Jumat, 19 Januari 2018 | 10.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Hingga Agustus BRI salurkan KUR Rp18,4 triliun

Hingga Agustus BRI salurkan KUR Rp18,4 triliun

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 12 September 2017 - 18:06 WIB

IMG-26160

Nasabah melakukan transaksi di Bank Rakyat Indonesia (BRI). KiniNews/Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang Januari-Agustus telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp18,4 triliun.

Besaran angka tersebut sudah mencapai sekitar 39,4% dari penyaluran KUR sepanjang tahun ini yang bernilai total Rp46,7 triliun.

“Sejak KUR skema baru diluncurkan pada Agustus 2015 hingga akhir Agustus 2017, BRI telah menyalurkan KUR bernilai Rp132,4 triliun kepada 7,4 juta debitur,” kata Hari Siaga Amijarso, Corporate Secretary BBRI, di Jakarta, Selasa (12/9).

Hari menjelaskan total besarnya KUR yang disalurkan tersebut menjadikan BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia dan merupakan wujud komitmen BRI terhadap pemberdayaan UMKM.

Dari total KUR yang disalurkan sebesar Rp132,4 triliun, demikian Hari, sebesar Rp46,7 triliun disalurkan sepanjang periode Januari-Agustus 2017.

“Pencapaian ini setara dengan 65,8 persen dari total target penyaluran KUR BRI di 2017 sebesar Rp71 triliun,” ucapnya.

Ditambahkannya, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Bahkan, UMKM mempunyai tingkat penyerapan tenaga kerja sebesar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 7%.

Namun demikian, kata dia pelaku UMKM masih menghadapi kendala, terkait kurangnya informasi maupun akses untuk memperoleh kredit atau pembiayaan, sehingga membatasi pertumbuhan bisnis dan peluang investasi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, masih kata Heri pemerintah meluncurkan skim KUR pada 2007. Pada kurun 2007-2014, realisasi penyaluran KUR melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Pada 2015, pemerintah menyempurnakan regulasi dan perbaikan skema KUR.

“Penyempurnaan itu diharapkan dapat mendukung pengurangan gini ratio dari 0,41 menjadi 0,36 di 2019 dan pengurangan kemiskinan dari 10,96% menjadi 7-8%,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...