Jumat, 19 Januari 2018 | 10.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Beredar Pesan Soal Jebakan Tilang, Polisi: Itu Hoax

Beredar Pesan Soal Jebakan Tilang, Polisi: Itu Hoax

Reporter : Yudi | Sabtu, 9 September 2017 - 10:00 WIB

IMG-26036

E-tilang atau tilang online akan berlaku mulai minggu ke empat Desember 2016 (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan pesan berantai soal harga tilang yang baru dan jebakan tilang yang dilakukan polisi.

Pesan berantai itu menyebutkan tarif baru denda pelanggaran lalulintas. Selain itu pesan itu mengatakan masyarakat yang ditilang jangan meminta damai, karena itu adalah jebakan polisi.

. Biaya tilang terbaru di Indonesia

Kapolri baru per-Juli 2017

1. Tidak ada STNK Rp. 500,000

2. Tdk bawa SIM Rp. 250,000

3. Tdk pakai Helm Rp. 250,000

4. Penumpang tdk Helm Rp. 250,000

5. Tdk pake sabuk Rp. 250,000

6. Melanggar lampu lalin - Mobil Rp. 250,000 - Motor Rp. 100.000

7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 500,000

8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 250,000

9. Perlengkapan mobil Rp. 250,000

10. Melanggar TNBK Rp. 500,000

11. Menggunakan HP/SMS Rp. 750,000

12. Tdk miliki spion, klakson - Motor Rp. 250,000 - Mobil Rp. 250,000

13. Melanggar rambu lalin Rp. 500,000.

Dicopy dari Mabes Polri Informasi yang harus dipublikasikan dan mungkin bermanfaat !!!

JANGAN MINTA DAMAI

Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, “JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP”

Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN.

Dan “Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan”

Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa “Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun”

(Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, Jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar).

INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena Info tsb diatas banyak yg tidak tahu.

Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar.

Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini.

Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini.

WASPADALAH

“Semoga bermanfaat”

Demikian pesan berantai yang menghebohkan publik tersebut.

Dikonfirmasi ke Polri, berita itu adalah hoax belaka. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Royke Lumowa mengatakan Polri tidak pernah menginstruksikan anggotanya untuk menjebak pengendara.

Ia pun mengatakan pesan itu hanya pekerjaan orang iseng yang kurang kerjaan.

“Bukan instruksi Kapolri itu, tapi memang ada di Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait hadiah Rp10 juta per warga yang kena tilang, Royke membantahnya.

Ia mengingatkan masyarakat tidak melanggar lalulintas dan tidak menyuap petugas karena akan sama-sama dihukum.

“Penerima suap dan pemberi suap sama-sama dapat dihukum ya,” kata Royke mengingatkan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...