Rabu, 20 September 2017 | 19.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pihak Bayi Debora Sebut RS Mitra Keluarga Beri Keterangan Bohong

Pihak Bayi Debora Sebut RS Mitra Keluarga Beri Keterangan Bohong

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 13 September 2017 - 08:19 WIB

IMG-26181

Bayi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penjelasan terkait kronologi meninggalnya bayi Debora Simanjorang terasa janggal di telinga keluarga. Pasalnya ada poin-poin dimana yang dikatakan RS Mitra Keluarga yang dinilai tidak sesuai kejadian di lapangan.

Sehingga keluarga bayi Debora menganggap penjelasan rumahsakit yang berada di Kalideres Jakarta itu hanyalah upaya cuci tangan dan penggiringan opini publik.

Perwakilan keluarga Debora, Brigaldo Sinaga menyebutkan keterangan RS Mitra Keluarga soal Debora kurang gizi dan memiliki penyakit jantung bawaan membuat keluarga marah.

(Baca juga: Uang Keluarga Bayi Debora Akan Dipulangkan)

“Ya, sebenarnya bukan kecewa lagi. Kita marah,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, banyak penjelasan rumahsakit yang sesuai kejadian di lapangan seperti penolakan membayar uang perawatan.

“Betul memang orang tua Debora mengajukan penangguhan biaya, namun, penangguhan itu terkait dengan uang muka perawatan di Pedriatic Intensive Care Unit (PICU), bukan penangguhan terhadap keseluruhan biaya perawatan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, permohonan penangguhan itu justru ditolak oleh Mitra Keluarga.

(Baca juga: Mulai Senin Pemda Wajib Awasi Rumahsakit Yang Suka Tolak Pasien)

Mitra Keluarga justru mengatakan, orang tua Debora setidaknya harus membayar sebesar Rp 11 juta rupiah sebagai uang muka perawatan.

“Dikatakan menolak biaya itu tidak benar. Malah keluarga cepat-cepat pulang mengambil ATM pagi-pagi buta. Cuma mereka memohon-mohon (penangguhan) memang, karena uang yang ada di ATM cuma Rp 5 juta,” tutur Brigaldo.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:44 WIB

Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi menyanyangkan sikap stasiun TV swasta yang tak merespon ajakan pemutaran film G30SPKI dari ...
Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi
Hukum - Rabu, 20 September 2017 - 16:31 WIB

Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Ida Jaka Mulyana menilai tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak berdasar.Dikatakannya tuduhan kliennya ...
Uber diduga suap Polisi Indonesia
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:21 WIB

Uber diduga suap Polisi Indonesia

Perusahaan aplikasi layanan transportasi online, Uber, tengah menjadi sorotan karena diduga melakukan tindakan ilegal dalam memuluskan perizinan operasional mereka ...
Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 16:08 WIB

Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan

Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk desa yang ...
PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:58 WIB

PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK

Fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba mencopot Masinton Pasaribu dari Pansus Angket KPK. Dalam surat Fraksi PDIP bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 tertanggal 19 September ...
PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:01 WIB

PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo ...