Sabtu, 20 Januari 2018 | 09.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Perubahan Prolegnas 2017 Disahkan DPR

Perubahan Prolegnas 2017 Disahkan DPR

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 13 September 2017 - 15:59 WIB

IMG-26215

Rapat Paripurna DPR RI. (KiniNews/Dok)

JAKARTA, kini.co.id – Perubahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2017 dan Prolegnas prioritas 2015-2017 disahkan DPR.

Dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9), dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto.

Apakah perubahan Prolegnas prioritas tahun 2017 dan Prolegnas prioritas tahun 2015-2019 dapat disetujui,” kata Agus.

Pertanyaan itu pun disetujui oleh seluruh anggota DPR yang hadir dalam Rapat Paripurna itu, kemudian Agus mengetuk palu sebagai tanda persetujuan perubahan Prolegnas tersebut.

Sebelum pengesahan tersebut, Wakil Ketua Baleg DPR Firman Soebagyo memaparkan bahwa pihaknya bersama dengan DPD dan Kementerian Hukum dan HAM telah mengadakan rapat koordinasi evaluasi Prolegnas pada Senin (4/9).

Selain itu, kata Firman, hasil evaluasi Prolegnas termasuk menyepakati percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang ditangani Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sehingga target prioritas diselesaikan tepat waktu.

“Hasil evaluasi Prolegnas 2017 adalah penyelesaian pembentukan UU oleh AKD tidak merata karena ada AKD yang menyelesaikan target RUU sesuai alokasi waktu namun ada yang belum menyelesaikan bahkan baru tahap penyusunan,” jelasnya.

Belum optimalnya pembahasan di AKD menurut Firman, karena disebabkan oleh kurangnya koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait.

“Maka dari itu, untuk memaksimalkannya maka disepakati perubahan Prolegnas prioritas 2017 yaitu memasukkan tiga RUU dan satu RUU sebagai pengganti RUU yang ada dalam Prolegnas 2017,” kata Firman.

Firman menyebutkan, ketiga RUU itu adalah RUU tentang Sumber Daya Air yang merupakan usulan DPR; RUU tentang Serah Simpan Karya Cetak, Karya Rekam dan Karya Elektronik; RUU tentang Konsultan Pajak. Dan satu RUU sebagai pengganti RUU yang ada dalam Prolegnas 2017 yaitu RUU tentang Praktik Pekerjaan Sosial.

“Dalam rapat koordinasi itu juga disepakati dua RUU masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2015-2019 yaitu RUU tentang Permusikan dan RUU tentang Hak atas Tanah Adat,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...