Rabu, 20 September 2017 | 19.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Dilepas Presiden, 4 Pesawat Hercules Angkut Bantuan untuk Rohingya

Dilepas Presiden, 4 Pesawat Hercules Angkut Bantuan untuk Rohingya

Reporter : Fadilah | Rabu, 13 September 2017 - 10:38 WIB

IMG-26187

Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Ahad (3/9) terkait kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar. Foto Setkab.

Jakarta, kini.co.id – Presiden Indonesia, Joko Widodo resmi melepaskan bantuan kemanusiaan untuk warga Rakhine State, Myanmar, khususnya komunitas Muslim, Rohingya, Rabu, (13/9/2017).

Acara pelepasan tersebut dilakukan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, bantuan kemanusiaan menuju perbatasan Bangladesh-Myanmar saya nyatakan diberangkatkan,” tutur Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengapresiasi Menlu Retno Marsudi yang telah melobi pemerintah Bangladesh agar bantuan bisa dikirimkan.

Jokowi juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut serta membantu.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak baik masyarakat, Ormas, Pemda, pengusaha yang bersama-sama nantinya kirimkan bantuan untuk saudara kita kepada pengungsi di Rakhine State baik di Myanmar maupun Bangladesh,” ungkap Jokowi.

Jokowi menjelaskan bantuan tersebut dikirimkan dengan 4 pesawat Hercules. Alasannya agar tidak memakan waktu lama.

“Kenapa kita pakai pesawat? Karena pengalaman lalu pakai kontainer makan waktu lama,” kata Jokowi.

Pesawat tersebut akan transit terlebih dahulu di Aceh. Selanjutnya pada esok hari yaitu Kamis, (14/9/2017) keempat pesawat itu akan diterbangkan ke Chittagong, Bangladesh.

Setelah itu, akan didistribusikan ke Cox’s Bazar, yang jaraknya sekitar 170 kilometer dari Chittagong.

Adapun bantuan itu terdiri dari barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sembako, gula, beras. Kemudian selimut, pakaian, alat kebersihan, misalnya sabun-sampo, baju anak-anak, dan lain-lain.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:44 WIB

Komisi I sayangkan TV swasta tak respon pemutaran film G30S/PKI

Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi menyanyangkan sikap stasiun TV swasta yang tak merespon ajakan pemutaran film G30SPKI dari ...
Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi
Hukum - Rabu, 20 September 2017 - 16:31 WIB

Kuasa hukum sebut penetapan tersangka Novanto berdasarkan asumsi

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Ida Jaka Mulyana menilai tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak berdasar.Dikatakannya tuduhan kliennya ...
Uber diduga suap Polisi Indonesia
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 16:21 WIB

Uber diduga suap Polisi Indonesia

Perusahaan aplikasi layanan transportasi online, Uber, tengah menjadi sorotan karena diduga melakukan tindakan ilegal dalam memuluskan perizinan operasional mereka ...
Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 16:08 WIB

Komite I DPD Minta Sistem Keuangan Desa Segera Dioptimalkan

Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk desa yang ...
PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:58 WIB

PDI-P copot Masinton dari Pansus Angket KPK

Fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba mencopot Masinton Pasaribu dari Pansus Angket KPK. Dalam surat Fraksi PDIP bernomor 153/F-PDIP/DPR-RI/IX/2017 tertanggal 19 September ...
PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden
Politik - Rabu, 20 September 2017 - 15:01 WIB

PAN Meminta Pansus Angket KPK Tak Bawa-bawa Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menolak keinginan Pansus Hak Angket KPK untuk konsultasi dengan Presiden Joko Widodo ...