Friday, 20 July 2018 | 02.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>Raisa dan Laudya, Aset Indonesia yang Diambil Asing, Ini Kata Jokowi

Raisa dan Laudya, Aset Indonesia yang Diambil Asing, Ini Kata Jokowi

Reporter : Yudi | Monday, 11 September 2017 - 15:03 WIB

IMG-26096

Orasi Ilmiah RI Joko Widodo pada puncak perayaan Dies Natalis ke-60 Unversitas Padjadjaran (Unpad), di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad, Kota Bandung, Senin (11/9). KiniNews/Djanuar.

BANDUNG, kini.co.id – Presiden Jokowi menyatakan, keterbukaan informasi saat ini membuat semua masyarakat bebas menyampaikan apa pun pada Presiden.

Bahkan, menurut Jokowi, di media sosial (Medsos) ada netizen yang menyampaikan terkait Raisa yang menikah dengan keturunan asing dan artis Laudiya Cinthia Bella yang menikah dengan warga Malaysia.

“Saya dikomplain mengenai Raisa Adriana. Pak Presiden, ini satu lagi aset Indonesia lepas ke tangan asing karena suaminya Australia,” kata Presiden yang disambut tawa undangan yang hadir di Kampus Unpad Dipati Ukur, Senin (11/9).

“Belum saya jawab. Lagi, Laudya Cynthia Bella dinikahi orang Malaysia. Dulu enggak bisa, sekarang bisa disampaikan langsung ke pemerintah. Ini keterbukaan informasi dan kita semua harus siap,” kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa ketebukaan media sosial harus diantisipasi perguruan tinggi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang siap bertarung, bersaing dalam kompetisi.

Presiden mengungkapkan bahwa setiap dirinya ketemu dengan pemimpin negara selalu ditanya tentang keadaan media sosial di Indonesia.

“Ketemu presiden, raja, semua tanya, Presiden Jokowi bagaimana sosmed di Indonesia kejem ndak?” ungkapnya.

Presiden mengatakan bahwa negara bisa kendalikan media tetapi media sosial tidak bisa.

“Media ‘mainstream’ bisa dikendalikan, tapi medsos tak bisa. Hampir semua negara tak bisa kendalikan ini, yang agak jauh Iran menyampaikan kepada saya, medsos lebih buruk karena menyampaikan semuanya di medsos, di kita juga sama,” paparnya.

Presiden mengatakan hal-hal yang jelek-jelek di medsos harus diantisipasi, terutama berkaitan fitnah dan berita bohong. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...