Minggu, 24 September 2017 | 13.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Sakit, Setnov Tak Penuhi Panggilan KPK

Sakit, Setnov Tak Penuhi Panggilan KPK

Reporter : Fadilah | Senin, 11 September 2017 - 10:58 WIB

IMG-26076

Sekjen Golkar, Idrus Marham. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto tidak dapat memenuhi panggilan panyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (11/9/2017).

Sekjen Golkar, Idrus Marham mengatakan Ketua Umum Golkar itu tidak dapat hadir lantaran tengah sakit.

“Nanti saya akan menyerahkan surat yang ada kepada penyidik, kami akan serahkan surat secara resmi bahwa kondisi Setya Novanto tidak memungkinkan kesehatannya untuk diperiksa dan karena itu meyampaikan tidak hadir pada hari ini,” ujar Idrus di Gedung KPK.

Penyidik KPK sedianya mengagendakan pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang kini menjadi tersangka kasus e-KTP. Ini merupakan pemeriksaan pertama untuk dia usai ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai informasi, Setnov ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2017. Ia merupakan tersangka keempat dalam kasus ini.

Setnov diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya terkait proyek e-KTP. Akibatnya, keuangan negara dirugikan sekitar Rp 2,3 triliun dari paket pengadaan senilai Rp 5,9 triliun.

Setnov melalui Andi Agustinus juga diduga memiliki peran baik dalam proses perencanaan, pembahasan anggara di DPR dan pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP.

Selain itu, Setnov melalui Andi Agustinus juga diduga mengondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa e-KTP. Sebagaimana terungkap fakta persidangan, korupsi e-KTP ini diduga sudah terjadi sejak proses perencanaan yang terjadi dalam dua tahap, penganggaran dan pengadaan barang dan jasa.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Novanto disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tak terima dengan penetapan tersangka tersebut, Setnov pun mengajukan praperadilan ke PN Jaksel pada Senin, (4/9/2017) kemarin. Adapun sidang peedana praperadilan akan digelar pada Selasa, (12/9/2017) mendatang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...