Selasa, 21 November 2017 | 00.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pihak Bayi Debora Sebut RS Mitra Keluarga Beri Keterangan Bohong

Pihak Bayi Debora Sebut RS Mitra Keluarga Beri Keterangan Bohong

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 13 September 2017 - 08:19 WIB

IMG-26181

Bayi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penjelasan terkait kronologi meninggalnya bayi Debora Simanjorang terasa janggal di telinga keluarga. Pasalnya ada poin-poin dimana yang dikatakan RS Mitra Keluarga yang dinilai tidak sesuai kejadian di lapangan.

Sehingga keluarga bayi Debora menganggap penjelasan rumahsakit yang berada di Kalideres Jakarta itu hanyalah upaya cuci tangan dan penggiringan opini publik.

Perwakilan keluarga Debora, Brigaldo Sinaga menyebutkan keterangan RS Mitra Keluarga soal Debora kurang gizi dan memiliki penyakit jantung bawaan membuat keluarga marah.

(Baca juga: Uang Keluarga Bayi Debora Akan Dipulangkan)

“Ya, sebenarnya bukan kecewa lagi. Kita marah,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, banyak penjelasan rumahsakit yang sesuai kejadian di lapangan seperti penolakan membayar uang perawatan.

“Betul memang orang tua Debora mengajukan penangguhan biaya, namun, penangguhan itu terkait dengan uang muka perawatan di Pedriatic Intensive Care Unit (PICU), bukan penangguhan terhadap keseluruhan biaya perawatan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, permohonan penangguhan itu justru ditolak oleh Mitra Keluarga.

(Baca juga: Mulai Senin Pemda Wajib Awasi Rumahsakit Yang Suka Tolak Pasien)

Mitra Keluarga justru mengatakan, orang tua Debora setidaknya harus membayar sebesar Rp 11 juta rupiah sebagai uang muka perawatan.

“Dikatakan menolak biaya itu tidak benar. Malah keluarga cepat-cepat pulang mengambil ATM pagi-pagi buta. Cuma mereka memohon-mohon (penangguhan) memang, karena uang yang ada di ATM cuma Rp 5 juta,” tutur Brigaldo.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...