Monday, 23 July 2018 | 14.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Terungkap Andi Narogong Orangya Novanto

Terungkap Andi Narogong Orangya Novanto

Tuesday, 12 September 2017 - 01:55 WIB

IMG-26124

Mantan Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Chaeruman Harahap (kiri) saat memberikan kesaksian kasus e-KTp dengan terdakwa Andi Agutsinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/9). Antara/Akbar Nugroho Gumay.

JAKARTA, kini.co.id – Mantan Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Chaeruman Harahap membantah dirinya menerima aliran uang haram dalam proyek KTP Elektronik.

“Tidak ada saya dapat, untuk pegang Rp20 miliar saja itu.Itu kan tugas, tugas saya itu luar biasa lah,” kata Chaeruman sambil terbata-bata dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/9).

Chaeruman bersaksi untuk Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp1 miliar dalam proyek pengadaan KTP Elektronik (KTP-E) yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun dengan total anggaran Rp5,9 triliun.

“Apakah ada permintaan uang dari anggota DPR dengan Miryam sebagai perantara penerima uang?” tanya anggota majelis hakim Anwar.

“Tidak benar,” jawab Chaeruman. Miryam yang dimaksud adalah bekas anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani.

“Katanya Miryam diperintah ketua komisi (II) untuk menerima uang dari pihak lain lalu ada bagi-bagi uang?” tanya hakim Anwar.

“Tidak benar, tidak pernah sekalipun,” jawab Chaeruman yang menjadi Ketua Komisi II pada 2010 sampai awal 2012.

“Pada BAP saudara poin 31 diperlihatkan kepada saudara bukti dokumen surat atau catatan yang mengatur dan merekayasa dan ‘mark up’ harga dari pimpinan pengendali (bos proyek KTP-E), anggaran 2011-2012 dengan pagu anggaran Rp5,9 triliun yang disita dari rumah saudara? Jawaban saudara?” tanya hakim Anwar seperti dilansir Antara.

“Dokumen itu diambil dari rumah saya, dokumen itu ketika (majalah) Tempo memuat cerita tentang KTP-E ini saya sebagai anggota DPR ingin juga bagaimana ceritanya jadi saya tanya kawan-kawan wartawan bagaimana sebetulnya. Jadi ada wartawan yang memberikan dokumen itu ke saya,” ungkap Chaeruman.

“Dokumennya berbentuk apa?” tanya hakim.

“Gambar saja Pak, berupa ‘chart’ saja, bulat, kotak, panah,” jawab Chaeruman.

“Bos e-KTP siapa?” tanya hakim.

“Saya hanya tanya dengan kawan-kawan wartawan, mereka ‘kan sumber informasi yang banyak, saya itu aja Pak,” jawab Chaeruman.

“Apa pernah dengar sebagian apa dari anggota DPR sudah menititipkan uang atau mengembalikan uang?” tanya hakim Anwar.

“Tidak tahu Pak,” jawab Chaeruman.

Chaeruman juga menjelaskan soal perkenalan awalnya dengan Andi Narogong di ruangan di DPR dengan diperkenalkan oleh ketua fraksi Partai Golkar saat itu Setya Novanto.

“Pertama di ruang rapat fraksi (Golkar), biasa kita lagi makan-makan, itu pertemuan pertama, dia dikenalkan Pak Setya Novanto,” kata Chaeruman.

Pertemuan kedua, Andi Narogong datang ke kantor Chaeruman dan pertemuan ketiga juga dilakukan di gedung DPR.

“Andi Agustinus orang dekat Setnov?” tanya ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar.

“Andi Agustinus katanya orangnya Setnov, kata orang-orang, itu juga hanya isu yang saya dengar seperti itu. Saya tidak tahu lagi siapa yang menyebutkannya,” jawab Chaeruman.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...