Selasa, 21 November 2017 | 00.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>KKKS Masih Evaluasi Ikuserta Lelang pada 15 Blok Migas

KKKS Masih Evaluasi Ikuserta Lelang pada 15 Blok Migas

Reporter : Sindi Violinda | Senin, 11 September 2017 - 12:15 WIB

IMG-26081

JAKARTA, kini.co.id – Keikutsertaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam lelang 15 blok migas yang ditawarkan Pemerintah sejak Mei 2017 lalu akan dievaluasi.

Seperti diketahui Pemerintah merivisi regulasi skema bagi hasil kotor (gross split) yang dianggap kurang menarik pelaku migas dibandingkan skema cost recovery dalam Production Sharing Contract (PSC).

Salah satu perubahan yang diusung adalah adanya stimulus bagi para investor melalui pemberian insentif saat pengembangan lapangan migas Plan of Development (POD) II yang belum diatur sebelumnya.

Vice President Public and Goverment Affairs Exxon Mobil Indonesia, Erwin Maryoto, menyatakan henghargai upaya pemerintah merevisi skema gross split.

Hal ini menurutnya merupakan respon Pemerintah yang mau mendengarkan berbagai pelaku usaha migas.

“Ini akan sangat menarik,” kata Erwin akhir pekan lalu.

Untuk itu, ia mengaku akan terus melakukan evaluasi blok-blok migas yang ditawarkan.

“Kami masih melihat mana yang cocok dengan portofolio kami. ExxonMobil memiliki kriteria tertentu, tidak hanya ekonomis, tapi melihat minyak atau gas fokusnya di mana,” ujarnya.

Presiden Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA) Christina Verchere menyatakan, keputusan investasi di hulu migas Indonesia akan diserahkan ke masing-masing perusahaan migas.

“Kami mengharapkan yang terbaik bagi anggota yang mengikuti lelang tahun ini dan juga negosiasi perpanjangan kontrak,” kata Christina.

Sementara Presiden dan General Manager Total EP Indonesia Arividya Novianto mengatakan, pihaknya masih mengevaluasi lelang blok migas tahun ini.

Seperti diketahui Kementerian ESDMsendiri akhirnya pada Jumat (8/9) memberikan restu bagi Total EP mendapat 39% saham Mahakam. Dalam waktu dekat, Total EP akan mendapatkan surat resmi soal itu. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...