Kamis, 14 November 2019 | 01.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Eksepsi Diterima Majelis Hakim, Alfian Tanjung Dibebaskan

Eksepsi Diterima Majelis Hakim, Alfian Tanjung Dibebaskan

Reporter : Rakisa | Rabu, 6 September 2017 - 17:12 WIB

IMG-25936

Alfian Tanjung. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Eksepsi atau keberatan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap aktivis dakwah sekaligus Ketua Umum Taruna Muslim, Ustadz Alfian Tanjung diterima Majelis Hakim PN Surabaya, Rabu (6/9).

Dengan diterimanya ekspesi tersebut maka pakar Komunisme itu dinyatakan bebas.

Kuasa hukum Alfian, Abdullah Al-Katiri mengatakan sejak pertama kali persidangan, kasus dugaan fitnah terhadap suatu ras dan atau golongan tertentu yang dituduhkan kepada Ustadz Alfian Tanjung terasa janggal.

Pasalnya, dalam dakwaan JPU, Al Katiri menilai ada banyak kejanggalan, sehingga ia menyimpulkan bahwa dakwaan yang dibuat JPU terkesan dipaksakan.

“Karena memang dakwaan yang diajukan JPU ke Majelis Hakim banyak kejanggalan, dan setelah kami mengajukan tanggapan atas dakwaan tersebut, dan sudah ditanggapi lagi oleh JPU, maka Majelis Hakim memutuskan untuk menerima Eksepsi kami dan menyatakan Alfian Tanjung bebas dari tuduhan JPU,” ungkap Al Katiri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (06/09).

Al Katiri menyebutkan bahwa tanggapan Jaksa atas nota keberatan terdakwa Ustads Alfian Tanjung tidak beralasan hukum, jadi menurutnya wajar saja Majelis Hakim mengabulkan eksepsi yang diajukan terdakwa beserta pengacaranya.

“Tanggapan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 30 Agustus 2017 di PN Surabaya dinilai tidak beralasan hukum karena uraian yang termuat dalam tanggapannya tidak memuat alasan dan argumentasi hukum,” terangnya.

Seperti diketahui, Alfian Tanjung yang dituduh melakukan fitnah atas suku dan ras mulai disidangkan sejak Rabu (16/08) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Alfian Tanjung didampingi 112 orang penasihat hukum dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan dakwaan alternatif yaitu Dakwaan Kesatu Pasal 16 Jo. Pasal 4 b angka 2 UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis atau  Dakwaan Kedua Pasal 156 KUHPidana.

Sebelumnya ia dijerat pidana setelah polisi mendapat laporan atas rekaman video ceramah Ustadz Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin, Surabaya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...