Rabu, 20 September 2017 | 19.58 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tak Suka dengan Rezim Jokowi, Alasan Dodik Hina Ibu Negara

Tak Suka dengan Rezim Jokowi, Alasan Dodik Hina Ibu Negara

Reporter : Yudi | Rabu, 13 September 2017 - 08:37 WIB

IMG-26182

Terciduk, penghina Iriana Jokowi. (Ist)

Bandung, kini.co.id – Kebebasan berekspresi di dunia maya kadang membuat orang kebablasan. Sayangnya, mereka tak sadar mata netizen sekarang lebih tajam dan siap membuat pelanggar ITE tersungkur ke penjara.

Demikian yang dialami Dodik Ihwanto, tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap istri Presiden Jokowi, Iriana Jokowi.

Lewat akun @warga_biasa, Dodik memposting foto Iriana disertai ucapan penghinaan dan kebencian.

(Baca juga: Sempat Ganti Nama dan Nonaktifkan Akun, Penghina Iriana Jokowi Tercyduck)

Melihat itu warganet berang dan ramai-ramai membuat gambar itu viral.

Dodik akhirnya terciduk oleh aparat kepolisian di kediaman orang tuanya, di Palembang, Sumatera Selatan.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan tak ada motif apapun Dodik membuat ujaran kebencian tersebut. Ia hanya tidak suka dengan rezim kepemimpinan Presiden Jokowi sekarang.

“Alasannya, yang bersangkutan tidak suka dengan rezim pemerintahan sekarang,” ucapnya dalam konferensi pers yang digelar usai penangkapan tersangka kemarin.

Sebelum Dodik, polisi juga mengamankan seseorang yang bernama Dani Widya.

Ia menjadi saksi dalam kasus ini dan diamankan di Jalan Laswi, ‚ÄéKota Bandung.

Kemudian, tim Satreskrim Polrestabes Bandung, yang langsung di pimpin AKBP M Yoris, melakukan pengembangan terhadap Dodik.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:44 WIB

Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi menyanyangkan sikap stasiun TV swasta yang tak merespon ajakan pemutaran film G30SPKI dari ...
Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi
Hukum - Rabu, 20 September 2017 - 16:31 WIB

Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Ida Jaka Mulyana menilai tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak berdasar.Dikatakannya tuduhan kliennya ...
Uber diduga suap Polisi Indonesia
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:21 WIB

Uber diduga suap Polisi Indonesia

Perusahaan aplikasi layanan transportasi online, Uber, tengah menjadi sorotan karena diduga melakukan tindakan ilegal dalam memuluskan perizinan operasional mereka ...
Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 16:08 WIB

Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan

Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk desa yang ...
PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:58 WIB

PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK

Fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba mencopot Masinton Pasaribu dari Pansus Angket KPK. Dalam surat Fraksi PDIP bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 tertanggal 19 September ...
PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:01 WIB

PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo ...