Kamis, 22 Februari 2018 | 06.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Fahri Hamzah: Banyak Korban Praktek Jurnalisme KPK

Reporter : Bayu Putra | Minggu, 13 Agustus 2017 - 20:35 WIB

IMG-25060

Gedung KPK Kuningan, Jakarta Seltan. KiniNews/Dok.

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyatakan kekecewaan almarhum Johannes Marliem, saksi e-KTP yang berada di Amerika Serikat terhadap KPK menguatkan dugaan hasil pemeriksaannya telah dibocorkan oleh KPK.

Fahri menyebutkan dengan sepak terjang KPK yang lebih aktif terutama juru bicara KPk yang kadang sering beropini dinilai membuat jurnalisme KPK.

“Jadi ada dugaan kuat pemeriksaan Johanes Marliem oleh KPK telah kepada sebuah media. Inilah Jurnalisme KPK,” tulis Fahri dalam akun twitternya.

Fahri megaku banyak mendengar berita lain yang lebih tajam. Bahwa Pembocoran itu memiliki maksud yang lebih teknis.

“Nanti, semua akan terungkap tetapi yang penting adalah JurnalismeKPK harus segera dihentikan sebab korban sudah banyak,” kata Fahri.

Menurut Fahri, sejak lama KPK telah mempraktikkan upaya menjadikan KPK tidak saja sebagai lembaga penegak hukum tetapi pembentuk opini.

Pressroom KPK jauh lebih aktif dari pressroom istana. jubir KPK yg pindah ke istana pun hilang ditelan Jubir KPK. Tidak saja itu KPK terlibat banyak sekali kasus Pembocoran dokumen kepada media.

Mulai dari potongan percakapan, potongan video, sampai bocoran dokumen pemeriksaan.

“Ada satu modus yang nanti harus dibuktikan bahwa ada Oknum di pressroom KPK langsung mendapat bocoran. Lalu, banyak saksi sehabis diperiksa kaget sebab apa yang ditanya di atas ternyata di bawah sudah ditanya wartawan,” terangnya.

Pembocoran seperti ini, kata Fahri adalah skandal besar. Dan sayangnya hal ini dianggap biasa.

Di Indonesia orang yang diperiksa tidak mendapatkan perlindungan nama baik dan privacy. Bahkan KPK sengaja mengundang media untuk dieksploitasi. Ratusan orang diperiksa sebagai saksi untuk 1 atau 2 tersangka tanpa perlu dirahasiakan. Bahkan sering ikut dihancurkan.

“Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) yang justru kita bentuk untuk itu malah takut sekali kepada KPK,” ungkapnya.

“Karena itu, kasus Niko dan JM yang kita saksikan adalah puncak gunung es dari malpraktik hukum dan JurnalismeKPK. Ini tantangan besar bagi Pansus KPK untuk membuka semua kejanggalan ini,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata  KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:42 WIB

Dituding Bersekongkol dengan Nazaruddin, Ini Kata KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah membantah tudingan Fahri Hamzah yang menyebut bahwa lembaga antirasuah ini bersekongkol ...
KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:33 WIB

KPK Konfirmasi Dokumen Ratas Kabinet kepada Dorojatun Kuntjoro

Mantan Menteri Perekonomian, Dorojatun Kuntjoro Jakti kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu, (21/2).Ia diperiksa sebagai saksi dalam ...
Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah  Kemen PUPR diapresiasi
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 WIB

Atasi ambruknya lnfrastruktur, langkah Kemen PUPR diapresiasi

Berbagai musibah dalam proyek infrastruktur yang belakangan terjadi mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI Nyat Kadir menyatakan menyesalkan terjadinya ...
Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:46 WIB

Diduga Terima Suap Rp11,1 Miliar, Yudi Widiana Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus PKS, Yudi Widiana Adia untuk dijatuhi hukuman 10 tahun penjara."Menuntut supaya majelis hakim ...
Mantan Dokter Novanto Segera Diadili
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 17:42 WIB

Mantan Dokter Novanto Segera Diadili

Bimanesh Sutardjo bakal segera diadili atas kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan ...
KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat
Peristiwa - Rabu, 21 Februari 2018 - 16:58 WIB

KPK: Evaluasi Proyek Tol Melayang Dinilai Telat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti insiden kecelakaan kerja pada sejumlah proyek infrastruktur di tanah air.Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ...