Kamis, 18 Januari 2018 | 04.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Inilah Ranjau Darat yang Dipasang Pihak Myanmar

Inilah Ranjau Darat yang Dipasang Pihak Myanmar

Minggu, 10 September 2017 - 22:51 WIB

JAKARTA, kini.co.id – Myanmar sengaja menenam ranjau darat jenis PMN-1 antipersonnel devices untuk mengusir Muslim Rohingya yang mengungsi dari tanah kelahirannya Rakhine, akibat aksi brutal militer yang dibantu nasionalis Buddha.

Berdasarkan video yang diterima kini dari sumber di Rakhine, tampak sekitar tiga ranjau masih aktif sementara dua lainnya sudah meledak di perbatasan Myanmar- Bangladesh.

Lembaga HAM internasional, Amnsety International (AI), juga menyebutkan pihak berwenang Myanmar sengaja menanam ranjau di daerah perbatasan yang digunakan oleh pengungsi Rohingya melarikan diri.

Hal itu merujuk pada dua insiden ranjau darat yang baru-baru ini terjadi.

Seorang petani Bangladesh menginjak sebuah ranjau darat ketika dia menggembala ternak di daerah penyangga di sepanjang perbatasan dengan Myanmar.

Sementara saksi mata mengatakan seorang pria Rohingya yang dilarikan ke perawatan medis di Cox’s Bazar di Bangladesh, setelah terkena ranjau darat di dekat desa Bangladesh Amtali, satu titik persimpangan perbatasan.

“Semua indikasi menunjuk pasukan keamanan Myanmar dengan sengaja menargetkan lokasi yang digunakan oleh pengungsi Rohingya sebagai titik persimpangan. Ini cara yang kejam dan tidak berperasaan untuk menambah kesengsaraan orang yang melarikan diri dari kampanye penyiksaan yang sistematis,” kata Direktur Penanggulangan Krisis Internasional AI, Tirana Hassan, yang saat ini berada di perbatasan Bangladesh.

Otoritas Myanmar tetap membantah pemberitaan media yang menuliskan militer menanam ranjau darat, justru Mynamar menyalahkan teroris atau menunjuk jarinya ke kelompok ARSA. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fredrich Yunadi melawan, ajukan gugatan praperadilan
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 00:13 WIB

Fredrich Yunadi melawan, ajukan gugatan praperadilan

Advokat Fredrich Yunadi akan mengajukan gugatan praperadilan pada Kamis (18/1) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Fredrich sebelumnya telah ditetapkan tersangka ...
Demi independensi, tiga dokter tolak jadi saksi ringankan  Bimanesh
Hukum - Rabu, 17 Januari 2018 - 22:37 WIB

Demi independensi, tiga dokter tolak jadi saksi ringankan Bimanesh

Tiga dokter menolak menjadi saksi meringankan untuk Bimanesh Sutarjo, tersangka tindak pidana merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP ...
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...