Senin, 23 April 2018 | 03.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dewi Suryana Sempat Buang Uang ke Belakang Rumah

Dewi Suryana Sempat Buang Uang ke Belakang Rumah

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 8 September 2017 - 22:22 WIB

IMG-26028

Hakim non akif PN Tipikor Bengkulu saat tiba di gedung KPK. KiniNews/Wahyu.

JAKARTA, kini.co.id – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu non aktif, Dewi Suryana sempat membuang barang bukti berupa uang senilai Rp 40 juta saat diciduk oleh KPK.

Uang tersebut dibuang oleh Dewi rerumputan halaman belakang rumahnya sebelum akhirnya dibekuk oleh tim satgas KPK.

Juru Bicara KPK< Febri Diansyah mengatakan uang yang dibuang oleh Dewi, disinyalir merupakan uang suap yang diberikan oleh terdakwa Wilson melalui koleganya, yang merupakan seorang PNS, Syuhadatul Islamy.

"Uang tersebut diduga terkait upaya meringankan masa tahanan Wilson yang merupakan terdakwa dalam perkara dkorupsi kegiatan rutin tahun anggaran 2013 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Bengkulu. Dibuang sekitar pukul 02.00 WIB, sesaat sebelum tim masuk, dan ditemukan di rerumputan belakang rumah," kata Febri di Gedung KPK, Jumat (8/9).

Dijelaskan Febri, saat itu Wilson dituntut hukuman penjara selama satu tahun enam bulan ditambah denda Rp50 juta.

Selanjutnya saat putusan dibacakan, majelis hakim pengadilan Tipikor justru malah meringankan hukumannya menjadi satu tahun tiga bulan penjara dan denda Rp50 juta.

Untuk meringankan vonis hukuman tersebut, Wilson menjanjikan uang kepada Dewi Suryana selaku hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu sebesar Rp125 juta. Selanjutnya uang tersebut diterima oleh Dewi melalui panitera pengganti Pengadilan Negeri Bengkulu, Hendra Kurniawan.

KPK juga mengamankan Rp 75 juta dari rumah Dahniar. Dahniar sendiri merupakan pensiunan panitera pengganti di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Uang tersebut pun kini tengah didalami oleh KPK terkait untuk siapa uang tersebut akan diberikan.

"Apa uang itu diperuntukkan untuk pembayaran kedua atau diperuntukkan pemberian kepada pihak yang lain, kita dalami," tambahnya.

Dalam kasus ini, para pihak yang diduga terlibat dalam suap tersebut secara sengaja mengelabui alur pemberian suap dengan mengatakan bahwa uang tersebut merupakan uang yang bakal digunakan untuk pembayaran sebuah mobil.

Hal tersebut terungkap setelah KPK ikut mengamankan sebuah kuitansi yang ditemukan dari rumah Dahniar, KPK pun menduga kuitansi tersebut menjadi salah satu alat untuk menyamarkan pemberian uang kepada hakim tersebut.

Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan dengan sangkaan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan pihak pemberi adalah Syuhadatul Islamy dengan sangkaan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...