Selasa, 12 Desember 2017 | 13.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Lewat Buku’Ngeri-ngeri Sedap’ Bamsoet Kenang Soetan Bhatoegana

Lewat Buku’Ngeri-ngeri Sedap’ Bamsoet Kenang Soetan Bhatoegana

Minggu, 10 September 2017 - 14:47 WIB

IMG-26048

Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo dalam Peluncuran Bukunya yang Berjudul 'Ngeri-Ngeri Sedap', Ahad (10/9). KiniNews/Rakisa.

JAKARTA, kini.co.id – Lewat bukunya yang berjudul’Ngeri-Ngeri Sedap’, Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo ingin mempersembahkan tulisanya itu untuk mengenang sahabatnya almarhum Sutan Batoegana.

Dalam buku itu selain membahas permasalahan hukum, juga membahas permasalah ekonomi dari sisi postur APBN dan jumlah hutang Indonesia.

“Ada ngeri-ngerinya, ada sedap-sedapnya. Ngeri-ngerinya kita lihat tiba-tiba masalah SARA yang selama ini kita hindarkan mencuat gara-gara Pilkada. Lalu kemudian ekonomi kita belum menjanjikan atau dalam kondisi yang ngeri-ngeri. Tetapi pasti ada sedap-sedapnya,” kata Bambang dalam peluncuran bukunya ‘Neri-Ngeri Sedap’ di Cafe Leon Jl. Wijaya I/25 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (10/9).

Menurut Bambang judul Buku “Ngeri-Ngeri Sedap” pada bukunya itu sangat relevan dan kontekstual dengan situasi terkini.

Dimana semua pihak bisa melihat bahwa presiden dan para menteri terus menunjukan kerja keras, membangun negeri dari Sabang sampai Merauke.

“Kita cemas dan prihatin karena tiba-tiba persoalan SARA muncul lagi. Tak hanya itu, kita juga dibuat terhenyak karena elemen anti pancasila ternyata eksis dalam masyarakat kita. Beberapa bulan lalu, polisi harus memeriksa sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar, dan ada spesialis penggoreng isu SARA dan ujaran kebencian yang dinamakan Saracen,” tegasnya.

Masa kata Bambang selain membahas isu hukum, di mana 15 tahun KPK, reformasi tidak bisa menekan permasalahan korupsi, malah makin meluas. Ini betul-betul memprihatikan.

“Tidak ada lagi lembaga yang bebas dari tudingan korupsi. Terakhir hanya ada KPK yang bisa terlibat korupsi,” tegasnya.

Pada peluncuran bukunya itu, sejumlah tokoh tampak hadir diantaranya Kapolri Tito Karnavian.

Buku Ngeri-Ngeri Sedap” ini adalah buku ke-13 yang dikeluarkan Bambang Soesatyo sejak 2009 duduk di DPR.

Buku ini merupakan catatan kritis dirinya sebagai Ketua Komisi III DPR terhadap berbagai peristiwa hukum, politik, keamanan dan dinamika kekuasaan Pemerintahan Jokowi-JK selama 3 tahun terakhir yang menurut istilah almarhum Sutan Batugana, ‘ngeri-ngeri sedap.

Dalam bukunya itu disebut juga bahwa eformasi birokrasi nyaris tanpa progres. Supermasi hukum masih di awang-awang dan lusuh. Penegakkan hukum masih penuh noda. KPK yang diharapkan selama 15 tahun ini membersihkan noda, justru kini ikut ternoda.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris
Peristiwa - Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 WIB

Pelaku ujaran kebencian di Kalbar diduga terkait jaringan teroris

Mabes Polri memastikan jika KR (45) dan JS (15), ayah dan anak yang ditangkap Densus 88 di kediamannya Jalan ...
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...