Friday, 20 July 2018 | 02.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Industri Manufaktur Indonesia Naik Peringkat ke-9 Dunia

Industri Manufaktur Indonesia Naik Peringkat ke-9 Dunia

Reporter : Sindi Violinda | Friday, 8 September 2017 - 21:43 WIB

IMG-26023

Ilustrasi industri manufaktur. Foto Reuters

JAKARTA, kini.co.id – Industri manufaktur Indonesia naik peringkat ke posisi 9 setelah sebelumnya menduduki posisi ke-10, posisi Indonesia saat ini sejajar dengan Inggris.

Hal ini berdasarkan penilaian United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) berbasis jumlah produksi dan nilai tambah industri manufaktur yang semakin meningkat di Indonesia.

“Kami tetap bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, khususnya dalam pengembangan industri dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (8/9).

Menurutnya, saat ini sektor industri merupakan kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk itu diperlukan langkah sinergi dengan stakeholders untuk mewujudkan kinerja industri nasional tetap dapat tumbuh dan meningkat di periode berikutnya,” terangnya.

Sebelumnya, Airlanggga mengatakan, pihaknya tengah menjalankan program prioritas diantaranya pengembangan industri berbasis sumber daya alam melalui hilirisasi, meningkatkan daya saing dan produktivitas industri padat karya berorientasi ekspor, serta memacu kompetensi sumber daya manusia industri.

“Program-program tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan daya saing dan peningkatan produktivitas, penumbuhan populasi industri serta pengembangan perwilayahan industri di luar pulau Jawa,” ucapnya.

Kemenperin juga saat ini juga tengah fokus menumbuhkan populasi industri. Hingga Juni 2017, penambahan sektor manufaktur mencapai 572 industri skala besar dan sedang baik investasi baru maupun perluasan usaha.

“Hingga Juni 2017, nilai investasi sektor industri untuk PMA sebesar USD7,06 miliar dan PMDN sebesar Rp52,11 triliun yang meliputi 8.421 proyek tersebar di seluruh Indonesia,” kata Airlangga.

Kemudian, untuk sasaran penumbuhan populasi industri pada tahun 2018, industri besar dan sedang diproyeksi mencapai 2.047 perusahaan. Antara lain meliputi sektor industri agro, industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, serta industri kimia, barang non logam, tekstil dan aneka.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...