Senin, 20 November 2017 | 20.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:05 WIB

IMG-25248

Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman saat dijemput dari Lapas Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (12/8) untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus Bom Thamrin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman kembali menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Aman yang telah divonis sembilan tahun atas kasus itu dan akan habis masa pidananya pada 30 Desember 2017, kembali diperiksa karena diduga sebagai otak sekaligus penyandang dana pengeboman di Thamrin, Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016 silam.

“Karena ada informasi baru, dia terlibat kasus bom Thamrin ya,” kata Karo Penamas Mabes Polri, Brigadir Jendral Rikwan di Mabes Polri, Jumat (18/8).

Menurut Rikwanto, ada beberapa orang yang menjadi penyalur dana Bom Thamrin, Jakarta Pusat itu yakni Abu Janggal, Rois dan Aman Abdurrahman.

Selain itu, Aman Abdurrahman juga diduga sebagai otak perancangan bom Thamrin yang sudah menewaskan anggota polisi.

“Jadi dia diperiksa berkaitan itu. Keterlibatan bom Thamrin. Kemudian, kepada dia, ditersangkakan, kemudian diperiksa,” kata Rikwanto.

Sementara berdasarkan informasi yang diterima kini.co.id, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Bin Aman Abdurrahman sejak Sabtu (12/8) siang pukul 14.00 WIB telah dipindahkan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depk.

Pemindahannya sesuai dengan surat ijin keluar dari Kalapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan. No W13.Pas.Pas 24.PK.01.01.02-177 perihal ijin keluar 1 (satu) orang Narapidana Kasus Terorisme dari Lapas Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan Oman Rochman yang dipindahkan ke Mako Brimob.

Selanjutnya, pada pukul 14.05 WIB, napiter Oman Rachman alias Abu Sulaiman Bin Aman Abdurahman keluar dari Lapas Klas IIA Pasir Putih dengan pengawalan dari Densus 88 dengan menggunakan mobil Avanza Hitam Nopol B 1975 WTU menuju penyeberangan Sodong.

Dalam pemindahamn itu Oman Rochman dikawal sebanyak 50 personil gabungan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang dipimpim Ajun Komisaris Besar Joni dan personil Polres Cilacap menggunakan Mobil Avansa Hitam Nopol B 1975 WTU menuju penyebrangan sodong.

Pada pukul 14.37 Wib, tiba di penyebrangan Sodong, kemudian diseberangkan menuju Dermaga Wijayapura menggunakan Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham.

Selanjutnya pada pukul 15.15 WIB, tiba di Dermaga Wijayapura dan menuju Ke Bandara Tunggul Wulung, Napi Oman Rachman alias Abu Sulaiman Bin Aman Abdurrahman dinaikkan mobil Rantis Polres Cilacap.

Kemudian, pada pukul 16.06 WIB, napiter Oman Rachman alias Abu Sulaiman Bin Aman Abdurrahman meninggalkan Dermaga wijayapura menuju Jakarta melalui jalan darat dengan pengawalan ketat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang menggunakan delapan unit mobil.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...