Minggu, 24 September 2017 | 13.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Menkeu Tanggapi Keluhan Pajak Penulis Tere Liye, Begini Hitungannya

Menkeu Tanggapi Keluhan Pajak Penulis Tere Liye, Begini Hitungannya

Reporter : Yudi | Senin, 11 September 2017 - 17:59 WIB

IMG-26112

Ilustrasi target pendapatan pajak. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menanggapi keluhan penulis buku Tere Liye soal jumlah pajak penulis yang sangat fantastis.

Tere bahkan memutuskan untuk berhenti menerbitkan buku di sejumlah penerbit karena jumlah pajak yang dikenakan terlalu tinggi.

Terkait ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah tentu terus berupaya agar kebijakan pajak dapat memenuhi berbagai harapan masyarakat dan pelaku ekonomi.

Ia pun menanggapi keinginan penulis novel ternama itu untuk memperhitungkan biaya yang dikeluarkan selama penulisan buku.

Sri Mulyani mengatakan kebijakan bahwa biaya tersebut dapat dikurangkan melalui penggunaan norma yang merupakan suatu kemudahan yang diberikan kepada Wajib Pajak yang tidak menyelenggarakan pembukuan.

“Tere Liye memahami kebijakan ini karena dia adalah penulis yang sangat paham mengenai seluk beluk perpajakan,” ujarnya sembari menyatakan kebanggaannya kepada alumni FEUI yang tak hanya pintar namun berbakat menulis.

Sri pun menjabarkan perhitungan pajak untuk penulis.

Penghitungan normanya adalah 50 persen dari penghasilannya sebagai penulis (baik royalti maupun honorarium lainnya). Biaya untuk menghasilkan buku bagi seorang penulis dianggap sebesar 50 persen dari penghasilannya.

“Artinya, setelah dihitung total penghasilan yg diperoleh oleh penulis selama satu tahun pajak dikalikan dengan 50 persen sehingga diperoleh penghasilan netto,” jelasnya.

Mekanisme demikian juga diterapkan pada Wajib Pajak lainnya.

Setelah dapat penghasilan netto, dikurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehingga diperoleh penghasilan kena pajak.

Kemudian, dari penghasilan kena pajak dihitung pajak penghasilan terutang menggunakan tarif pajak progresif sesuai dengan lapisan penghasilan.

Ia pun mengimbau anggotanya untuk menerapkan aturan yang sama dalam kasus ini agar tak membuat Wajib Pajak frustasi gegara angka yang fantastis yang harus dibayar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 12:06 WIB

Laos tertarik senjata dan amunisi bikinan Pindad

Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.Sebagai ...
FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:48 WIB

FOTO: Wali Kota Cilegon ditahan KPK

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 11:32 WIB

Pemilik nikahsirri.com tersangka UU ITE dan pornografi

Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com, yang sempat menghebohkan jaga maya, setelah ditangkap penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, Ahad (24/9) dini ...
Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:28 WIB

Pangdam Sriwijaya ajak generasi penerus kenang sejarah

Pangdam II/Sriwijaya menggelar nonton bersama film G 30 S PKI di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (24/9) malam.Pangdam II/Sriwijaya ...
Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi
Peristiwa - Minggu, 24 September 2017 - 10:21 WIB

Pemilik situs nikahsirri.com ditangkap Polisi

Penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya, pada Ahad (24/9) dini hari tadi menangkap pemilik laman situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi di kediamannya ...
Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 22:52 WIB

Polres Bekasi minta klarifikasi pemilik nikahsirri.com

Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta klarifikasi kepada pemilik situs www.nikahsirri.com menyusul munculnya kecaman Menteri Sosial Khofifah Indar ...