Selasa, 21 November 2017 | 00.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Meski Kadernya Korupsi, Demokrat Tolak Pelemahan KPK

Meski Kadernya Korupsi, Demokrat Tolak Pelemahan KPK

Reporter : Fadilah | Rabu, 13 September 2017 - 16:41 WIB

IMG-26218

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pihaknya tetap konsisten mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melaksanakan tugasnya.

Meskipun kadernya banyak yang ditangkap oleh lembaga antirasuah tersebut.

“Meskipun Partai Demokrat kadernya sebagian juga terlibat korupsi, kami tetap konsisten. Ada atau tidak kadernya yang kena, kami konsisten tidak akan berubah dalam mendukung KPK,” kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara bertajuk “Diskusi Sistem Integritas Politik”, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu, (13/9/2017).

SBY meminta jangan sampai karena kadernya aman, lalu mendukung habis-habisan KPK.

Namun, ketika terkena kasus korupsi, malah berbuat sebaliknya.

“Jangan sampai kalau kadernya aman, mendukung KPK habis-habisan. Tapi kalau ada yang kena, lantas melakukan tindakan sebaliknya,” ujarnya.

Ia memastikan partainya akan tetap memberikan dukungan penuh kepada KPK.

Karenanya ia menolak segala bentuk upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut.

“Demokrat menolak pelemahan KPK. Saya bukan anak kemarin sore dalam dunia politik, kehidupan bernegara dan pemerintahan. Apapun dalihnya kalau untuk melemahkan KPK rakyat tahu. Demokrat sekali lagi menolak. Apalagi kalau ada yang ingin membekukan,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia juga meminta semua lembaga pemerintahan baik MPR, DPR, DPD untuk mendukung KPK.

Selain itu, SBY juga meminta agar Polri dan Kejaksaan bisa berkolaborasi dengan KPK.

“Dalam hal mencegah korupsi, rakyat sedih. Kalau satu sama lain tak klop, semua misinya sama. Kalau kompetisi, berkompetisilah dengan sehat,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...