Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>KKKS Masih Evaluasi Ikuserta Lelang pada 15 Blok Migas

KKKS Masih Evaluasi Ikuserta Lelang pada 15 Blok Migas

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 11 September 2017 - 12:15 WIB

IMG-26081

JAKARTA, kini.co.id – Keikutsertaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam lelang 15 blok migas yang ditawarkan Pemerintah sejak Mei 2017 lalu akan dievaluasi.

Seperti diketahui Pemerintah merivisi regulasi skema bagi hasil kotor (gross split) yang dianggap kurang menarik pelaku migas dibandingkan skema cost recovery dalam Production Sharing Contract (PSC).

Salah satu perubahan yang diusung adalah adanya stimulus bagi para investor melalui pemberian insentif saat pengembangan lapangan migas Plan of Development (POD) II yang belum diatur sebelumnya.

Vice President Public and Goverment Affairs Exxon Mobil Indonesia, Erwin Maryoto, menyatakan henghargai upaya pemerintah merevisi skema gross split.

Hal ini menurutnya merupakan respon Pemerintah yang mau mendengarkan berbagai pelaku usaha migas.

“Ini akan sangat menarik,” kata Erwin akhir pekan lalu.

Untuk itu, ia mengaku akan terus melakukan evaluasi blok-blok migas yang ditawarkan.

“Kami masih melihat mana yang cocok dengan portofolio kami. ExxonMobil memiliki kriteria tertentu, tidak hanya ekonomis, tapi melihat minyak atau gas fokusnya di mana,” ujarnya.

Presiden Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA) Christina Verchere menyatakan, keputusan investasi di hulu migas Indonesia akan diserahkan ke masing-masing perusahaan migas.

“Kami mengharapkan yang terbaik bagi anggota yang mengikuti lelang tahun ini dan juga negosiasi perpanjangan kontrak,” kata Christina.

Sementara Presiden dan General Manager Total EP Indonesia Arividya Novianto mengatakan, pihaknya masih mengevaluasi lelang blok migas tahun ini.

Seperti diketahui Kementerian ESDMsendiri akhirnya pada Jumat (8/9) memberikan restu bagi Total EP mendapat 39% saham Mahakam. Dalam waktu dekat, Total EP akan mendapatkan surat resmi soal itu. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...