Sabtu, 20 Januari 2018 | 09.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Meski Kadernya Korupsi, Demokrat Tolak Pelemahan KPK

Meski Kadernya Korupsi, Demokrat Tolak Pelemahan KPK

Reporter : Fadilah | Rabu, 13 September 2017 - 16:41 WIB

IMG-26218

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pihaknya tetap konsisten mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melaksanakan tugasnya.

Meskipun kadernya banyak yang ditangkap oleh lembaga antirasuah tersebut.

“Meskipun Partai Demokrat kadernya sebagian juga terlibat korupsi, kami tetap konsisten. Ada atau tidak kadernya yang kena, kami konsisten tidak akan berubah dalam mendukung KPK,” kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara bertajuk “Diskusi Sistem Integritas Politik”, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu, (13/9/2017).

SBY meminta jangan sampai karena kadernya aman, lalu mendukung habis-habisan KPK.

Namun, ketika terkena kasus korupsi, malah berbuat sebaliknya.

“Jangan sampai kalau kadernya aman, mendukung KPK habis-habisan. Tapi kalau ada yang kena, lantas melakukan tindakan sebaliknya,” ujarnya.

Ia memastikan partainya akan tetap memberikan dukungan penuh kepada KPK.

Karenanya ia menolak segala bentuk upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut.

“Demokrat menolak pelemahan KPK. Saya bukan anak kemarin sore dalam dunia politik, kehidupan bernegara dan pemerintahan. Apapun dalihnya kalau untuk melemahkan KPK rakyat tahu. Demokrat sekali lagi menolak. Apalagi kalau ada yang ingin membekukan,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia juga meminta semua lembaga pemerintahan baik MPR, DPR, DPD untuk mendukung KPK.

Selain itu, SBY juga meminta agar Polri dan Kejaksaan bisa berkolaborasi dengan KPK.

“Dalam hal mencegah korupsi, rakyat sedih. Kalau satu sama lain tak klop, semua misinya sama. Kalau kompetisi, berkompetisilah dengan sehat,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...