kita bentuk untuk itu malah takut sekali kepada KPK,” ungkapnya.

“Karena itu, kasus Niko dan JM yang kita saksikan adalah puncak gunung es dari malpraktik hukum dan JurnalismeKPK. Ini tantangan besar bagi Pansus KPK untuk membuka semua kejanggalan ini,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:04 WIB

Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang alias OSO menggelar syukuran ulang tahun yang ke-67 di kediamannya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ...
Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel

Menindaklanjuti pengaduan ratusan calon jamaah umroh korban penipuan First Travel, lembaga DPR menegaskan akan mengusut gagalnya perusahaan yang memberangkatkan umrah ...
Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:47 WIB

Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh

Ratusan korban jamaah umroh First Travel yang mengadukan nasibnya ke DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8) siang. Pada pertemuan itu mereka ...
China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 22:29 WIB

China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia

Investasi China ke Indonesia akan joran-joran seiring dengan sejumlah proyek insfrastruktur yang dibiayainya di tanah air, seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya ...
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...