Jumat, 19 Januari 2018 | 10.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Pemerintah Pede, 5,4 Persen Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Pemerintah Pede, 5,4 Persen Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Reporter : Bayu Putra | Senin, 11 September 2017 - 15:21 WIB

IMG-26098

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). Rapat kerja tersebut membahas asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

JAKARTA, kini.co.id – Pemerintah masih meyakini dan pede target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam RAPBN 2018 dapat tercapai meski tahun depan masih akan dihadapkan berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku target 5,4 persen masih reacble meski haru upaya ekstra.

“Kami tetap menganggap 5,4 persen itu masih ‘reachable’ atau bisa dicapai. Namun memang upayanya ekstra keras,” kata Sri dalam rapat kerja membahas RAPBN 2018 dengan Komisi XI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

Menurutnya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, maka konsumsi harus tumbuh di atas 5 persen. Pada 2018 mendatang, konsumsi ditargetkan tumbuh 5,1 persen.

Sementara itu, dari sisi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sendiri ditargetkan tumbuh 6,3 persen pada tahun depan.

Masih kata Sri, tantangan terbesar pada 2018 yaitu pertumbuhan kredit industri perbankan, yang harus tumbuh cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Untuk tahun ini saja, kata dia kredit perbankan harus meningkat sebesar Rp370 triliun dibandingkan tahun lalu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen. Sedangkan untuk tahun depan, kredit perbankan harus meningkat Rp483 triliun untuk mencapai 5,4 persen.

“Dari sisi perbankan, kredit investasi harus tumbuh lebih tinggi. Dari 11-13 persen pada tahun ini menjadi 13-15 persen pada tahun depan,” terangnya.

Selain itu, Sri juga mengharapkan belanja yang optimal dari BUMN untuk mencapai target 5,2 persen. Dari pasar modal, ia juga berharap ada kontribusi dari sisi investasi mencapai Rp855 triliun.

Sedangkan untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) diharapkan dapat mencapai Rp799 triliun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...