Selasa, 12 Desember 2017 | 11.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Jama’ah Ansyarusy Syariah (JAS) Kah yang Akan Dibubarkan Setelah HTI ?

Jama’ah Ansyarusy Syariah (JAS) Kah yang Akan Dibubarkan Setelah HTI ?

Minggu, 13 Agustus 2017 - 21:02 WIB

IMG-25062

Laskar Jama'ah Ansyarusy Syariah (JAS) saat aksi 55 di Jakarta. Foto Dokumen KiniNews.

kini.co.id – Mentri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam beberapa kesempatan menegaskan akan membubarkan kembali sejumlah ormas setelah Hizbut Tahri Indonesia (HTI).

Tak tanggung-tanggung Tjahjo menyebutkan ada lima ormas di daerah yang akan menyusul dengan adanya Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Pembubaran Ormas).

Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, ormas yang akan dibubarkan Pemerintah itu merupakan ormas kecil, tapi sudah cukup punya nama, dan diketahui oleh masyarakat.

Sejumlah Ormas itu, kata Tjahjo, berdasarkan laporan yang diterima oleh Kemendagri dari daerah-daerah. Namun dia enggan menyebutkan nama ormas tersebut.?

“Ormas ini berdiri sudah 2 tahunan. Makanya datanya kurang, apakah ada video lain atau tidak. Data tertulisnya baru sebatas foto. Tapi sudah dicermati. Ormas yang nanti dibubarkan tidak terbatas pada ormas agama saja. Ormas-ormas umum, ormas sosial pun termasuk ormas radikal,” kata Tjahjo di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/8).

Meski Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas tersebut, dan mengaku hanya masih berbekal foto kegiatan, namun isyarat jika salah satu ormas yang akan mengalami nasib serupa dengan HTI adalah diduga Jama’ah Ansyarusy Syariah (JAS), pecahan dari Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang sempat dipimpin Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir diketahui tengah menjalani masa pidana terkait terorisme yang diganjar hukuman lima tahun.

Jama’ah Ansyarusy Syariah (JAS), saat ini dipegang oleh Ustadz Muhammad Achwan, sebagai Amir. Ustadz Achwan beserta Asatidz lainnya seperti putra Ustadz Abu Bakar ba’asyir sendiri, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir (Iim), Ustadz Fuadz Al-Hazimi dan juga enam Amir wilayah Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) resmi membentuk JAS di Solo pada tanggal 20 Ramadhan 1435 Hijriah atau bertepatan 18 Juli 2014.

Namun baru diumumkan pada 11 Agustus 2014 lalu di Asrama Haji, Bekasi. Dengan markas pusatnya di Jl. Pengasinan Raya No. 74 RT. 007/01 Kel. Pengasinan Kec. Rawalumbu Bekasi Timur – Jawa Barat. JAS tetap memiliki enam pengurus wilayah/provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa tengah dan Nusra.

Berdasarkan data yang dihimpun, Jamaah Ansharusy Syariah di bentuk karena merespon kondisi perbedaan pendapat yang terjadi pada anggota JAT dalam menyikapi fenomena klaim Khilafah Islamiyah oleh Daulah Islamiyyah di Iraq dan Syam (ISIS).

Amir JAT Ustadz Abu Bakar Baasyir yang memutuskan bahwa seluruh anggota JAT yang menolak klaim khilafah itu harus keluar dari Jamaah dan tidak lagi berada dalam ikatan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Sebelumnya telah terjadi friksi di internal JAT, puncaknya yakni dibubarkannya majelis Syariah dan kepengurusan JAT oleh Amirnya ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Friksi ini dipicu soal baiat Ustadz Ba’asyir kepada Abu Bakar Al Baghdadi. Kemudian mayoritas pengurus JAT sepakat untuk membentuk organisasi baru bernama Jamaah Anshorus Syariah.

Sesuai dengan salah satu misinya, yakni menyadarkan umat Islam akan pentingnya mengamalkan sistem hidup berjamaah dalam rangka iqomatuddin dan beramar ma’ruf nahi munkar, JAS ikut serta dalam aksi bela Islam dari mulai 1, aksi 411, aksi 212.

Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) juga dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar pada 1-2 Oktober 2016 di Islamic Center, Bekasi, Jawa Barat, salah satu hasilnya adalah mengenai larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin kafir. Hal ini berdasarkan Alquran Surat Ali Imran ayat 28, An-Niasa’ ayat 144, dan Al Maidah ayat 57.

“Jamaah Ansharusy Syariah melarang seluruh anggotanya dan mengajak seluruh kaum muslimin Indonesia, untuk tidak mengangkat orang kafir menjadi pemimpin atau memilih mereka dalam Pemilu,” ungkap Juru Bicara JAS Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir dalam rilisnya kepada media Islam.

Rupanya sepak terjang JAS dalam menegakan dienul Islam membuat telingah pemerintah panas, seperti menukil pernyataan Mendgari Tjhajo Kumolo yang mengatakan bahwa ada laporan masyarakat soal ormas yang akan dibubarkannya itu. Pertanyaannya siapa pelapor itu ? Atau hanya dalih semata.

Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT) tidak pernah mencabut label organisasi terafilisi teroris kepada JAS yang merujuk pernyataan Pemerintah Amerika Serikat.

Apakah dengan alasan itu sehingga Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) akan menyusul Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan. kita tunggu sikap pemerintah yang diakui Mentri Dalam Negeri masih minim data soal ormas yang kembali akan dibubarkannya itu.

Penulis Rakisa []

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...
Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:30 WIB

Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin mengaku tak masalah jika dirinya batal menjadi ketua DPR.Rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini menyerahkan ...