Sabtu, 20 Januari 2018 | 09.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pihak Bayi Debora Sebut RS Mitra Keluarga Beri Keterangan Bohong

Pihak Bayi Debora Sebut RS Mitra Keluarga Beri Keterangan Bohong

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 13 September 2017 - 08:19 WIB

IMG-26181

Bayi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penjelasan terkait kronologi meninggalnya bayi Debora Simanjorang terasa janggal di telinga keluarga. Pasalnya ada poin-poin dimana yang dikatakan RS Mitra Keluarga yang dinilai tidak sesuai kejadian di lapangan.

Sehingga keluarga bayi Debora menganggap penjelasan rumahsakit yang berada di Kalideres Jakarta itu hanyalah upaya cuci tangan dan penggiringan opini publik.

Perwakilan keluarga Debora, Brigaldo Sinaga menyebutkan keterangan RS Mitra Keluarga soal Debora kurang gizi dan memiliki penyakit jantung bawaan membuat keluarga marah.

(Baca juga: Uang Keluarga Bayi Debora Akan Dipulangkan)

“Ya, sebenarnya bukan kecewa lagi. Kita marah,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, banyak penjelasan rumahsakit yang sesuai kejadian di lapangan seperti penolakan membayar uang perawatan.

“Betul memang orang tua Debora mengajukan penangguhan biaya, namun, penangguhan itu terkait dengan uang muka perawatan di Pedriatic Intensive Care Unit (PICU), bukan penangguhan terhadap keseluruhan biaya perawatan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, permohonan penangguhan itu justru ditolak oleh Mitra Keluarga.

(Baca juga: Mulai Senin Pemda Wajib Awasi Rumahsakit Yang Suka Tolak Pasien)

Mitra Keluarga justru mengatakan, orang tua Debora setidaknya harus membayar sebesar Rp 11 juta rupiah sebagai uang muka perawatan.

“Dikatakan menolak biaya itu tidak benar. Malah keluarga cepat-cepat pulang mengambil ATM pagi-pagi buta. Cuma mereka memohon-mohon (penangguhan) memang, karena uang yang ada di ATM cuma Rp 5 juta,” tutur Brigaldo.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...