Sabtu, 20 Januari 2018 | 09.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kerugian PT Garuda Bisa Berdampak Serius Seperti Kasus Merpati

Kerugian PT Garuda Bisa Berdampak Serius Seperti Kasus Merpati

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 12 September 2017 - 15:15 WIB

IMG-26148

Garuda Indonesia. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Anggota DPR RI dari FPDIP, Darmadi Durianto menilai, kerugian yang dialami PT Garuda Indonesia saat ini akan berefek fatal seperti kasus yang dialami maskapai plat merah terdahulu.

“Dampaknya bisa seperti maskapai Merpati dulu itu, dampaknya serius ini. Saya kira kerugian ini tidak terlepas dari miss management masa lalu,” kata Bendahara Megawati Institute itu di Kompleks Parlemen Jakarta, (12/09).

Untuk itu, saran dia, PT Garuda harus melakukan langkah-langkah strategis guna menutup kerugian yang semakin melebar.

“Garuda harus cepat melakukan langkah penyelamatan,” ujar Darmadi.

Namun demikian, Darmadi memperkirakan bahwa langkah awal yang akan dilakukan maskapai milik BUMN itu untuk menutupi kerugiannya tak lain dengan meminta suntikan dana dari negara.

“Kalau sudah kronis kan biasanya minta Penyertaan Modal Negara (PMN). Seperti Merpati juga dulu begitu,” ungkap dia.

Namun, kata dia, DPR akan menolak jika PT Garuda Indonesia meminta suntikan dana melalui PMN untuk menutupi kerugiannya.

“Belum saatnya. Kan juga harus dibahas di DPR dan harus ada persetujuan DPR. Sebaiknya mereka lakukan revitalisasi dulu, lakukan upaya penyelamatan secepatnya. Lagian itu harus disepakati di komisi VI,” tegasnya.

Diketahui, PT Garuda Indonesia pada semester I tahun 2017 mengalami kerugian yang cukup signifikan yakni sebesar Rp 3,66 Triliun.

Kerugian tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kerugian semester yang sama pada tahun lalu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...