Minggu, 24 September 2017 | 13.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Pemerintah Pede, 5,4 Persen Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Pemerintah Pede, 5,4 Persen Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Reporter : Bayu Putra | Senin, 11 September 2017 - 15:21 WIB

IMG-26098

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). Rapat kerja tersebut membahas asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

JAKARTA, kini.co.id – Pemerintah masih meyakini dan pede target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam RAPBN 2018 dapat tercapai meski tahun depan masih akan dihadapkan berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku target 5,4 persen masih reacble meski haru upaya ekstra.

“Kami tetap menganggap 5,4 persen itu masih ‘reachable’ atau bisa dicapai. Namun memang upayanya ekstra keras,” kata Sri dalam rapat kerja membahas RAPBN 2018 dengan Komisi XI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

Menurutnya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, maka konsumsi harus tumbuh di atas 5 persen. Pada 2018 mendatang, konsumsi ditargetkan tumbuh 5,1 persen.

Sementara itu, dari sisi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sendiri ditargetkan tumbuh 6,3 persen pada tahun depan.

Masih kata Sri, tantangan terbesar pada 2018 yaitu pertumbuhan kredit industri perbankan, yang harus tumbuh cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Untuk tahun ini saja, kata dia kredit perbankan harus meningkat sebesar Rp370 triliun dibandingkan tahun lalu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen. Sedangkan untuk tahun depan, kredit perbankan harus meningkat Rp483 triliun untuk mencapai 5,4 persen.

“Dari sisi perbankan, kredit investasi harus tumbuh lebih tinggi. Dari 11-13 persen pada tahun ini menjadi 13-15 persen pada tahun depan,” terangnya.

Selain itu, Sri juga mengharapkan belanja yang optimal dari BUMN untuk mencapai target 5,2 persen. Dari pasar modal, ia juga berharap ada kontribusi dari sisi investasi mencapai Rp855 triliun.

Sedangkan untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) diharapkan dapat mencapai Rp799 triliun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...