Selasa, 21 November 2017 | 00.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tak Suka dengan Rezim Jokowi, Alasan Dodik Hina Ibu Negara

Tak Suka dengan Rezim Jokowi, Alasan Dodik Hina Ibu Negara

Reporter : Yudi | Rabu, 13 September 2017 - 08:37 WIB

IMG-26182

Terciduk, penghina Iriana Jokowi. (Ist)

Bandung, kini.co.id – Kebebasan berekspresi di dunia maya kadang membuat orang kebablasan. Sayangnya, mereka tak sadar mata netizen sekarang lebih tajam dan siap membuat pelanggar ITE tersungkur ke penjara.

Demikian yang dialami Dodik Ihwanto, tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap istri Presiden Jokowi, Iriana Jokowi.

Lewat akun @warga_biasa, Dodik memposting foto Iriana disertai ucapan penghinaan dan kebencian.

(Baca juga: Sempat Ganti Nama dan Nonaktifkan Akun, Penghina Iriana Jokowi Tercyduck)

Melihat itu warganet berang dan ramai-ramai membuat gambar itu viral.

Dodik akhirnya terciduk oleh aparat kepolisian di kediaman orang tuanya, di Palembang, Sumatera Selatan.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan tak ada motif apapun Dodik membuat ujaran kebencian tersebut. Ia hanya tidak suka dengan rezim kepemimpinan Presiden Jokowi sekarang.

“Alasannya, yang bersangkutan tidak suka dengan rezim pemerintahan sekarang,” ucapnya dalam konferensi pers yang digelar usai penangkapan tersangka kemarin.

Sebelum Dodik, polisi juga mengamankan seseorang yang bernama Dani Widya.

Ia menjadi saksi dalam kasus ini dan diamankan di Jalan Laswi, ‚ÄéKota Bandung.

Kemudian, tim Satreskrim Polrestabes Bandung, yang langsung di pimpin AKBP M Yoris, melakukan pengembangan terhadap Dodik.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...