Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Sebut Ada Pembusukan, DPR Sebut KPK Harus Dibenahi

Sebut Ada Pembusukan, DPR Sebut KPK Harus Dibenahi

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 14 September 2017 - 12:35 WIB

IMG-26250

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo jadi Ketua DPR RI. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta nsegera berbenah. Konflik internal dan indikasi tidak taat asas dinilai mempercepat pembusukan di tubuh organisasi.

“Fakta tentang subordinasi dan juga tidak taat asas itu sudah diakui orang dalam, KPK harus segera berbenah diri,” kata Ketua Komisi III Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta Kamis (14/9).

Bambang mengatakan, proses pembusukan di tubuh KPK menjadi akut lantaran pelanggaran mekanisme kerja.

Pelanggaran etika yang dilakukan sejumlah oknum juga dianggap telah mendapat toleransi dari pimpiman lembaga antikorupsi itu.

“Rangkaian pelanggaran itu sudah cukup tergambarkan dari cerita tentang adanya ‘klik’ penyidik di KPK dan resistensi kepada Direktur Penyidikan. Ini lah bukti tentang terjadinya proses pembusukan dari dalam KPK sendiri,” ujar dia.

Temuan Pansus Hak Angket KPK di DPR juga mengindikasikan pengingkaran asas organisasi di KPK sudah berlangsung sejak rezim kepemimpinan terdahulu.

Karut marut itu terlihat pada kelemahan pendokumentasian barang-barang sitaan KPK.

Menurut Pria yang akrab di panggil Bamsoet ini, ketika organisasi menjadi karut marut karena perilaku tidak taat asas sejumlah oknum, pimpinan organisasi seharusnya menggunakan power atau kewenangan yang diberi undang-undang untuk membenahi organisasi.

“Di KPK, ada indikasi bahwa pimpinan tidak menggunakan kuasa kewenangan mereka untuk mendorong bawahan taat azas,” ucapnya.

Pansus Hak Angket, kata dia, hadir mengurai disfungsionalitas tatanan organisasi KPK akibat pembusukan dari dalam. Tujuannya agar target perang melawan korupsi bisa dicapai.

Taat asas, lanjut dia, mengharuskan semua jajaran, termasuk pimpinan satuan kerja, punya kesadaran akan pentingnya batasan wewenang dan tanggung jawab.

“Agar perang itu bisa dimenangkan, semua unsur atau satuan kerja di KPK harus taat azas demi terjaganya soliditas struktur organisasi, sekaligus sebagai jaminan bagi proses tercapainya target pemberantasan korupsi. Taat asas adalah urat nadi sebuah organisasi KPK,” ucap politikus Golkar itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...