Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diduga ada saksi palsu, sidang kasus bentrok geng motor dan warga Jatiwaringin ditunda

Diduga ada saksi palsu, sidang kasus bentrok geng motor dan warga Jatiwaringin ditunda

Reporter : Yudi Andriansyah | Selasa, 12 September 2017 - 17:03 WIB

IMG-26158

Para terdakwa kasus bentrokan geng motor dengan warga Jatiwaringin di PN Jakarta Timur, Selasa (12/9). KiniNews/Istimewa.

JAKARTA, kini.co.id – Sidang lanjutan kasus bentrok geng motor versus warga Jatiwaringin, Bekasi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (12/9) siang ditunda.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi itu ditunda lantaran para saksi tak ada yang hadir.

Jaksa penuntut umum (JPU) Teguh Harianto mengatakan sudah melakukan pemanggilan kepada para saksi.

“Ada lima saksi yang sudah dipanggil, namun sampai siang ini belum ada yang hadir,” kata Teguh kepada majelis hakim.

Teguh meminta kepada majelis untuk menunda sidang sampai pekan depan. “Saya akan panggil lagi,” kata Teguh.

Majelis Hakim menyetujui permintaan itu. Dan memutuskan menunda sidang hingga pekan depan.

Kuasa Hukum terdakwa, Riesqi Rahmadiansyah, mengatakan ada kemungkinan para saksi tidak akan pernah hadir dalam sidang kasus ini.

Ia menduga lima saksi yang dihadirkan pihak JPU adalah saksi palsu.

“Ada kemungkinan saksi saksi ini saksi palsu. Kita tunggu saja sampai tiga kali pemanggilan,” kata Riesqi.

Untuk itu, kata Riesqi pihaknya tengah mengumpulkan sejumlah bukti bukti, jika sudah lengkap akan membuat laporan ke Mabes Polri.

Dijelaskannya, dugaan lima saksi yang akan dihadirkan itu palsu, karena masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara tidak mengenalnya.

Selain itu, dalam keterangan yang tertuang di berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian lima saksi itu bertentangan dengan saksi lainnya.

Dalam berita acara pemeriksaan kepolisian, ke lima saksi yang rencananya dihadirkan adalah para pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar tempat kejadian perkara.

Namun, di tempat itu tidak ada pedagang kaki lima yang dimaksud.

Dalam sidang pekan lalu, beberapa saksi mengatakan saat kejadian pengeroyokan terjadi, tidak melihat adanya pedagang yang sedang mangkal. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...