Selasa, 21 November 2017 | 00.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diduga ada saksi palsu, sidang kasus bentrok geng motor dan warga Jatiwaringin ditunda

Diduga ada saksi palsu, sidang kasus bentrok geng motor dan warga Jatiwaringin ditunda

Reporter : Yudi Andriansyah | Selasa, 12 September 2017 - 17:03 WIB

IMG-26158

Para terdakwa kasus bentrokan geng motor dengan warga Jatiwaringin di PN Jakarta Timur, Selasa (12/9). KiniNews/Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Sidang lanjutan kasus bentrok geng motor versus warga Jatiwaringin, Bekasi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (12/9) siang ditunda.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi itu ditunda lantaran para saksi tak ada yang hadir.

Jaksa penuntut umum (JPU) Teguh Harianto mengatakan sudah melakukan pemanggilan kepada para saksi.

“Ada lima saksi yang sudah dipanggil, namun sampai siang ini belum ada yang hadir,” kata Teguh kepada majelis hakim.

Teguh meminta kepada majelis untuk menunda sidang sampai pekan depan. “Saya akan panggil lagi,” kata Teguh.

Majelis Hakim menyetujui permintaan itu. Dan memutuskan menunda sidang hingga pekan depan.

Kuasa Hukum terdakwa, Riesqi Rahmadiansyah, mengatakan ada kemungkinan para saksi tidak akan pernah hadir dalam sidang kasus ini.

Ia menduga lima saksi yang dihadirkan pihak JPU adalah saksi palsu.

“Ada kemungkinan saksi saksi ini saksi palsu. Kita tunggu saja sampai tiga kali pemanggilan,” kata Riesqi.

Untuk itu, kata Riesqi pihaknya tengah mengumpulkan sejumlah bukti bukti, jika sudah lengkap akan membuat laporan ke Mabes Polri.

Dijelaskannya, dugaan lima saksi yang akan dihadirkan itu palsu, karena masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara tidak mengenalnya.

Selain itu, dalam keterangan yang tertuang di berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian lima saksi itu bertentangan dengan saksi lainnya.

Dalam berita acara pemeriksaan kepolisian, ke lima saksi yang rencananya dihadirkan adalah para pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar tempat kejadian perkara.

Namun, di tempat itu tidak ada pedagang kaki lima yang dimaksud.

Dalam sidang pekan lalu, beberapa saksi mengatakan saat kejadian pengeroyokan terjadi, tidak melihat adanya pedagang yang sedang mangkal. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...