Minggu, 24 September 2017 | 13.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sungguh Naif, Geser Isu Genosida Myanmar ke Terorisme Muslim Rohingya

Sungguh Naif, Geser Isu Genosida Myanmar ke Terorisme Muslim Rohingya

Reporter : Zainal Bakri | Minggu, 10 September 2017 - 17:52 WIB

IMG-26054

Komunitas Niqab Squad menunjukan poster saat melakukan Challenge kepada pengunjung CFD untuk mengenakan Niqab di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (10/9). ANTARAFOTO/Puspa Perwitasari.

JAKARTA, kini.co.id – Pengamat Terorimse The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Ustadz Harits Abu Ulya menduga adanya upaya untuk mengaburkan kejahatan kemanusiaan luar biasa yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya melalui upaya penyesatan opini dengan mencari pembenaran atas langkah genosida tersebut.

Dan alibinya adalah dengan keberadaan kelompok mujahidin dan tidak ketinggalan ISIS juga di masukkan didalamnya.

Menurutnya Genosida itu satu hal, fakta aktual dan sebagian kecil muslim Rohingya melawan dan kemudian dihendus terkait dengan kelompok jihadis itu hal lain.

Sangat tidak adil, kelompok yang jadi target genocida justru mau di tuduh sebagai biang kerok hanya karena sebab sebagian dari mereka melawan atas kedzaliman tersebut.

“Saya pikir nalar sudah terjungkir dan nurani sudah rontok jika memahami tragedi pembantaian muslim Rohingya dengan sudut pandang dan sikap seperti itu. Jadi menurut saya pemerintah perlu fokus membantu muslim Rohingya dengan maksimal agar bisa keluar dari kejahatan kemanusiaan yang diluar batas kemanusiaan ini,” kata Harits, Ahad (10/9).

Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, kata dia pasti akan mendukung pemerintah Indonesia, jangan sampai ada sikap dan kebijakan yang blunder dengan menggeser ke arah isu terorisme dan radikalisme karena itu sudah basi dan terlalu naif.

“Jika isu terorisme dipakai menutupi kejahatan besar pemerintah Myanmar, publik makin tau bahwa ini sangat politis dan ada kepentingan besar imperialis dibalik itu semua.

Dalam pandangannya, Myanmar terlihat sebagai Proxy (boneka) dari imperialis baru Negara Republik Rakyat Tiongkok.

Faktor utang Myanmar dan ketidakmampuan untuk membayar hutang membuatnya bergantung ke China. Hubungan proxial dengan China inisiasinya Petinggi Militer Myanmar sendiri.

Konsekuensi sebagai proxy adalah sama dgn Negara Terjajah secara teritorial (imperialisme tempo dulu). Selain itu kepentingan China membackup Myanmar dalam kasus Genocida tidak lain adalah ingin mengeruk Kekayaan alam di tanah Rakhine state, Myanmar.

Myanmar harus melayani China untuk mengeruk kekayaan alam di Rakhine dengan pendekatan Genosida terhadap Rohingya Muslims.

“Apakah Indonesia, pemerintahnya juga akan menjadikan negara Proxy dari kepentingan imperialis baru tersebut? Itu bisa terbaca kemampuan dan kemana arah angin kebijakan yang obyektif terhadap kasus Genocida muslim Rohingya di buat,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...